Finding You Among The Stars by Eka Annisa | Book Review



 
Judul : Finding You Among The Stars
Penulis : Eka Annisa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2016
ISBN : 9786020327549
Jumlah Hlm : 212 hlm
*

Bagi Nadhira, Reo adalah bintang yang selalu menerangi hidupnya. Saat cowok itu meninggal, hidup Nadhira menjadi gelap. Dia menjadi lebih tertutup dan enggan bersosialisasi.
Sampai akhirnya Nadhira bertemu Haykel si mahasiswa menyebalkan di salah satu perpustakaan Jakarta. Herannya, cowok itu mengingatkan Nadhira pada Reo karena sama-sama menyukai alam semesta. Kemiripan itulah yang membuat hati Nadhira pelan-pelan terbuka.
Kedekatan Nadhira dan Haykel membuat Edgar—sahabat Reo—kesal. Bagaimanapun, Edgar lebih dulu menyukai Nadhira. Bahkan cowok itu rela melakukan apa pun demi Nadhira. Kegigihan Edgar pun membuat perasaan Nadhira goyah.
Selain itu, Nadhira juga dihadapkan pada kenyataan menyakitkan tentang asal-usul Haykel, kehidupan Edgar, bahkan misteri kematian Reo.

*


Sesuatu yang penting itu pantes untuk diusahakan.


Hidup Nadhira menjadi muram setelah kekasihnya, Reo, meninggal dunia. Dia tidak lagi bersemangat, jarang tersenyum, dan sering melamun. Namun, setelah bertemu dengan Haykel di perpustakaan demi sebuah buku Sosiologi. Pertemuan mereka bisa dibilang tidak memberikan impresi yang baik. Sifat dingin Haykel di pertemuan pertamanya dengan Nadhira membuat Nadhira kesal habis-habisan dan berakhir dengan sifat ekspresif pada dirinya muncul. Hal itu tentu membuat teman-temannya senang karena kegelapan di dunia Nadhira perlahan menghilang.
Haykel dan Nadhira kian dekat karena buku sosiologi itu. Ternyata, Haykel juga menyukai astronomi—sama seperti Reo. Hal itu membuat Nadhira suka untuk berada di dekat Haykel. Perlahan-lahan, hatinya terbuka untuk kehadiran orang lain.
Akan tetapi, kedekatan Nadhira dan Haykel tidak disukai oleh semua sahabat-sahabatnya. Edgar, sahabat Reo yang juga sahabatnya tampak tidak menyukai kehadiran Haykel. Hal itu karena Edgar telah lama menyimpan perasaan pada Nadhira dan sekarang dia ‘tertikung’ oleh orang lain. Berbagai usaha dilancarkan oleh Edgar untuk mendekati Nadhira. Dan ... perasaan Nadhira yang mulai tertambat pada Haykel mulai goyah.
Bersamaan dengan hal itu, rahasia demi rahasia mulai terkuak bersama dengan kehadiran Haykel di antara mereka. Alasan kematian Reo yang sebenarnya, Haykel yang diam-diam penuh misteri, dan keluarga Edgar. Mampukah Nadhira menghadapinya?

Meski banyak banget hal yang nggak sesuai harapan, pasti ada jalan.


Betapa senangnya saya saat Kak Eka dengan humble bercerita tentang novel pertamanya ini di twitter ketika bukunya belum masuk ke toko buku. Saat itu aku hanya membaca sekitar lima bab di website GWP dan betapa beruntungnya aku bisa membaca bukunya ini sekarang. Yeah!
Finding You Among The Stars adalah novel pertama Kak Eka, tapi tidak memberikan impresi buruk padaku saat perkenalan ini. Di bawah naungan lini Teenlit Gramedia, novel ini memiliki bahasan yang agak berbeda dari teenlit pada umumnya.
Berbicara tentang tokoh-tokohnya, aku kurang suka dengan si tokoh utama. Bagiku Nadhira adalah remaja perempuan yang annoying, maaf. Aku sebal sekali dengan Nadhira yang labil, keras kepala, dan ... yang paling kubenci dari Nadhira adalah kegalauannya yang seolah dialah orang paling sedih di dunia. Tapi, dibalik itu semua, diam-diam aku bisa memakluminya karena masa remaja memanglah masa-masa ketika kita terkesan bingung mengambil pilihan dan labil. Masa remaja adalah masa belajar, tentang cinta kepada lawan jenis, keluarga, mencapai cita-cita, dan mendewasakan diri. Aku juga seorang remaja yang pastinya pernah melewati masa ababil itu, jadi, menurutku karakter Nadhira ini bisa ditolerir lah.
Lalu, ada Haykel. Cowok yang tiba-tiba hadir dan mengubah kehidupan Nadhira. Aku merasa benci dan cinta pada tokoh satu ini. Pertama, aku benci karena dia terlalu pasrah. Bagiku, kalau memang suka ya diusahakan dong! Kedua, aku cinta pada pada tokoh ini karena siapa sih yang tidak mau dicintai dengan sungguh-sungguh seperti cara mencintai Haykel ini?
Dan Edgar... dialah tokoh yang aku sukai! Aku suka dengan cara Edgar selalu berada di sisi Nadhira setiap saat. Aku suka dengan bagaimana caranya menyembunyikan tentang kehidupannya dan tetap peduli pada orang lain. Oh ya, sebenarnya aku mengharapkan lebih banyak scene bersama Adel di novel ini, karena dari kisah yang kubaca di GWP saat itu, Adel adalah sosok sahabat yang menyenangkan. Akan tetapi, pada novel ini, aku kurang merasakan kehadiran Adel sebagai sahabat yang menyenangkan karena apa yang aku harapkan dari kehadiran Adel tak sepenuhnya terwujud.
Aku sebenarnya sedikit heran dengan intensitas pertemuan Nadhira dengan Bunda (ibunya Reo) lebih sering dibandingkan pertemuan Nadhira dan ibunya sendiri. Hal ini membuatku penasaran dengan kisah Nadhira dan ibunya sendiri.
Finding You Among The Stars dikisahkan dari sudut pandang Nadhira. Gaya bahasa yang digunakan Kak Eka benar-benar enak dan mengalir. Aku benar-benar suka dengan cara mengalirnya kisah ini. Lalu, ada bagian dari novel ini yang dikisahkan melalui sudut pandang Haykel dan lagi-lagi aku menyukainya, tidak ada kesamaan tone antara aku-annya Nadhira dan aku-annya Haykel. Mungkin ini karena jika di sudut pandang Nadhira, Kak Eka menggunakan ‘aku’ dan di sudut pandang Haykel menggunakan ‘gue’.
Mitologi Yunani dan Dunia Perbintangan yang menjadi ‘pengawal’ dari kisah ini benar-benar menarik. Untuk novel teenlit, hal seperti ini jarang sekali diterapkan. Aku suka denga perumpamaan-perumpamaan yang digunakan seperti Reo adalah Regulus, dan lain-lain. Selain itu, aku paling menyukai bagian yang membahas tentang tawuran pada novel ini. Dari situ, aku bisa mengerti dan tidak men-judge begitu saja remaja-remaja yang melakukan tawuran. Hidup memang sulit, ya?

“Semua orang pasti punya rasa takut, Nad. Mereka pasti juga takut waktu tawuran. Tapi kalau seseorang udah masuk ke dalam grup, mereka bakal bangun kepercayaan dan keberaniaan yang lebih tinggi. Apalagi kalau merasa kelompoknya solid, mereka bakal berpikir bahwa tindakan mereka bener, meski sebenarnya salah. Contohnya, orang yang takut mengutil bakal berani kalau dilakuinnya bareng-bareng. Mereka membuat persepsi yang salah karena pola pikir itu.”

Dari Finding You Among The Stars ini aku dapat memetik amanah untuk selalu melihat masa depan, bukannya selalu melihat ke masa lalu. Yang akan kita hadapi adalah masa depan, bukan lagi masa lalu. Jadi, memaafkan masa lalu dan menjadikannya pembelajaran adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.
So, 3 bintang untuk Finding You Among The Stars!

XO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon