Malam-Malam Terang by Tasniem Fauzia Rais and Ridho Rahmadi | Book Review



 Judul : Malam-Malam Terang
Penulis : Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 9786020324548
Jumlah Hlm : 246 hlm
*

Berawal dari kegagalan memperoleh nilai ujian akhir yang cukup untuk melanjutkan sekolah di SMA impiannya di Yogya, Tasniem, gadis yang saat itu berusia 15 tahun, menantang dirinya untuk merantau ke luar negeri. Berbekal restu sang ibu yang rela menjual sepetak tanah, ia berangkat ke Singapura melanjutkan sekolah dengan bekal memenangi apa yang “direbut” darinya.
Hidup di Singapura dan belajar di sekolah internasional mengantarkan Tasniem melihat dunia global. Di sisi lain, remaja belasan tahun ini juga didera cobaan hidup merantau; rindu keluarga, kesepian, terasing, dan uang pas-pasan seringkali merayunya untuk menyerah dan pulang.
Beruntung, Tuhan kirimkan tiga teman serantau; Cecilia asal China, Aarin asli India, dan Anglina dari Indonesa. Empat sekawan ini sekalipun berbeda dalam keyakinan dan banyak hal lain, berhasil melewati suka-duka dan sukses membangun persahabatan. Petualangan mereka menjadi suguhan menarik sarat makna.
Mampukah Tasniem memenangi apa yang menjadi tekadnya? Mampukah ia menjadi bintang yang paling terang?

*


Kadang-kadang kebenaran itu relatif. Pada suatu titik, kamu mungkin mendapati sesuatu lebih tepat lagi untuk dipertimbangkan.


Tasniem merasa begitu gagal ketika NEM-nya tak menyentuh angka 48—yang merupakan nilai minimal yang harus didapat bila ingin masuk ke sekolah impiannya, SMA 3. NEM Tasniem 44,73 dan itu benar-benar membuatnya seolah-olah kehilangan dunianya. Tasniem mengurung diri dan dihantui mimpi buruk.
Lalu, tercetuslah ide untuk menantang diri untuk melanjutkan studi ke Singapura setelah sebelumnya Tasniem mencari pencerahan dengan pergi ke rumah neneknya. Dan, jalan menuju mimpinya perlahan mulai jelas. Tasniem pun segera mengutarakan niatannya untuk belajar ke Singapura pada orang tuanya. Semula, orang tuanya tidak setuju karena alasan biaya yang mahal, namun akhirnya mereka setuju. Dengan menjual sepetak tanah, Tasniem berangkat ke Singapura dengan semangat untuk membalaskan apa yang telah menjadi kegagalan baginya di masa lalu.
Sebenarnya, Tasniem merasa sedikit malu dengan keputusannya ini. Pernah terbersit di pikirannya, apa segitu malukah ia sampai lari ke Singapura?
Di Singapura, ia belajar di Global College yang merupakan sekolah bagi banyak pelajar dari seluruh penjuru dunia. Tasniem harus beradaptasi dengan dunia barunya yang begitu global, terlebih bahasa Inggris-nya masih belum terlalu lancar. Di sana, Tasniem bertemu dengan 3 orang yang menjadi teman sekamarnya di asrama, bersama mereka Tasniem belajar menjadi lebih baik lagi dan menyadari bahwa meskipun berbeda, tidak ada batasan untuk berteman. Dari yang semula friends by default mereka menjadi sahabat yang baik. Mereka menjalani hari-hari dengan penuh toleransi dan saling membantu.
Lantas, apakah perjuangan Tasniem berbuah manis? Apakah ia mampu ‘membalaskan’ apa yang telah membuatnya terpuruk?

Hidup adalah kumpulan episode, rangkaian cerita tentang perjalanan kita yang penuh suka dan cita. Kadang tangis dan sedih melanda untuk membuatmu lebih kuat dari yang sebelumnya.


Kalau kalian ingin menanam benih semangat, memupuk semangat, dan memanen semangat, buku ini wajib dibaca oleh kalian! Mengapa bisa saya bilang seperti itu? Kisah Tasniem adalah representasi dari remaja-remaja yang terpuruk karena suatu kegagalan yang sesungguhnya akan menuntunnya ke arah yang lebih baik lagi, yang Tuhan berikan padanya sebagai yang lebih baik dari apa yang kamu ekspektasikan.

“Generasi muda seperti kamu, kelak akan diperlukan bangsa ini. dengan merantau jauh demi ilmu, maka Tuhan punya alasan kuat mengapa Dia akan memilihmu suatu saat kelak. Ya, karena kamu pekerja keras. Jadikan kegagalan sahabat terbaikmu, karena hanya dialah yang setia dalam mengingatkan untuk selalu berusaha yang lebih baik. Tanpanya, kamu tidak akan pernah maju.”


Sebagai seorang remaja yang pernah mengalami dialami Tasniem, saya merasa kecil. Permasalahan saya mungkin sejenis dengan apa yang dialami Tasniem, tapi penyelesaian saya jauh sekali dari apa yang Tasniem pikirkan. Dari kisah Tasniem ini, saya belajar banyak hal tentang bangkit dari keterpurukan. Saya merasa nggak ada apa-apanya karena saya nggak benar-benar menjadikan kegagalan sebagai sahabat terbaikku. Yang ada adalah saya mencoba move on plus menghapus itu habis-habisan, bukannya dijadikan pengingat berusaha yang lebih baik melainkan pengingat akan kekalahan. Saya merasa mental saya masih belum ada apa-apanya saat membaca novel ini.

Kalau Tuhan begitu serius memperhatikan detail dalam tubuh kita, seharusnya kita manusia, lebih serius lagi memastikan tubuh kita tetap sehat.


Dari novel ini saya belajar tentang keberadaan dan peran Tuhan dalam hidup. Saya bukanlah orang yang abai akan kesehatan, tapi saya sering memberi reward aneh-aneh pada diri saya. Misal, apabila saya mendapat nilai yang sangat bagus, saya akan memakan cokelat dan lain-lain. Sejak membaca buku ini, bisa dibilang saya dapat tonjokan keras. Sok-sokan memperbolehkan tubuh untuk makan makanan tidak sehat, memangnya saya Tuhan?

Namun cinta, tak perlu akal, sebaliknya akal lah yang perlu cinta.


Aku percaya kalau Tuhan sudah menuliskannya, maka aku dan kamu takkan ke mana—kecuali akhirnya nanti pasti bersama.


Malam-Malam Terang tidak hanya menyuguhkan kisah menuntut ilmu di negeri orang saja, Malam-Malam Terang menceritakan tentang persahabatan, kebersamaan suatu keluarga, romansa yang menggebu-gebu namun tetap positif, dan banyak lagi. Malam-Malam Terang adalah paket komplit yang coba disuguhkan oleh Tasniem Fauzia Rais dan Ridho Rahmadi.
Dalam penulisannya sendiri, penulis selalu menyelipkan nasihat-nasihat yang terkadang membuat novel ini terkesan lambat dan tidak langsung pada poinnya. Namun, gaya menulis yang penuh kata mutiara ini sangat menarik, sayangnya jika terlalu banyak tidak membuat nyaman juga. Saya tidak bisa menampik keberadaan salah ketik pada novel ini, saya masih menemukannya, tetapi kehadiran salah ketik itu tidak membuat saya merasa terganggu.
Secara keseluruhan, Malam-Malam Terang adalah kisah tentang semangat. Dan siapa saja bisa membacanya karena semangat harus dimiliki siapa saja tidak terbatas oleh segmen tertentu. Harapan saya untuk novel ini adalah sequel dari kisah ini. Saya penasaran dengan bagaimana Tasniem survive lagi di Jepang! Selain itu, saya juga penasaran dengan kisah Tasniem-Ridho. Semoga penulis dan penerbit berkenan untuk menerbitkan kelanjutan kisah Tasniem ini.

Bagiku, dan aku yakin juga bagi kebanyakan anak, kebanggaan orang tua adalah salah satu dari puncak sebuah perjuangan. Ketika mereka tersenyum bahagia karena apa yang telah kita capai, rasanya dunia dan seisinya telah mendedikasikan seluruh yang mereka punya untuk kita.


3.5 bintang untuk Malam-Malam Terang!

XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon