Tempat Baca menurut Putri Pramaa | Selasa Bercerita



Halo!
Jumpa lagi di Selasa Bercerita. Kali ini kita akan bahas tentang tempat bacaku. Hanya berbagi saja dan tidak bermaksud mengajak kalian untuk mengikuti gaya dan tempat membacaku ini karena katanya ...
Baca juga di Peek The Book | Baca juga di Ketimpuk Buku | Baca juga di The Lady Book

... gaya dan tempat bacaku ini nggak bagus untuk kesehatan. Mungkin suatu saat akan berubah. Sejauh ini aku hanya bisa membaca dengan khusyuk di tempat ini, karena kalau bacanya di tempat lain aku malah nggak pernah ganti halaman, huft.
Oke-oke, mari kuberitahu, tempat membacaku adalah ...
TEMPAT TIDUR
Hahaha! Aku ini librocubicularist, saudara-saudara. Sederhanya, aku ini pembaca tidur. Jadi, biasanya aku membaca dalam keadaan duduk di tempat tidur sambil senderan ke kepala tempat tidur. Kalau sudah pegel, biasanya aku malah tiduran dan membaca dengan mengangkat buku ke atas. Capek baca gitu, hehehe. Kalau sudah capek tangannya lanjut baca dengan posisi miring.
Baca seperti itu sama sekali nggak baik untuk kesehatan mata. Baiknya kan 30 cm, faktanya saat membaca aku keseringannya hanya sekitar 20 cm-an Jangan ditiru ya untuk kebiasaanku ini. Lebih baik teman-teman pembaca bacanya yang normal-normal saja, ya.
Aku punya khayalan tentang tempat membacaku. Sebenarnya ini nggak masuk bahasan utama sih, tapi aku pengin cerita aja. :p Jadi, aku pengin banget punya ruang baca. Jadi di ruang baca itu adalah space berukuran sekiar 2 x 2 meter dan menghadap ke jendela. Pengennya sih view di luarnya pohon-pohon berdaun duri begitu. Halah, aku malah ngayal banget, ya. Tapi, siapa tahu suatu saat terwujud mimpiku ini, hahaha!
Kalau penasaran dengan penggambaran tempat baca favoritku itu, kalian bisa lihat di bawah ini:











Oke, sekian Selasa Bercerita kali ini. Sampai jumpa pekan depan! ^_^


XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon