Kemeja Flanel Rian by Nabilla Azarine | Book Review




 
Judul : Kemeja Flanel Rian
Penulis : Nabilla Azarine
Penerbit : Penerbit Loveable
Tahun Terbit : Agustus, 2016
ISBN : 978-602-692-242-7
Jumlah Hlm : 296 hlm.
*

Daftar barang-barang berharga Rian:
1.       Ponsel
2.       Buku komik
3.       Sheryl (motor ninjanya)
4.       Kemeja flanel warna biru
Rian bersumpah akan membenci siapapun yang merusak keempat benda berharga itu, tapi ketika kemeja Rian robek karena Ola, anak kelas sebelah, haruskah Rian membenci cewek polos yang selalu menunduk itu?

*

Rian sangat menyayangi kemeja flanelnya. Suatu hari kemeja flanelnya rusak karena ulah Ola—seorang siswi di sekolahnya yang dikenal pendiam. Karena itu, kehidupan Rian berubah. Dari yang semula biasa-biasa saja menjadi menarik. Untuk menebus kesalahannya, Ola akan memberikan 12 hadiah pada Rian.
Selama memberi hadiah, ada suatu perasaan berbeda yang muncul. Kira-kira siapa yang memiliki perasaan berbeda tersebut? Akankah perasaan tersebut berbalas?
Ada banyak cerita menarik saat saya membaca Kemeja Flanel Rian. Sebenarnya, saya tak begitu tertarik membaca teen-fiction wattpadlit. Menurut saya, ada begitu banyak cerita yang terlalu manis di Wattpad, membuat saya gemas sekaligus sebal. Saat saya secara tak terduga mendapatkan buku ini, saya tidak terlalu menaruh banyak ekspektasi. Seperti yang sudah saya jelaskan, saya nggak tertarik dengan teen-fiction dari Wattpad. Tapi ternyata, saya dapat buku ini, jadi saya membaca buku ini dengan perasaan antusias.
Pada bagian awal buku ini, saya kurang mendapatkan perasaan tertarik dengan buku ini. Bahkan saya cenderung bosan dengan penulis yang mendeskripsikan segalanya dalam kehidupan Rian, bikin saya lelah bacanya.
Hal yang tak terduga muncul saat konflik mulai hadir di kisah Rian ini. Pertemuannya dengan Ola membuat kisah ini lebih menarik. Jika ada yang bertanya-tanya mengapa novel ini berjudul “Kemeja Flanel Rian”, maka akan saya jelaskan di sini. Biar nggak ada yang menganggap remeh judulnya yang ‘berbeda’ dari kebanyakan judul sekarang ini. Kisah ini menjadi menarik semenjak kemeja flanel kesayangan Rian tersebut dirusak tanpa sengaja oleh Ola. Untuk menebus kesalahannya itu, Ola berjanji akan memberikan 12 hadiah. Selama menebus kesalahannya tersebut, banyak kisah manis dan menggemaskan ala remaja yang terjadi. Bagi saya, itu menarik. Ya..., apa sih yang nggak menarik dari kisah remaja yang pengaruh hormonnya gila-gilaan begini? :D
Saat saya pause membaca karena kesibukan pra-UNBK, saya iseng membuka goodreads dan melihat review untuk novel ini. Saat membaca salah satu komentar di review-nya, saya melihat penulis yang mengatakan bahwa penulis berusaha membuat novelnya realistis. Saya menyukai kisah yang realistis. Ya, Kemeja Flanel Rian adalah salah satu kisah yang realistis. Memang benar jika kisah ini memiliki bagian yang begitu realistis; tentang begitu realitisnya percakapan grup mereka serta pemikiran-pemikiran remaja saat jatuh cinta. Meskipun saya kurang suka dengan chat-nya sih, tapi ya memang begitu isinya chat grup remaja. :’D
Ceritanya memang menarik. Tapi, saya tidak merasakan chemistry antara tokoh-tokohnya. Alhasil saya merasa bosan saat membacanya. Adakalanya saya merasa ingin tahu dengan kelanjutan ceritanya, adakalanya saya merasa bosan (lebih seringnya bosan, maaf).
Menurut saya, novel ini dapat dipadatkan lagi. Kesannya terlalu banyak basa-basinya dan terkadang out of focus. Bahkan penyelesaian salah satu sub konfliknya nggak total. Di sini penulis seperti memperkenalkan suatu masalah, melepas dan ‘melupakan’ masalah tersebut, kemudian menjelang akhir tiba-tiba penyelesaian masalah dihadirkan. Kesannya nggak smooth gitu.
Beruntungnya, novel ini anti mainstream. Jadi, rata-rata nggak ada scene yang pasaran seperti anak baru, hari pertama telat ke sekolah, dll. Saya mengapreasiasi nuansa berbeda itu.
Sekarang ini lagi nge-trend-nya novel wattpad. Sebagai seorang penyimak, saya sering membaca pendapat teman-teman twitter, goodreads, maupun facebook. Sebagian besar teman-teman saya di platform-platform itu kurang puas dengan novel-novel wattpad. Sepanjang pengalaman saya membaca novel dari wattpad, ada novel wattpad yang memang bagus ceritanya dan ada pula novel wattpad yang sama sekali nggak worth it.
Sebagai sebuah awal, Kemeja Flanel Rian sudah baik. Memang tidak sempurna, tapi dari novel ini kita belajar tentang kesederhanaan dan kebersamaan. Nabilla Azarine ini masih sangat muda. Masih banyak waktu untuk belajar dan mengasah kemampuan menulis. Masih banyak kesempatan untuk mengembangkan idenya. Jadi, saya benar-benar berharap, Nabilla bisa menjadi penulis yang lebih baik lagi dengan cerita yang lebih menarik lagi.
Terima kasih untuk kisahnya! J
Note: Maaf karena ringkasan ceritanya sangat singkat. Tapi dari situ sudah terangkum kok :)

XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon