Limerence by Yuli Pritania | Book Review




 
Judul : Limerence
Penulis : Yuli Pritania
Penerbit : Grasindo
Terbit : Januari, 2016
ISBN : 9786023753130
Jumlah Hlm : vii + 280 hlm
*

YOO YEON-SEOK
Aku menyukai wanita itu. Rambut bergelombangnya yang tergerai, bibirnya yang sensual, pinggang rampingnya, dan kakinya yang jenjang. Semuanya hanya masalah fisik.
Kemudian, suatu pagi aku terbangun di sampingnya dan… aku menyukai sinar matahari di sekeliling kami, dan wajah lelapnya, dan keberadaannya. Dan, kami bahkan tidak bercinta. Itulah masalahnya dengan wanita ini. Aku tidak menghabiskan waktu untuk menggodanya, tapi untuk mengobrol dengannya.
Masalahnya hanya satu: aku tidak suka terikat pada satu wanita saja seumur hidupku.

LEE JUNG-JOO
Uh-oh. Pria seksi. Dan tampan. Dan kaya. Kelemahan terbesarku. Dan, bagian paling seksi darinya adalah keengganannya untuk menemui satu orang wanita lebih dari satu kali setelah mereka berkencan. Atau menghabiskan malam bersama. Atau bercinta.
Mungkin sebaiknya dia berhati-hati sedikit dengan pesonanya. Bisa jadi aku kehilangan kendali dan menancapkan cakarku padanya. Itu, sungguh, sesuatu yang sangat berbahaya bagi seorang pria.

*


“Aku tidak ingin menghabiskan waktuku dengan seseorang yang akan terus mempertanyakan apakah dia telah mengambil keputusan yang benar dengan memilihku atau tidak sepanjang sisa hidupnya. “ | Hlm. 210

Yoo Yeon-Seok yang merupakan seorang badboy dijodohkan dengan Lee Jung-Joo yang merupakan badgirl. Keduanya memiliki kesamaan dalam urusan mencampakkan lawan jenisnya. Dengan kesamaan itu, mereka disatukan dalam suatu perjodohan yang diatur oleh keluarga.
Keduanya akhirnya menerima untuk dijodohkan. Terlebih, mereka masing-masing memiliki alasan menerima perjodohan. Yeon-Seok untuk mendapatkan kepemilikan perusahaan, sementara Jung-Joo karena terlalu pasrah pada cintanya sehingga pasrah dengan perjodohan. Saat Lee Jung-Joo memutuskan pindah ke apartemen Yeon-Seok, pria itu tidak menolak. Mungkin karena pesona Lee Jung-Joo yang tak bisa ditampik sekaligus karena mereka kini terikat perjodohan. Mereka pun tinggal bersama. Suatu hal yang baru bagi Yeon-Seok, namun diam-diam Yeon-Seok menyukai hal tersebut.
Kehidupan mereka perlahan berubah. Ada sesuatu yang berbeda setelah mereka saling mengenal. Jung-Joo dengan cintanya pada sahabatnya dan Yeon-Seok dengan pemikiran tentang cinta. Akankah dua orang bergolongan darah AB ini dapat saling melengkapi dan menjadi pasangan yang cocok?

“Hal yang paling kubenci di dunia ini adalah, seseorang yang merasa punya hak menginjak-injak harga diriku.” Hlm. 24

“Tidak ada yang salah dari mencintai seseorang, Sayang. Karena kalau mencintai bahkan menjadi kesalahan...,” Seo-Hee mengangkat bahu, “apalagi yang tersisa di dunia?” | Hlm. 232

Sebenarnya, saya sudah membaca novel ini tahun lalu, tapi baru sempat membuatkannya review. Di kesempatan ini, saya kembali membaca Limerence, namun bukan membaca yang sebenarnya, melainkan hanya membaca cepat. Saya sudah memiliki beberapa penanda sehingga tinggal mengulasnya saja, hehehe.
Limerence adalah K-fiction ke sekian Yuli Pritania dan termasuk salah satu novel Blood Type Series Season 2 yang diterbitkan oleh penerbit Grasindo bersama dengan novel-novel lainnya. Sebelumnya, Limerence diunggah di akun wordpress milik penulis dengan judul yang berbeda. Sayangnya, saya lupa judulnya apa dan lupa juga ceritanya bagaimana, yang pasti dari hasil menyimak saya tahu bahwa ini pernah diunggah di wordpress. :’) 
Dari blurbnya, dapat diketahui bahwa cerita di Limerence ini akan ‘panas’. Oke, maksud saya, di sini kita akan dikenalkan dengan tokoh utama dan cerita yang nakal dan seksi. Sebelumnya, Yuli Pritania pernah memublikasikan novel berjenis sama dengan judul Morning, Noon, & Night. Tapi, nggak seblak-blakan Limerence ini. Hehehe.
Saat membaca Limerence, saya seolah menyaksikan drama Korea di otak saya. Bagaimana tokoh-tokohnya berucap terasa seperti drama Korea. Hal itu yang membuat saya menyukai K-fiction karya Yuli Pritania. Selain menghadirkan tokoh-tokoh yang ganteng dan cantik, jalinan ceritanya pun juga ciamik; membuat bertahan untuk terus membacanya.
Saya tidak akan berkomentar banyak tentang rasa Korea pada novel ini. Novel ini tidak mengutamakan setting di Koreanya, tapi saya suka bagaimana penulis menggambar latar tempat di novel ini. Pekerjaan tokoh yang berhubungan dengan arsitektur membuat saya sangat menyukai penggambaran latar tempatnya, terutama desain Day’s End.
Gaya penulisan Yuli Pritania tidak berubah. Penulis masih menggunakan bahasa yang lugas dan penuh kalimat manis dari kedua tokohnya. Saya hampir tidak menemukan kesalahan ketik, kecuali berpakain (Hlm. 192) yang seharusnya berpakaian.
Ada satu hal yang saya usuka dari Limerence, yaitu saat tokoh-tokoh di A (Wo)man’s Scent berkumpul di akhir ceritanya. Rasanya seperti reuni. Terlebih di sana Young-Min. Sebenarnya, saya menunggu kisah Young-Min. Setelah dulu sempat mengulik-ulik penulis saat penulis ngadain giveaway, saya baru tahu kalau sebenarnya kisah Young-Min lah yang akan dijadikan novel blood-type series season 2 ini. Kalau memang benar, Kak Yuli berniat mengisahkan tentang Young-Min dan si Song yang terkena brother complex, maka saya akan benar-benar menantinya. :D
Hm, jujur saja, saya bingung harus mengomentari apa tentang buku ini. Saya speechless. :’) Oh ya, judul buku ini indah, begitupula cover-nya. Saya jatuh cinta dengan pilihan warna latar belakang covernya.
Overall, Limerence adalah bacaan yang mengasyikkan! Coba baca sendiri, maka kamu akan merasakan bahwa novel ini page turning dan gemesin banget!
3.5 of 5 stars untuk Yoo Yeon-Seok!
Sayangnya, Yeon-Seok paling tidak suka menggantungkan harapan dan hidupnya di tangan orang lain. Siapa pun itu, tidak ada yang benar-benar bisa dipercaya di atas dunia yang kejam ini. | Hlm. 14

XO,
PutriPramaa

(*) Note: saya suka banget quotes terakhir itu. :'')

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon