What Kind of Reader Are You? | Selasa Bercerita




Halo!
Pekan ini kita akan bercerita tentang diri kita sendiri, yaitu jenis pembaca apakah kita? Setiap orang memiliki karakter sendiri-sendiri, bukan? Oleh karena itu, membaca kisah orang lain pastilah menarik.

Baca juga punya Mbak Asri di sini dan Mbak Intan di sini
So, aku adalah ....

Polygamist Reader

Multi task reader, loves reading many books at a time, never mixes the plots.
Aku terkadang heran dengan kebiasaanku ini. Mungkin karena aku adalah tipe orang yang mudah bosan dan mungkin juga karena aku adalah tipe orang yang mudah penasaran. Aku bisa membaca beberapa buku sekaligus dalam satu waktu. Oleh karena itu, Currently Reading di goodreadsku tidak pernah berisi satu buku saja. Untuk sekarang ini, aku membaca buku-buku berikut:
  1. Satu Mata Panah pada Kompas yang Buta karya Suarcani
Aku telah membaca hingga halaman 52. Aku memutuskan buku ini karena aku penasaran dengan ceritanya dan ... tanganku gatal sekali untuk membuka segelnya padahal akhir-akhir ini banyak buku yang kubaca. Huft.
  1. Meraih Mimpi Dengan Beasiswa karya Abellia Anggi Wardani
Buku ini adalah satu-satunya buku nonfiksi yang kubaca (jika buku pelajaran tidak dihitung, sih). Aku meletakkan pembatas bukunya di halaman 93. Halaman 93 menceritakan tentang “Riset Dulu Sebelum Memilih Jurusan/Universitas”. Nah, aku masih belum sanggup membacanya karena jika aku membacanya, aku pasti langsung galau dan bolak-balik ke website universitas selama berjam-jam (yang berakhir dengan mata capek dan ... TIDAK MEMBACA!)
  1. 00:00 karya Ardelia Karisa
Berhenti sementara di halaman 38. Aku suka dengan gaya bahasanya. Mungkin ini seleraku saja ya, aku menyukai buku dengan bahasa yang dicampur aduk (selama aku mengerti maksudnya) dan di buku ini Kak Ardelia menulis dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Bisa dibuat belajar lah.
  1. Auguste Dupin (Detektif Eksentrik Dari Prancis) karya Edgar Allan Poe
144 halamannya sudah kubaca. Aku sudah penasaran dengan Edgar Allan Poe sejak dulu karena katanya penulis kisah detektif kesukaanku terinspirasi dari karya-karya Poe. Jadilah aku membaca buku ini, lumayan untuk berkenalan dengan Poe.
  1. Dan lain-lain... (masih ada buku yang sedang kubaca, tapi tidak sejauh halaman-halaman buku di atas. Hehehe)
Dari buku-buku di atas, kalian bisa lihat sendiri bahwa konsisten membaca satu buku bagiku itu agak sulit. Otakku ini tidak mau membaca satu buku saja. Ketika aku sebal dengan tokoh suatu buku, aku berpindah ke buku lain, terus seperti itu dan berakhir dengan banyak buku-buku yang masih berstatus Currently Reading. Huft.

Extrovert Reader

Adventurer, grabs everything filled with words, likes new book genres
Aku bisa dibilang sebagai pembaca omnivora. Dari buku-buku yang masuk ke Currently Reading-ku, bisa dilihat kan genre buku apa saja yang kubaca?
Ada misteri, romansa, penemuan jati diri, keluarga, dan lain-lain. Aku tidak merasa bermasalah untuk membaca bermacam-macam genre, tapi ada satu genre yang entah kenapa sulit aku ‘telan’. Genre buku itu adalah genre politik. Aku tidak bisa membaca buku dengan unsur politik yang mendominasi karena... pasti akan berakhir dengan aku yang ngomel sendiri, marah-marah karena tidak sependapat. Setiap membaca buku genre itu bawaannya akan mengingat debat politik atau debat pancasila yang identik dengan pelajaran PPKN. Kan gimana gitu ... -_____-
Di luar itu, aku suka buku dengan penuh intrik. Selama otakku ini bisa menalarnya, aku tidak merasa bermasalah. Selama saat membaca otakku tidak merasa ‘kesakitan’ aku tetap akan menikmati buku yang kubaca. Toh, buku membuka jendela dunia, kan?

Nah itu tapi jenis pembaca yang aku masuk di dalamnya. Kalau kalian jenis pembaca yang mana?
Bye-bye, sampai jumpa di Selasa Bercerita selanjutnya, ya! ^_^


XO,
Putri Prama

4 komentar:

  1. Hebaat, suka salut sama yang bisa baca beberapa buku sekaligus dalam satu waktu. Kalau aku termasuk monogamist reader. Kalau baca buku harus habis dulu satu buku baru lanjut buku lainnya. Sama mungkin agak-agak introvert reader juga yah.. sebenernya suka berbagai genre, tapi aku lebih sering dan lebih cepet nyaman kalau baca fantasy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah, aku suka juga fantasy. Hehehe. Entah kenapa baca fantasi selalu terasa manis wkwkwk
      Semangat membaca, Kak! ^_^

      Hapus
  2. Busetttt.. Belum selesai semua itu, mput, buku yang kamu baca sampai sekian halaman.. Pukpuk buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beginilah aku, tapi kalau baca buku itu adalah amanat, aku seleseinnya cepet, hehehe.

      Hapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon