Penulis-Penulis Favorit Katanya Putri Pramaa | Selasa Bercerita




Halo!
Bagaimana kabarnya, Fellas? Semoga kalian selalu baik-baik saja, ya. 

Baca juga punya Mbak Asri di sini dan Mbak Intan di sini

   Ini pertama kalinya aku membuat postingan Selasa Bercerita di blogku, bersama Princess Asri di Peek A Book dan Empu Intan di Ketimpuk Buku. Senang sekali karena aku bisa bergabung bersama blogger-blogger keren yang jam terbangnya jauh banget di atasku, hehehe.
   Oke, seperti judulnya, di sini aku mau berbagi cerita tentang penulis-penulis yang kufavoritkan. Sebenarnya, banyak sekali penulis yang kufavoritkan, tapi yang akan kutulis di bawah ini adalah penulis-penulis yang dengan aku membaca karyanya untuk pertama kali, aku langsung memutuskan sebagai penggemarnya dan karyanya worth it banget. Oke langsung aja, ya...


  1. Windry Ramadhina
Yang pertama kali membuatku jatuh cinta dengan penulis ini adalah karyanya yang berjudul Montase. Novel ini terbit saat dunia perbukuan Indonesia didominasi novel-novel dengan setting Asia Timur. Ya, Montase itu memiliki unsur-unsur asia timur, dan aku terbawa arus dengan ikut membaca novel-novel sejenis ini.
Gaya bercerita Mbak Windry tegas dan bijaksana, mungkin seperti itu lah Mbak Windry. Selain itu, detail yang diceritakan pada novel-novel selalu nampak, seperti di Montase tentang film dokumenter dan London tentang seorang kurator. Bagusnya lagi, Mbak Windry nggak bikin bosen dengan detail yang ditunjukkan itu, justru membuat betah dibaca! 
 
  1. Orizuka
Aku mengoleksi Seri The Chronicles of Audy yang diterbitkan. Belinya pun iseng karena cover novelnya yang cantik dan berbeda dari kebanyakan novel; berwarna cokelat dan ilustrasinya lucu. Ternyata aku ketagihan membacanya! Bahkan sudah mengoleksi hingga seri ke-3nya, dalam waktu dekat seri ke-4nya akan diterbitkan! Yuhuuu!
Aku suka banget sama sense of humour yang ditunjukkan Orizuka melalui novel-novelnya. Gaya berceritanya sederhana dan berwarna sekali, dari novelnya aku menduga bahwa Mbak Orizuka ini memang orang ceria. Jadi, kalau misalnya aku lagi badmood gitu, novel-novel Mbak Orizuka ini bisa dibaca buat meningkatkan semangat! 
 
  1. Ika Natassa
Aku baru tahu penulis ini kira-kira akhir tahun lalu. Itu pun karena teman-teman facebook yang heboh dengan Pre-Order 1111 novel Critical Eleven. Aku sama sekali nggak tahu apa itu Critical Eleven dan aku nggak tahun dengan Ika Natassa. Lalu, kucoba cari infonya di goodreads dan ternyata banyak banget yang suka karyanya beliau. Aku merutuk, “Ke mana aja sih aku? Nggak tahu Ika Natassa yang segitu populer.”
Setelah itu, iJakarta diluncurkan, dan di sana ada novelnya Ika Natassa—Critical Eleven, Antologi Rasa, dan Twivortiare 2. Jadilah aku pinjem Antologi Rasa karena novel itulah yang diterjemahin ke bahasa Inggris saat di UWRF 2015. Aku baca dan aku SUKA BANGET sama gaya berceritanya yang cheesy khas metropop.
Meskipun dari dua novel yang kubaca, Mbak Ika nggak jauh-jauh dari Banker, novel beliau terlalu memikat buat nggak dibilang favorit. Favorit banget deh Mbak Ika ini!
Oh ya, novel Mbak Ika yang The Architecture of Love sudah rilis di MIWF lho! Ada yang mau beliin aku? Bulan Juni ini bakal dijual di toko buku.
 
  1. Prisca Primasari
Dari ulasanku di atas, mungkin kalian sudah tahu kriteria penulis kesukaanku. Sama seperti yang lain, aku menyukai karya-karya Mbak Prisca karena gaya berceritanya yang sederhana, klasikal, dan magis. Ceritanya seolah selalu memiliki misteri dan aku selalu penasaran dengan misterinya!
Seperti saat membaca French Pink, aku sama sekali nggak nyangka kalau light fantasy novel itu bakal memiliki akhir seperti itu. Tulisan-tulisan Mbak Prisca selalu penuh misteri, dan aku selalu antusias untuk mengikuti misterinya!
 
  1. Yuli Pritania
Penulis yang satu ini jago banget membuat novel yang manis-manis. Meskipun hampir semua novelnya bersetting di Korea dan berhubungan dengan Korea, penulis ini patut diacungi jempol karena kemampuannya untuk membuat orang mesem-mesem nggak jelas dan mendadak pengen punya pacar seperti tokohnya yang kebanyakn posesif tapi tetap menarik dengan caranya masing-masing.
Jadi, kalau kalian ingin membaca novel yang ringan dan less conflict, novel Yuli Pritania ini bisa dibaca. Apalagi kalau kalian suka sama Korea, beuh tambah demen deh sama tulisannya Yuli Pritania ini!

   Lima penulis di atas ini masih sebagian kecil dari penulis-penulis yang kufavoritkan. Kalau mau ditulis semua, nggak mungkin selesai dibahas sehari. Terlalu tulisan yang membuatku jatuh cinta dan terlalu banyak penulis yang kusukai karena tulisannya itu. Ada Jenny Han, Irene Dyah, Dy Lunaly, Jenny Thalia F, Arumi E, Indah Hanaco, John Green, Ghyna Amanda, dan banyak lagi.
   Kalau lihat daftar di atas, kebanyakan penulis yang kusukai ini cewek xD Yah, mungkin karena aku lebih banyak membaca romance, ya. Jadinya yang klop di hati itu tulisannya cewek, apalagi bursa novel Romace Indonesia ini sepertinya didominasi penulis cewek. Meskipun nggak memungkiri ada penulis cowok yang kufavoritkan juga. Jadi jangan salah sangka ya... Hahaha!
   Oh ya, penulis-penulis di atas memang favoritku, tapi bukan berarti aku punya semua karyanya! Anak macam aku ini seringkali bokek, jadi nggak semua karya penulis favoritnya dia punya. Tapi, kalau ada yang mau kirimin novel-novel penulis favoritku (atau penulis siapa saja deh), kirim aja ke aku. Siap nampung!!!
Tadi itu penulis favoritku, kalau penulis favorit kamu siapa? Apa sama kaya aku?
   Sampai jumpa di Selasa Bercerita selanjutnya, ya! Bye-bye!!! ^_^

2 komentar:

  1. Asiikk bisa kolaborasi sama dedek muda ngehits yang tulisannya dah kece *peyuuukkk

    Ini punya aku ya PP cantik >> http://www.ketimpukbuku.com/2016/05/penulis-favorit-selasa-bercerita.html :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan panggil PP juga, Mbak *tepokjidat*
      Udah kuupdate post ini Mbak.
      Disebut kece, yaudah diaminin aja, hehehe. Thank you, Mbak Intan :D

      Hapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon