Ada Apa Dengan Cinta? by Silvarani (story: Mira Lesmana, Riri Riza, Prima Rusdi) | Book Review



 
Judul : Ada Apa Dengan Cinta?
Penulis : Silvarani
Cerita: Mira Lesmana, Riri Riza, Prima Rusdi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 9786020326450
Jumlah Hlm : 192 hlm
*

Apa lagi yang kurang dalam hidup Cinta? Ia punya keluarga yang bahagia, popularitas di sekolah, banyak pengagum, dan yang paling penting, ia punya sahabat-sahabatnya. Alya, Maura, Milly, dan Karmen membuat hari-harinya selalu berwarna. Mereka adalah pusat dunia Cinta.
Sampai suatu hari, ia berkenalan dengan Rangga, cowok jutek dan penyendiri yang lebih suka berteman dengan buku daripada manusia. Ternyata mereka sama-sama menyukai puisi, minat yang tak bisa Cinta bagi dengan keempat sahabatnya. Dan perlahan hal itu membawa perubahan pada dirinya, membuat orang-orang di sekitarnya bertanya-tanya, ada apa dengan Cinta?
Ketika Cinta sendiri pun ikut mempertanyakan dirinya dan persahabatannya menjadi taruhan, apa yang sebaiknya ia lakukan?

*


“Bila emosi mengalahkan logika, terbukti banyakan ruginya. Bener, kan?”


Cinta adalah seorang siswi SMA yang begitu populer di sekolahnya. Keluarganya sempurna, banyak orang yang mengaguminya bahkan hingga meniru gayanya, dikejar-kejar cowok keren, dan tak lupa dia punya sahabat-sahabat yang begitu setia kawan. Sahabat-sahabatnya antara lain Maura, Alya, Milly, dan Karmen. Bagi Cinta persahabatannya adalah pusat dunianya karena dengan persahabatan itulah dunia Cinta menjadi lebih seru meskipun setiap sahabatnya tidak memiliki karakter yan sama dengannya. Alya yang pendiam sekaligus paling dewasa sehingga tidak jarang dialah yang paling mengerti Cinta, Maura yang katanya menyerupai Cinta namun memiliki kebiasaan nyablak, Karmen yang tomboy dan sangat menyukai basket, dan Milly yang menggemaskan dan polos (sekaligus lemot).
Suatu hari, kehidupan Cinta harus bersinggungan dengan Rangga—cowok yang luar biasa dingin, lebih suka untuk menyendiri, dan membaca buku. Hal yang membuat kehidupan Cinta harus bersinggungan dengan Rangga adalah ... Ranggalah yang menjadi juara lomba puisi tahunan—bukannya Cinta. Selain itu, sebagai anggota klub mading, Cinta mau tak mau harus mencantumkan profil Rangga di Mading, akibatnya dia harus mewawancarai Rangga. Dan... dimulailah pergeseran-pergeseran pusat dunia Cinta.
Rangga menolak untuk diwawancara dan membuat Cinta marah besar. Seperti biasa, Cinta selalu menceritakan masalahnya ke sahabat-sahabatnya. Namun, Cinta tak bisa menampik jika puisi yang ditulis Rangga memiliki energi tersendiri yang membuatnya bingung. Bukan hanya puisinya, Cinta juga merasa penasaran akan sosok Rangga.
Ada perubahan pada sosok Cinta. Bahkan Cinta sendiri bingung dengan apa yang terjadi padanya. Ia menjadi kian akrab dengan Cinta dan keempat sahabatnya mulai curiga dengan apa yang terjadi pada Cinta karena tak biasanya Cinta tak menceritakan segalanya pada sahabat-sahabatnya. Perubahan-perubahasan pada Cinta secara tak langsung mempertaruhkan persahabatan mereka. Ada apa dengan Cinta?

Memang benar kata orang bahwa membangun dan memelihara itu cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Namun, hanya dibutuhkan waktu sangat singkat untuk menghancurkan apa yang sejak lama dipelihara.


Ada Apa Dengan Cinta? adalah novel adaptasi film pertama sekaligus novel karya Silvarani pertama yang saya baca. Sebagai novel ‘pertama’ impresi yang diberikan oleh novel ini cukup baik, meskipun saya bukanlah penggemar fanatik Ada Apa Dengan Cinta? tapi saya tidak bisa menampik kalau saya penasaran dengan Ada Apa Dengan Cinta sejak dulu.
Sebagai seseorang yang belum pernah menonton Ada Apa Dengan Cinta?, novel ini memberika kita suatu ‘tontonan’ tentang Ada Apa Dengan Cinta?. Bedanya, saya tidak menggunakan tayangan konkret, melainkan tayangan khayalan di otak untuk mencari tahu kisah Cinta ini. Menarik sekali!
Dari segi penulisan, jangan ragukan kemampuan Silvarani. Penulis satu ini meramu kata demi katanya dengan begitu lihai sehingga kisah Cinta ini mengalir dengan lancar. Gaya bahasanya santai dan gaul mengingat Cinta adalah cewek gaul juga. Bab-babnya yang singkat membuat pace-nya terasa cepat, terlebih pada setiap akhir bab, penulis meramunya dengan kalimat yang membuat penasaran kelanjutannya. Nagih banget!
Kekurangan novel ini terletak pada novelisasi bagian menelepon di mana pada umumnya di film akan ditunjukkan kedua sisi pihak yang melakukan kegiatan menelepon. Dalam satu scene, penulis seolah berada di dua tempat sekaligus, setelah bagian Rangga menelepon serta penunjuk aktivitas yang dilakukannya kemudian dilanjutkan dengan bagian Cinta menelepon beserta penunjuk aktivitasnya. Ini terkesan janggal dan seolah-olah kedua pihak yang saling telepon berada di tempat yang sama. Mungkin jika dalam bentuk konteks film akan terlihat umum, namun saat memasukkan adegan tersebut dalam satu scene pada novel terkesan aneh. Akan tetapi, aku tidak bisa menampik, bila inilah sensasi ‘menonton’ dalam membaca novel ini. Pembaca akan turut berperan sebagai penonton!

Menurutnya, berbaur dengan orang-orang untuk waktu yang lama dan membicarakan topik atau mengerjakan aktivitas yang belum tentu ia senangi bersama mereka sama saja membuang-buang waktu. Atau lebih parah lagi, sama saja hidup dalam kepura-puraan.


Hal yang paling saya sukai dari Ada Apa Dengan Cinta? ini adalah pesan moralnya. Kisah Cinta ini mengingatkan kita untuk melakukan suatu hal yang sebenarnya sederha namun sering terlupa dalam kehidupan kita. Seperti kebiasaan untuk meminta maaf bila melakukan kesalahan (sesepele apa pun itu), jujur pada perasaan sendiri dan tidak memanipulasinya untuk membahagiakan orang lain, menjaga perteman agar tetap solid, dan lain-lain. Hal-hal seperti ini sangat sederhana, tapi kadang keegoisan manusia seringkali membuat kita semua lupa.
Setelah membaca novel ini, aku tidak ragu untuk menjadikan diriku sebagai orang yang menyukai Ada Apa Dengan Cinta? meskipun tidak bisa dibilang bahwa aku fanatik sekali, hehehe. Aku jadi penasaran dengan kelanjutan kisah Cinta ini.
Secara keseluruhan, novel ini benar-benar kurekomendasikan bagi kalian yang
1)      Ingin bernostalgia dengan masa SMA sekaligus era tahun 2000-an yang gempar dengan film ini.
2)      Ingin belajar makna persahabatan yang sesungguhnya sekaligus belajar untuk jujur pada perasaan sendiri.
3)      PENASARAN dengan kisah Cinta tapi belum pernah nonton! :D
Harapanku untuk kisah Cinta ini sebenarnya sederhana. Aku berharap agar kisah Cinta di AADC2 juga memiliki novelisasi yang memukau macam novelisasi AADC ini. Semoga harapanku yang satu ini terwujud. Aamiin.
Jadi, 3 bintang untuk AADC! ^_^

Pada akhirnya, manusia harus mengikuti detik demi detik yang bergulir maju. Rangga tahu menoleh ke belakang hanya untuk mengingat dan mengenang, bukan untuk berlari mundur.




XO,
PutriPramaa

1 komentar:

  1. yukk mampir ke website kita, ada banyak informasi tentang Smartphone hehe :)

    DEMAK KENDAL SEMARANG UNGARAN

    BalasHapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon