L’amore di Romeo by Silvarani & Cassandra Massardi | Book Review



Judul : L’amore di Romeo
Penulis : Silvarani & Cassandra Massardi
Penerbit : Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
ISBN : 9786020318134
Jumlah Hlm : 256 hlm
*

Cinta abadi tak hanya di Roma!
Untuk sementara, biarlah Carrie beranggapan begitu. Jadi sekarang, mari lupakan kesedihan dan siap melangkah ke depan!
Carrie pun berkenalan dengan kota baru yang siap mengobati luka hatinya, siap memperkenalkan cinta baru untuknya.
Nama kota kecil itu adalah Verona...
Di tempat yang menjadi saksi kekuatan cinta abadi Romeo dan Juliet itu, Carrie berharap Verona memberinya kesemaptan untuk merasakan cinta.
L’amore di Romeo—cinta seorang Romeo...
Semoga Verona tak mengecewakannya.
Semoga ia bisa mengobati hati Carrie.
Dan mempertemukan Carrie dengan Romeo-nya...

*

Siapa pun bisa jatuh cinta, tetapi siapa pun bisa patah hati. | Hlm. 30


Carrie mendapat kesempatan untuk pergi Roma lagi dengan menjadi guide. Kali ini, dengan bonus kota Verona yang sudah lama ingin dikunjunginya. Verona merupakan kota yang menjadi saksi bisu kisah Romeo-Juliet. Carrie berharap di kota Verona dia dapat menemukan Romeo-nya sekaligus dapat melupakan cinta tak terbalasnya. Dia masih belum bisa melupakan Demas—pria yang memiliki kenangan manis dengannya saat di Roma.
Di perjalanan itulah, Carrie bertemu dengan Paul. Cowok itu menunjukkan gelagat mencurigakan. Semula, Carrie menduga cowok ini adalah Demas. Maklum saja, Carrie masih terbayang-bayangi oleh kenangan-kenangan manis bersama Demas selama memandu perjalanan itu. Ketika Carrie tahu bahwa cowok mencurigakan itu bukanlah Demas, Carrie marah! Ia tak menyangka akan ditipu semudah itu.
Peristiwa itu membuat Carrie jadi mengenal Paul. Ada banyak rahasia yang tersembunyi dalam diri Paul. Semua itu berhubungan dengan Demas. Sebenarnya, siapakah Paul ini? Dan apakah Carrie berhasil menemukan Romeo-nya di tengah usaha move on-nya yang tak kunjung berhasil itu?

Jika kita mencintai seseorang, berarti kita harus menghargai masa lalunya sebagai bagian dari dirinya. | Hlm. 31

Happy ending itu kan tergantung dari point of view siapa.” | Hlm. 183

Saya membaca kembali buku ini karena saya merasa perlu untuk membuat review untuk buku ini. Dulu saya membacanya hanya untuk Baca Bareng saja, karena saya anaknya sok sibuk banget, saya baru sempat menulisnya beberapa minggu yang lalu—hitung-hitung menghibur diri sebelum mulai US, lalu USBN, lalu Try Out (lagi), lalu UNBK, lalu UM, dan “lalu-lalu” lain yang akan saya lakukan. Maaf karena baru sempat dipost sekarang. Mumpung lagi "ambil napas" sebelum memulai aktivitas "transisi", jadilah baru dipost sekarang.
Saya membaca buku ini tanpa membaca L’eternita di Roma terlebih dahulu. Padahal, di sampul depan buku ini, telah tertulis dengan jelas “Lanjutan L’eternita di Roma”. Saya merasa tidak masalah membaca buku ini langsung karena saya sudah menonton film LDR 1. Pikiran saya memang benar, saya bisa membaca L’amore di Romeo tanpa tersendat-sendat ketidaktahuan tentang apa yang terjadi sebelumnya, bahkan saya jadi lebih mengerti dengan ceritanya karena di LDR 1 saya menikmati bentuk audio-visual-nya.
Saat membaca L’amore di Romeo, saya dipertemukan kembali dengan lead female yang aktif—Carrie. Carrie di L’amore di Romeo masihlah seperti Carrie di LDR 1. Berpemikiran unik, kreatif, dan selalu dipenuhi dengan aura positif. Tidak ada perubahan yang kontras pada diri Carrie kecuali pemikirannya yang menjadi agak berhati-hati dengan perasaannya sendiri. Jika di LDR 1 saya lebih banyak melihat Demas, di L’amore di Romeo saya justru menemukan lebih banyak momen Paul dan Carrie.
Menurut saya, Paul adalah tokoh yang menyenangkan. Dengan sifat jahilnya, Paul menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus menggemaskan saat membaca kisah ini. Latar belakang Paul yang merupakan seorang penulis membuat Paul menjadi sosok yang dipenuhi dengan kata-kata motivasi. Benar-benar kombinasi yang unik; menjengkelkan sekaligus penuh nasihat!
Membaca L’amore di Romeo membuat saya jalan-jalan di Verona dan kawasan-kawasan di sekitarnya. Penulis menggambarkan lokasi-lokasi yang menjadi latar kisahnya dengan menarik sekaligus nyata. Penulis mengeksplor lokasi-lokasi tersebut dengan baik sehingga jalinan cerita yang terbentuk menjadi menarik.
L’amore di Romeo adalah kisah yang memiliki hubungan dengan Romeo-Juliet. Untuk pertama kalinya, aku tidak kecewa dengan kisah yang berhubungan dengan Romeo-Juliet. Jika biasanya kita hanya disuguhkan tentang keabadian cinta Romeo-Juliet di kulitnya saja, di sini akan didongengi kisah yang berhubungan dengan Romeo-Juliet secara mendalam. Sama sekali nggak kecewa dengan eksekusinya! Good job, Mbak penulis! ^_^
Novel ini adalah perpaduan berbagai macam genre. Persahabatan, percintaan, keluarga, semuanya ada! Pesan-pesan yang penulis berusaha sampaikan juga sangat bagus. Aku paling suka usaha penulis untuk mengingatkan saya, pembacanya, bahwa keluarga adalah bagian terpenting dalam kehidupan kita. Bagaimana pun keadaannya, keluarga akan tetap peduli pada kita. Ah, saya jadi terharu. :’)
Untuk unsur percintaannya, sudah, jangan diragukan lagi! Ini, saya beri cuplikan kata-kata cantik dari LDR...

“Kalau seseorang merasa berkorban untuk orang yang dia cintai, berarti dia harus mempertanyakan cintanya tulus atau nggak.” Paul mengerlingkan mata pada Carrie yang tampak bingung. “Kalau kita tulus mencintai seseorang, kita nggak merasa melakukan pengorbanan yang menghabiskan waktu, energi, dan uang kita. Kita ikhlas memberikan apa saja untuknya.” |Hlm. 186

Oh ya, bagi kalian yang menyukai novel dengan twist yang mengejutkan, L’amore di Romeo adalah salah satu novel dengan twist yang (sangat) mengejutkan! Saya sampai dibuat speechless dengan kenyataan yang telah terjadi tersebut. Penasaran? Coba baca juga dan kita obrolin bareng-bareng ;D
Overall, L’amore di Romeo adalah salah satu bacaan yang menarik. Bisa banget buat dijadikan bacaan di saat senggang. Menghibur banget! :D
3 bintang untuk LDR2! ^_^

“Terkadang, Tuhan menciptakan seseorang dalam hidup kita bukan untuk menjadi jodoh kita, melainkan sebagai sosok yang memotivasi dan lebih menghidupkan hidup.” | Hlm. 230


XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Poskan Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon