Tokoh Novel Memorable Katanya Putri Pramaa | Selasa Bercerita

 
Halo!
Bagaimana kabarnya, Fellas? Semoga kalian selalu baik-baik saja, ya. 
Baca juga punya Mbak Asri di sini dan Mbak Intan di sini 
Ini minggu keduaku. Di minggu ini kita akan membahas tentang tokoh novel yang memorable bagi kita semua. Pasti menarik, kan? Karena... semua orang punya tokoh memorable yang berbeda-beda dan alasan yang berbeda-beda pula untuk menjadikannya sebagai ‘memorable’
Kalau berbicara tokoh yang memorable pasti kalian memikirkan tokoh-tokoh fiktif yang tipe kalian banget; cantik, ganteng, pintar, macho, dan lain-lain. Semua orang punya kategori ‘favorit’nya masing-masing. Sebenarnya, banyak sekali tokoh-tokoh novel yang memorable, tapi yang akan kuceritakan di bawah ini hanya satu saja karena ya... aku telanjur jatuh cinta sama tokoh ini. Oke langsung aja, tokoh novel memorable-ku adalah .... *drumroll*


YULENKA BOLOTOVA

    Aku berkenalan dengan Yulenka Bolotova di awal tahun 2014. Bisa terbayangkan bagaimana memorable-nya tokoh ini sampai aku memilihnya sebagai tokoh memorable versiku. Aku berkenalan dengannya di novel Matryoshka karya Ghyna Amanda Putri yang diterbitkan oleh de Teens pada Desember 2013.
    Jadi, dari Yulenka, aku belajar banyak hal. Tentang kesederhanaannya, kegigihannya, dan ketabahannya. Sebagai anak kecil dia tabah sekali. Iya, dia masih anak kecil di novel ini. Masih berusia 7 tahun. Mungkin bagi kalian, ini terdengar agak nggak masuk akal bagaimana seorang anak kecil berusia 7 tahun memengaruhi Hippocampus-ku. Selain itu, Matryoshka ini bukan novel anak-anak, jadi kehadiran Yulenka berusia 7 tahun ini agak aneh, ya?
    Matryoshka menceritakan Virgo seorang pekerja seni yang pergi ke Rusia untuk menemui perempuan yang disukainya. Dia sudah menggerutu habis-habisan dengan harga tiket pesawat Indonesia-Rusia yang mahal banget. Tapi, dia merasa usahanya itu nggak akan sia-sia karena dia akan bertemu dengan perempuan yang dicintainya setelah 7 tahun berlalu. Pasti menyenangkan ya bertemu orang yang dicintai setelah lama nggak bertemu. Nama perempuan itu Yulya.
    Katanya, Yulya akan menunggu Virgo di bawah patung The Bronze Horseman dengan memegang balon berwarna merah. Tapi... Virgo nggak ketemu perempuan dewasa di sana. Bukan Yulya yang ditemuinya, tetapi bocah cilik bernama Yulenka yang mengenalinya bernama Virgo!
    Selanjutnya... dimulailah perjalanan baru dari kehidupan Yulenka dan Virgo di St. Petersburg, Rusia! Kita akan diajak berkenalan dengan Yulenka yang keras kepala, pintar, dan menggemaskan. Dia bersikeras untuk membacakan surat-surat yang katanya dari Yulya itu untuk Virgo. Yulya ini pintar berbahasa Indonesia lho! Membuat Virgo seringkali sebal karena ketika membaca dia masih terbata-bata.
    Yulenka mengajarkanku tentang arti keluarga dan kasih sayang meskipun dia sendiri tidak tahu apa sih itu keluarga. Dia dengan kepolosannya mengingatkan kita pada ayah, ibu, cinta, kepedulian serta kemandirian dalam menjalani kehidupan. Menarik sekali untuk belajar dari anak kecil imajiner seperti Yulenka ini.
    Pada novel ini, Yulenka yang membawa alur cerita terus maju. Dia yang membawa novel ini hingga akhir. Meskipun Yulenka ini bocah yang nyebelin, tapi dia manis kok. Bahkan aku sempat bertanya ke penulis dua tahun lalu *kalau nggak salah* tentang visualisasi Yulenka ini. Dan Kak Ghyna menjawab inilah visualisasi Yulenka: 

Menggemaskan, kan?
Daripada kalian penasaran tentang Yulenka, kalian bisa membacanya di novel Matryoshka karya Ghyna Amanda ini. Berikut ini blurb-nya:
“Kamu ingin gambar apa di atas sana?”
“Bintang!” seru gadis itu riang. “Lal..., angsa.”
“Kenapa angsa?”
“Mmm, karena..., arena angsa membantu Tereska kembali pada ayah dan ibunya. Aku ..., aku tidak tahu, tapi mungkin angsa bsa membantuku kembali pada Yulya.”
*
Tujuh tahun berlalu setelah Yulya meninggalkanku dan pulang ke Rusia, tiba-tiba sebuah surat sampai padaku. Ia mengundangku untuk datang ke negerinya pada tanggal tujuh Agustus, tepat pada hari ulang tahun kami. Ia akan menunggu di bawah patung The Bronze Horseman membawa sebuah balon berwarna merah.
Pada hari yang ditentukan, hey, siapa yang kutemui di sana? Seorang bocah berusia tujuh tahun? Siapa anak ini? Ia membawa banyak surat dari Yulya untukku dan aku harus mendengarnya membaca surat setiap pagi. Yulya pikir, aku betah tinggal lama-lama dengannya? Yulya, aku datang jauh-jauh untuk bertemu denganmu. Di mana kau? Jangan biarkan aku dan anak kecil ini gila karenamu.
Membaca kisah Yulenka ini, aku selalu terharu. Aku suka sekali dengannya yang meskipun masih berusia tujuh tahun tapi ia gigih mematuhi apa yang Yulya inginkan—orang yang tinggal bersamanya inginkan. Oke-oke, mungkin kalian sudah sebal dengan ceritaku yang terlalu sayang ke Yulenka. Kalau kalian penasaran, kalian bisa baca novel ini! 
Matryoshka by Ghyna Amanda

 Sampai jumpa di Selasa Bercerita selanjutnya, ya! Bye-bye!!! ^_^

4 komentar:

  1. Unyu unyuuuuu ya PP
    Ini link punyaku yaaa http://www.ketimpukbuku.com/2016/05/selasa-bercerita-tokoh-novel-memorable.html ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Imut yaaa
      Aku suka bgt pas bagian Yulenka. Apalagi twistnya lumayan bikin kaget.

      Hapus
  2. Astagahhhh.. adeknya minta dibawa pulangggggg... Fix, mputttt, kamu bikin aku mupeng sama adiknyaa... Unyuu.. tapi masih unyuan akuuuu :D

    Ini link aku yaa, mput http://peekthebook.blogspot.co.id/2016/05/tokoh-novel-memorable-hmm-selasa.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Unyu, yaa? Itu anak blasteran, jadi keliatan imutnya wkwkwkkw. >____<

      Hapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon