SKY by Aiu Ahra | Book Review




 
Judul : SKY
Penulis : Aiu Ahra
Penerbit : Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 978-602-03-3463-9
Jumlah Hlm : 280 hlm
*

Lyn merindukan tawa Kay yang dulu. Ringan dan bebas, walau seringkali diiringi air mata cengeng. Tawa yang hilang setelah kematian ibuku. Setelah itu, Kay tinggal bersama keluarga Lyn selama tujuh tahun. Kondisi itu ternyata tidak cukup untuk membuat Kay percaya sepenuhnya pada Lyn.
Sikap Kay yang pesimistis berbanding terbalik dengan Lyn yang ceria. Bahkan ketika Lyn membicarakan tentang kesukaan akan langit dan olahraga lari membuat Kay semakin menutup diri. Meski menyukai musik klasik dan bermain piano, Kay tidak berani menjadikan itu mimpinya, apalagi jika harus mendaftar di universitas musik setelah lulus SMA.
Akankah kehadiran orang-orang dalam hidup Kay dan Lyn membuat mereka menyadari perasaan masing-masing? Atau justru semakin membuat mereka menjauh?

*

                "Hiduplah dengan sebuah keinginan, itu akan membuat kita lebih berarti seenggaknya untuk impian itu sendiri." | Hlm. 234


                Lyn dan Kay adalah sepasang sahabat sejak kecil. Lyn adalah seorang remaja putri yang dipenuhi dengan semangat. Sementara Kay adalah seorang remaja putra yang patah semangat. Dia menjalani hidupnya tanpa semangat karena trauma masa lalu yang dimilikinya.
                Menurut Lyn, Kay perlu mengubah cara pandangnya tentang mimpi. Lyn berusaha untuk mengubah Kay, namun tak ada perubahan berarti hingga seorang siswi pindahan hadir di antara mereka. Karena banyak memiliki kesamaan, Luna, si anak pindahan, dengan mudahnya menjadi dekat dengan Kay. Kehadiran Luna dalam hidup Kay berhasil merubah cara pandang Kay. Kay menjadi seorang remaja yang memiliki mimpi.
                Kay pun bercerita pada sahabatnya, Lyn, bahwa ia ingin menjadi pianis. Kay berkata juga bahwa ia akan mengikuti kompetisi piano seperti yang disarankan Luna. Seharusnya Lyn merasa bahagia dengan perubahan positif itu, namun Lyn justru merasa sebaliknya. Lyn juga sadar bahwa telah ada perasaan istimewa terhadap Kay. Namun, Kay perlahan berubah. Kay menjadi sosok yang perlahan jauh dari Lyn.
                Hingga suatu hari, Kay meminta untuk menjauh dari Lyn. Untuk pertama kalinya, Kay meminta sesuatu pada Lyn. Jadi, mau tak mau Lyn mengabulkan permintaan Kay yang sebenarnya konyol itu. Lyn sama sekali tak mengerti alasan di balik permintaan itu.
                Selama tak ada Kay di samping Lyn, Ethan hadir menemani gadis itu. Ethan mengajak Lyn menemaninya jalan-jalan sambil memotret. Gadis itu menghargai usaha Ethan untuk membuatnya bahagia, namun Lyn tetap tak merasa bahagia. Ia tetap meratapi persahabatannya yang kini kacau. Ia merindukan Kay.
                Lantas bagaimanakah kelanjutan persahabatan Lyn dan Kay? Dan bagaimanakah perasaan Lyn akan bermuara?

"Semua manusia akan sampai di fase di mana mereka harus berubah. Tapi terkadang orang yang paling nggak siap dengan perubahan itu justru orang terdekat mereka. Karena mereka merasa nggak seharusnya orang itu berubah jika justru mengubah suatu hubungan." | Hlm. 220

Ketika saya tahu bahwa SKY adalah novel yang kental akan unsur persahabatan dan percintaan ala remaja, saya buru-buru memasukkan SKY sebagai bacaan saya. Okelah, alasan lebih tepatnya adalah persis seperti kutipan dalam buku ini:

"Banyak orang yang bilang persahabatan cowok dan cewek itu mustahil. Seenggaknya dari sekian persen nunjukin persahabatan itu nggak murni karena pasti ada yang suka sama sahabatnya sendiri." | Hlm. 122

Saya benar-benar menyukai tema demikian. Hehe.
Saya menaruh ekspektasi yang sangat besar pada kisah Lyn dan Kay ini. Sayangnya, saat membaca SKY, saya menyadari ada sesuatu yang familiar dengan SKY. Perasaan familiar ini cukup mengganggu. Cukup lama saya bertanya-tanya kenapa saya familiar, akhirnya saya menyadarinya ketika sampai di sepertiga novel ini. Karakter-karakter dalam SKY mengingatkan saya tentang sebuah anime yang berjudul Shigatsu wa Kimi no Uso
 
Kay yang menyukai piano mengingatkan saya akan Arima Kousei yang juga menyukai piano. Sahabat Kay, Lyn, dengan larinya mengingatkan saya akan Tsubaki yang merupakan sahabat Arima sejak kecil—yang juga menyukai olahraga. Dan Luna yang suka piano mengingatkan saya akan Kaori yang juga membidangi musik dalam anime Shigatsu wa Kimi no Uso. Luna yang berhasil mengubah Kay juga kurang lebih sama dengan Kaori yang “mengubah” Arima.
Sesungguhnya, saya cukup terganggu dengan pola yang mirip ini. Namun, saya berusaha menepis pikiran mengganggu ini dengan fakta bahwa latar belakang dari kisah Lyn-Kay dan Tsubaki-Arima berbeda. Mungkin hal semacam ini wajar karena memang tidak ada satu ide pun yang murni baru, ide-ide yang ada selama ini kebanyakan merupakan upgrade atau olahan dari ide-ide yang telah ada sebelumnya.
Di luar fakta bahwa saya menemukan perasaan familiar yang mengganjal, saya menyukai kisah dalam SKY ini. Perjuangan remaja untuk menggapai dan menemukan mimpi adalah poin yang menarik dalam kisah ini. Bagaimana para tokohnya berusaha berdamai dengan masa lalu dan meyakinkan diri akan mimpi mereka masing-masing benar-benar menginspirasi. Apalagi, balutan persahabatan serta percintaan benar-benar menarik untuk diikuti. Hm, sebagai remaja, saya belajar banyak tentang mimpi melalui novel ini.
SKY dibuka dengan prolog yang memberikan banyak pertanyaan dalam benak pembaca. Untuk memberikan jawaban akan pertanyaan-pertanyaan itu, penulis menulis kisah ini kembali pada masa lalu mereka. Alurnya cenderung lambat, tapi tidak berarti membosankan. Diksi yang dipilih oleh penulis membuat saya betah membacanya. Terlebih, banyak sekali kata-kata inspiratif dari para tokohnya.
Saya masih menemukan kesalahan penulisan dalam SKY. Baik itu kesalahan ketik hingga kesalahan penulisan nama seperti di halaman 104: Lyn melirik Lyn tajam tanpa bertanya. Tidak masalah, saya masih menikmati kisahnya.
Membaca SKY membuat saya kesal, bahagia, sedih, dan marah secara bergantian. Mungkin karena diceritakan dalam sudut pandang orang ketiga serba tahu, jadi pembaca dalam hal ini saya dibuat geregetan dengan jalinan kisahnya. Saya mengapresiasi penulis yang berhasil membawa emosi pembaca turut terlibat dalam kisahnya. Tidak semua cerita berhasil membuat pembacanya bersimpati, SKY adalah salah satu kisah yang membuat saya bersimpati. Keren! (y)
Oh ya, saya sebenarnya berharap bagian Luna akan tereksplor lagi. Penulis hanya menjelaskan Luna setengah-setengah. Latar belakang Luna juga tak sepenuhnya diungkap, membuat saya penasaran. Padahal, jika bagian Luna lebih tereksplor, saya yakin pembaca akan dibuat makin gemas dengan kisah ini. :D
Secara keseluruhan, SKY adalah bacaan yang asyik banget. Saya senang akhirnya kesampaian membaca novel ini. Sebagian besar ekspektasi saya terwujud; kisah persahabatannya dan mimpinya dan endingnya (fyi, saya suka sekali dengan ending-nya :D). SKY keren! Recommended banget! :D
3.5 stars untuk persahabatan Lyn dan Kay! ^^

"Saat kita akhirnya punya seseorang yang kita anggap berharga, hal yang seharusnya kita lakuin adalah mempertahankan dia, bukannya melepaskan dia pergi." | Hlm. 175


  
XO,
PutriPramaa

Imaji Terindah by Sitta Karina| Book Review




 
Judul : Imaji Terindah
Penulis : Sitta Karina
Penerbit : Penerbit Literati
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 9786028740609
Jumlah Hlm : 290 hlm
*

“Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati.”
Tertantang ucapan putra rekan bisnis keluarganya pada sebuah jamuan makan malam, Chris Hanafiah memulai permainan untuk memastikan dirinya tidak seperti yang pemuda itu katakan.
Dan Kianti Srihadi—Aki—adalah sosok ceria yang tepat untuk proyek kecilnya ini.
Saat Chris yakin semua akan berjalan sesuai rencananya, kejutan demi kejutan, termasuk rahasia Aki, menyapanya. Membuat hari-hari Chris tak lagi sama hingga menghadapkannya pada sesuatu yang paling tidak ia antisipasi selama ini, yakni perasaannya sendiri.

*
 
La Distances Blog Design by Ipietoon