Holy Mother by Akiyoshi Rikako | Book Review





Judul : Holy Mother
Pengarang : Akiyoshi Rikako
Penerjemah : Andry Setiawan
Penerbit : Haru
Terbit : Oktober, 2016
Jumlah Hlm : 284 hlm
*

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh.

Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

*


“Seorang ibu yang melindungi anaknya akan mengerahkan seluruh kekuatannya.” Hlm. 18

Honami adalah seorang ibu yang untuk mendapatkan seorang anak saja dia harus berjuang mati-matian; melawan sakit, tekanan dari orang lain, serta ketidakpekaan dari orang-orang di sekitarnya tentang kondisinya yang sulit hamil itu. Pada akhirnya, Honami memiliki seorang putri. Seorang putri yang akan ia lindungi sampai kapan pun.
Suatu hari, terjadi pembunuhan mengerikan di Kota Aiide. Seorang bocah laki-laki ditemukan meninggal di tepi sungai dengan keadaan yang tak pantas. Bocah itu dibiarkan telanjang dengan alat kelamin dipotong serta disinyalir dia juga diperkosa. Keadaan korban tersebut benar-benar membuat pihak polisi kebingungan mencari bukti karena selain dibiarkan telanjang, tersangka pembunuhan juga membersihkan tubuh korban dengan pemutih.
Kasus pembunuhan tersebut membuat warga kota Aiide makin waspada. Salah satunya adalah Honami. Ia khawatir akan keselamatan putri satu-satunya. Hari demi hari polisi menyelidiki kasus tersebut dan suatu malam dia menemukan seorang sedang bertingkah aneh di sekitar lokasi penemuan mayat korban tersebut. Dia melaporkannya pada polisi, namun polisi tidak memberikan reaksi yang ia harapkan. Honami tidak percaya dengan pihak kepolisian. Ia harus melindungi anaknya sendiri.
Honami memutuskan untuk mencaritahu sendiri tentang orang tersebut. Dia mengikuti orang tersebut dan menyelidikinya sendiri. Hingga suatu hari kasus pembunuhan anak di Kota Aiide berubah menjadi kasus pembuhan berantai. Kota Aiide berubah menjadi kota yang mengerikan seelah penemuan korban pembunuhan kedua.
Lantas, bagaimana Honami melindungi putri tunggalnya itu?

“Pemerkosaan itu membunuh jiwa. Membunuh tubuh. Membunuh masa depan.” Hlm. 78

“Tapi, seorang anak benar-benar berharga. Sebelum dia lahir, kami benar-benar satu tubuh. Meskipun sesudah lahir kami berpisah menjadi dua tubuh, saya merasa bahwa kami terhubung lewat pusar kami. Meskipun kami berjauhan, rasanya anak itu ada di sisi saya. Antena saya selalu mengarah kepada anak saya. Ibu itu sosok yang hebat. Karena itu, menurut saya perasaan seorang ibu tidak bisa dianggap remeh.” Hlm. 139

EPIC!
Seperti karya Akiyoshi Rikako sebelum-sebelumnya, novel ini tergolong novel yang sulit untuk di-review. Bukan karena ceritanya yang terlalu biasa hingga bingung harus menulis bagian serunya dimana, melainkan karena novel ini terlalu epic.
Ini adalah novel ketiga Akiyoshi Rikako yang kubaca setelah Girls in The Dark dan The Dead Returns. Sama seperti genre-genre sebelumnya, Rikako menggabungkan unsur misteri, thriller, high school, dan family menjadi satu. Untuk Holy Mother sendiri, unsur yang paling ditonjolkan adalah keluarga—judulnya saja mengandung unsur Mother. Seperti judulnya, novel ini sarat akan perasaan seorang ibu.
Dari pengalamanku membaca Girls in The Dark dan The Dead Returns. Gaya menulis Rikako makin berkembang. Penulis makin mahir untuk menarik sedikit demi sedikit fakta, bahkan meramu twistnya dengan begitu apik. Ya, novel ini memiliki plot twist yang sama sekali tidak terduga. Bahkan aku tertipu dua kali, bayangkan saja, sebagai pembaca aku telah tertipu dua kali. Aku acungkan jempol untuk penerjemahnya—Kak Andry—yang berhasil menerjemahkan tulisan ini dengan bahasa yang sesuai tanpa menimbulkan alis mengernyit. Seolah-olah, Kak Andry ini berkonspirasi dengan penulis untuk membuatku tertipu. Sial banget.
Holy Mother merupakan novel yang dikonsep memiliki alur maju-mundur. Jadi berulang kali penulis mengupas satu persatu dari masing-masing tokoh. Penulis mampu memosisikan dirinya dengan baik dalam menceritakan hal-hal di sekitar tokohnya meskipun tidak merubah point of view-nya. Keren banget!
Kalau ditanya tentang bagian yang paling kusukai dari novel ini, maka aku akan menjawab, Plot Twist-nya dan Blurb-nya. Secara plot, novel ini sangat menarik. Terlebih pada bagian akhir yang mulai menunjukkan fakta dari dugaan-dugaan yang dilontarkan. Aku benar-benar syok dengan twist yang dihadirkan penulis. Semua dugaanku salah dan penulis membuatku kagum dengan idenya yang sangat wow ini. Buku ini adalah yang terbaik dari 3 karya Akiyoshi Rikako yang diterjemahkan, disusul Girls in The Dark dan The Dead Returns.
Sebenarnya, aku cukup sebal dengan kehadiran-kehadiran spoiler di internet tentang Holy Mother ini. Bacanya jadi nggak semenghentak jika aku tanpa membaca spoiler. Aku sudah menahan diri supaya tidak membaca review di goodreads, di book blog, serta booktube. Tapi, tetep aja ada yang share di timeline twitter. -_-
Pesan yang penulis ingin katakan di novel ini adalah ...


Ibu akan melakukan segala-galanya demi anaknya.

Sebenarnya tentang itu saja, tapi Rikako meramu cerita ini dengan epik. Bahkan penulis juga memberikan penjelasan tentang perjuangan Honami untuk mendapatkan anak. Penjelasan medisnya sangat banyak dan itu benar-benar menarik untuk dibaca. Selain menambah ilmu, bagian background medis ini juga membangun ceritanya lebih kuat.
Secara keseluruhan, Holy Mother ini adalah novel yang worth it banget buat dibaca. Saranku, kalau mau membaca buku ini, jangan baca review-nya di goodreads, lihat ratingnya saja di goodreads, lalu beli langsung di toko buku offline kesayang kamu atau toko buku online kesayangan kamu. Tapi, kalau kalian pengen mendapatkan buku ini secara gratis, bisa nih ikutan giveaway-nya di blog ini dan 4 blog lainnya. 


Novel ini sangat seru dan patut sekali untuk dibaca! Rugi banget kalau nggak baca! Recommended!
4 stars of 5 stars untuk Holy Mother!

“Seorang ibu sampai kapan pun akan mendukung anaknya.” Hlm. 217


XOXO
PutriPramaa


40 komentar:

  1. Setuju banget seorang ibu adalah wonder woman

    BalasHapus
  2. Dari awal keluar novel Holy Mother ini, ulasannya cuma bikin penasaran aja karena cuma sedikit sekali. Tapi memang rating yg muncul di info TL sedikit banyak mempengaruhi,jadi trik spoiler nya ngga bikin puas. Berhubung meluncur ke toko buku offline/online membuat khawatir suasana dompetku,jadi aku pilih opsi terakhir dari kak putri ini. Berburu giveaway.

    BalasHapus
  3. dilihat dari review dari kak putri aja udah bagus banget isi dari bukunya yang mengisahkan perjuangan seorang ibu untuk anaknya, jadi penasaran banget deh sama isi bukunya .. memang seorang ibu pasti akan melakukan apa saja demi anaknya :)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Dan aku yakin, kisah ini akan membawa haru biru sendiri untukku. Tema keluarga, terutama ibu, entah kenapa selalu membuat sesak napas...hiks

    BalasHapus
  6. blm pernah bca karyanya, jdi sangat penasaran bget. apalgi novel holly mother ada unsur pembunuhan juga kan? aku bayangin suasananya udh merinding.

    BalasHapus
  7. 4 stars of 5 stars. Bikin penasaran banget...

    BalasHapus
  8. Waduh pengen beli banget nih.
    Tapi harus punya yg Girls in the Dark dulu yaa biar lebih afdhol

    BalasHapus
  9. Aku suka banget gaya bahasa dan alur cerita novel karya Akiyoshi sensei yg gak mudah ditebak. Tema yg diangkat dalam novel ini juga menarik, tema keluarga terutama fokus pada seorang Ibu.

    BalasHapus
  10. 4 dari 5? keren nih kayaknya :D

    BalasHapus
  11. Ibu akan melakukan segala-galanya demi anaknya.

    aku setuju dengan kalimat itu. ibu emang rela berkorban demi anaknya, untuk kebahagiaan anaknya :)

    BalasHapus
  12. Saya sudah tertarik sama buku ini sejak... hmmm, sejak pertama kali melihatnya di ulasan goodreads. Tak lama sesudahnya, ulasan bernada pujian kepada penulis (yang bahkan katanya setara dengan Gillian Flynn meramu Gone Girl) membuat saya semakin penasaran. J-lit termasuk genre yang baru bagi saya, dan buku ini berhasil memancing rasa penasaran saya untuk berkenalan buku-buku bertema ini lainnya. Semoga segera berjodoh dengan buku ini :D

    BalasHapus
  13. Buku ini udah sejak lama menarik perhatianku. Memang seorang Ibu pasti akan melakukan aapa saja untuk melindungi orang-orang yang disayanginya terlebih anaknya. Buku ini menawarkan ketangkasan seorang Ibu juga konflik yang sepertinya penuh balutan misteri. Bener-bener penasaran deh sama bukunya

    BalasHapus
  14. Aku pengen baca dan buktikan sensasinya sendiriiiiii... aaaaakkk..

    BalasHapus
  15. Review-nya nendang banget putri, keren. Aku terlalu penasaran sama judul dan covernya yang keren abis, ditambah temanya yang rasanya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Inti masalah ini sebenarnya ga jauh beda dari berita-berita yang beredar belakangan, meski ga semua sampai tahap eksekusi, tapi tetep aja mengerikan. Penasaran, penasaran, penasaran :D :D

    BalasHapus
  16. Reviewnya bikin baper maksimal. Bikin penasaran dan hati ikut nebak-nebak ketika membacanya. Pokoknya the best lah

    BalasHapus
  17. ceritanya keren ttg ibu
    ini pertama kalinya baca novel yg temanya family dan bagus bgt ttg perjuangan orang tua :')

    BalasHapus
  18. Bener kak. Ngga ada ibu yg jahat. Seorang ibu punya cara unik masing masing untuk menyampaikan perasaannya kepada anak

    BalasHapus
  19. jujur saat pertama buku ini rilis aku ga tertarik untuuk baca. tapi begitu baca-baca review orang dan nonton review di booktube juga jadi penasaran banget sama twistnya yang katanya keren banget itu. asli deh pengen bacaaa

    BalasHapus
  20. Novel-novelnya Akiyoshi emang keren-keren. Apalagi yg Girl In The Dark.

    BalasHapus
  21. Novel-novelnya Akiyoshi emang keren-keren. Apalagi yg Girl In The Dark.

    BalasHapus
  22. Judulnya saja sudah menarik perhatian. Ternyata setelah baca review-nya, ceritanya makin menarik. Semoga ada kesempatan untuk membacanya :)

    BalasHapus
  23. So kakak ngasih rating ini 4, udah pasti kayanya emang worth to read :)

    BalasHapus
  24. Awalnya saya takut membaca review ini. Takut spoiler, hehe. Untunglah ternyata aman :D Malah saya salut karena selain membahas unsur-unsur intrinsik, review ini juga mengupas gaya terjemahan novel ini. Jadi baper (bawa penasaran), nih hahaha. Seandainya saya boleh kasih poin untuk review ini, saya akan memberi 5/5 poin. Hehe. Sukses terus ya, kak~

    BalasHapus
  25. karena temanya tentang pembunuhan apakah bakal ada gore-gore?
    dari riview mbak Putri kayaknya bagus, sempet tergiur tapi
    tapi takut akhirnya angst,
    huhu, tapi aku suka sih karya-karya sebelumnya Akiyoshi Rikako.
    Thanks mbak Riviewnya

    BalasHapus
  26. Aku udah baca Girls in the Dark dan agak aneh waktu baca endingnya. Akhirnya aku baca lagi dan baru paham xD sumpah sadis tapi kalau dipikir lagi gimana pelintir-pelintir ceritanya, jadi lucu. Agak sedih sih belum baca The Dead Return, tapi lebih sedih lagi baca komentar di fb dan twitter yang isinya, "Jangan ngeliat review apa pun."
    Makin banyak kata 'jangan' makin penasaran, akhirnya aku menduga ceritanya bakalan punya ending sama sadis kayak Girls in the Dark --' semoga bukan mirip itu

    BalasHapus
  27. Semoga jodoh sama buku ini, penasaran banget soalnya.

    BalasHapus
  28. Aku juga jarang baca review karena takut spoiler dan malah gak tertarik lagi sama sebuah novel.
    Tapi kalo mau buku gratisan biasanya kudu baca reviewnya sbg syarat hahahaaa :D
    Gak pa-pa juga sih, biar makin penasaran aja.

    BalasHapus
  29. Baca nya review nya, bikin penasaran ya.. bagaimana Honami melindungi anaknya.. kayanya baca nya bakalan deg deg serr..

    BalasHapus
  30. Aku termasuk penggemar cerita-cerita thriller. Kayaknya buku ini WAJIB kubaca. Aku paling suka sama kasus-kasus kriminal, detektif dan pembunuhan yang dilakukan psikopat. Baca sinopnya, kayaknya seru nih... :D

    BalasHapus
  31. sebenarnya aku tidak terlalu sering membaca cerita thriller, aneh saja ketika kita merasakan ketakutan yang tidak jelas. hehe. Tapi Holy Mother membuatku ingin membacanya mengingat ada "ibu" disana. ibu yang akan selalu berbuat apapun untuk anaknya. pasti menyentuh dan bisa banyak belajar dari buku ini.

    BalasHapus
  32. Ih aku jdi tnbh pnsaran baca review di atas.. ..aku tinggal melengkapi yg terakhir karna ku sdh punya the girl in the dark dan the dead returns

    BalasHapus
  33. Ih aku jdi tnbh pnsaran baca review di atas.. ..aku tinggal melengkapi yg terakhir karna ku sdh punya the girl in the dark dan the dead returns

    BalasHapus
  34. baca judulnya saja sudah membangkitkan kenangan pada ibu, apalagi baca sinopsis + review dari buku holy mother, teringat akan perjuangan ibu dari sebelum aku dilahirkan sampai aku sebesar ini. Hiks.
    pengen baca novel ini, pengen banget.
    uda beberpa kali ikut GA novel ini tapi belum rezeki.
    mudah-mudahn yang kali ini berhasil.
    jika dapat, pengen saya sharing dengan kakak saya yang belum sepenuhnya melepaskan ibu. :)

    BalasHapus
  35. Wow, cerita thrillernya kayaknya enggak kentang ya dan plotnya katanya gila banget. Duhhhh mau baca juga. Apalagi pesannya dalam bgt mengingatkan kita akan perjuangan seorang ibu yang akan melakukan segala cara untuk melindungi anaknya

    BalasHapus
  36. Baca dari review blog itu ke blog ini rasanya makin penasaraaaan :3 terpesona aku sama ulasannya. Dududuh, rating 4 dari 5? Luarbiasa..

    BalasHapus
  37. Penulisnya udah terkenal, tiap bukunya diterjemahkan, ratingnya tinggi. Nggak ada alasan untuk menunda-nunda beli buku ini. Meskipun belum baca GiTD dan TDR

    BalasHapus
  38. dari judulnya saja aku sudah sangat tertarik novel ini karena berjaitan dengan Ibu, seseorang yang sangat berharga dalam hidup siapa pun itu.

    BalasHapus
  39. ibu akan melakukan segala-galanya demi anaknya.
    suka quote ini.. nyokap aja yg kutunjukin quote ini hampir nangis keinget nenek. Perjuangan seorang ibu memng patut diacungi jempol. gak ada yg bisa menandingi seorang ibu dlm hal apapun.
    keren deh.. aku sempet baca spoiler di goodreads dan yahhh.. jadi pengen punya novel ini

    BalasHapus
  40. Aku juga kapok sama review di goodreads. Dulu pernah baca review GITD, ealah malah ada yang nulis nama pelakunya secara terang-terangan. Buset. Nggak lagi-lagi deh buka goodreads untuk novel genre thriller kayak begini. Trauma. :D

    BalasHapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon