Cinderella Teeth by Saki Tsukasa | Book Review




 
Judul : Cinderella Teeth
Pengarang : Saki Tsukasa
Penerjemah : Nurul Maulidia
Penerbit : Haru
ISBN : 9786027742635
Edisi : Oktober, 2015
Jumlah Hlm : 272 hlm
*

Saki ditipu oleh ibunya sendiri hingga gadis itu harus bekerja di sebuah klinik dokter gigi. Padahal, ia benci dokter gigi!
Namun, musim panas itu akan menjadi musim panas yang berarti bagi Saki. Pasien-pasien yang berkunjung ke klinik tersebut ternyata memiliki rahasia-rahasia unik. Belum bagi, seorang pemuda di klinik tersebut mulai menarik perhatian Saki.
Dapatkah Saki menghadapi phobia-nya, pasien-pasien, dan cinta yang datang bersamaan dalam satu musim panas?

*


“Dari kecil, aku paling benci dokter gigi. Bayangkan bau antiseptik dan dokter mencurigakan yang memakai masker! Dan lagi! Suara ngiiing! dari bor yang membuat telinga pekak! Sekarang pun kalau mendengar suara itu, aku merasa geraham kananku ngilu.” Hlm. 1

Kano Sakiko sedang mencari pekerjaan paruh waktu untuk mengisi liburan musim panasnya. Semula, ia berdiskusi dengan temannya Hiro yang juga mencari pekerjaan paruh waktu dan meminta pendapat gadis itu. Ternyata, ibuya menawarkan pekerjaan sebuah pekerjaan sebagai resepsionis pada Saki! Pekerjaannya juga tidak terlalu berat dan gajinya lumayan, jadi, Saki menerimanya tanpa pikir panjang lagi. Akan tetapi, begitu sampai di tempat kerjanya tersebut, Saki benar-benar kaget karena tempat kerjanya adalah sebuah ... klinik dokter gigi!
Saki merutuki dirinya sendiri karena dengan begitu saja menganggap huruf kanji (guchi) berarti pintu, padahal huruf kanji itu juga berarti mulut. Ketika Saki hendak melepaskan kesempatan bekerja itu, pamannya menemuinya bimbang dan mau tidak mau dia harus menerima pekerjaan itu.
Shinagawa Dental Clinic memiliki 8 anggota, di antara Dokter Shinagawa—Dokter Kepala, Dokter Naruse Yoshihito, Dokter Kano Tadashi, Perawat Nakano Kyoko, Perawat Kasuga Yuri, Perawat Minowa Utako, Petugas Administrasi Kasai Mizue, dan Tekniker Gigi Yotsuya Kengo. Mereka semua memiliki karakter yang menarik dan setiap istirahat mereka sering mengadakan makan bersama untuk membahas hari di klinik.
Pekerjaan Saki sebagai resepsionis membuat Saki harus menghadapi berbagai macam pasien. Pasien-pasien yang datang ke Shinagawa Dental Clinic ternyata memiliki rahasia-rahasia yang unik. Ada seorang pria yang ketus, perempuan yang memiliki pacar yang marah-marah di klinik, dan lain-lain. Beruntunglah, Shinagawa Dental Clinic memiliki seorang tekniker gigi yang ‘peka’ dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Jadilah, Yotsuya mengurai misteri-misteri yang terjadi itu.
Yotsuya tidak hanya mengurai misteri saja, tetapi Yotsuya juga membuat Saki tertarik. Tekniker yang lebih sering untuk berdiam diri di ruangannya bersama dengan bubuk plester itu membuat Saki menaruh hati. Tetapi, apakah pria itu juga memiliki perasaan yang sama pada Saki? Lantas, bagaimana dengan misteri-misteri pasien-pasien klinik yang menarik itu? Apakah semuanya terpecahkan? Dan ... apakah Saki masih phobia pada dokter gigi setelah bekerja di klinik dokter gigi?

“Itu adalah lubang yang tidak bisa dimasuki siapa pun dalam waktu yang lama. Yotsuya-san memasuki lubang itu, seperti seorang pahlawan.
Lalu, mungkin suatu saat, hatiku yang terperangkap jauh di dalam hutan berduri, ditolong oleh jarinya yang lembut dan lentik. Hlm. 218

Cinderella Teeth merupakan novel Saki Tsukasa yang saya baca. Dengan judul yang membawa unsur ‘teeth’, novel ini sudah keluar dari stigma ‘mainstream’ di pikiranku. Seperti halnya novel-novel Jepang sebelumnya yang saya baca, novel ini memiliki unsur misteri. Meski tidak kental dan beraroma horor maupun thriller, novel ini masih berunsur misteri.
Tokoh-tokoh di novel ini sangat menarik. Mulai dari Saki yang polos dan ceria, Dokter Shinagawa yang ceplas-ceplos, Dokter Naruse yang menarik, Yotsuya yang misterius, hingga para pasien-pasien yang memiliki karakter yang bermacam-macam. Menarik sekali!
Cinderella Teeth dikisahkan melalui sudut pandang Kano Sakiko. Karena diceritakan dari sudut pandang Saki, novel ini memiliki kesan yang polos dan ceria. Saya suka dengan terjemahan novel ini. Kesan polos Saki berhasil tersampaikan. Good Job, Mbak Penerjemah! ^_^
Yang saya suka dari novel Jepang adalah penulis yang selalu memasukkan kearifan lokal setempat. Seperti proverb dan yang wajib adalah ... makanannya! Penulis tidak henti-hentinya menyuguhkan penganan khas Jepang yang menarik di tulisannya. Mungkin di lain kesempatan saya akan membuat postingan khusus tentang makanan-makanan Jepang di novel, ya.
Selain unsur Jepang yang kental, novel ini juga informatif sekali. Banyak sekali ilmu tentang dunia kedokteran yang saya dapat dengan membaca novel ini. Seperti pada halaman 242 dikatakan, “Kalau mengunyah dengan baik, secara alami air liur akan keluar. Lalu, air liur akan mengurangi nitrogen aktif dan memiliki efek mencegah penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup dan juga kanker. Lalu, katanya juga mencegah penuaan.”

Oh ya, buku ini saya dapatkan dari event Blind Date with Books yang diadakan oleh Kak Afifah dan Kak Putri, jadi terima kasih, ya Kak. Oh ya, special thanks juga saya ucapkan kepada pengirim novel ini, yaitu ... kak Desty Nugraini. Terima kasih sudah berbagi bacaan yang menarik ini denganku. J

Overall, sebagai novel pertama Saki Tsukasa yang saya baca, Cinderella Teeth berhasil membuatku tertarik dengan novel-novelnya yang lain. Apalagi kalau berhubungan dengan bidang tertentu seperti kedokteran lagi. Novel ini seru dan patut sekali untuk dibaca (terutama yang penasaran dengan kedokteran gigi)! Recommended!
4 stars of 5 stars for Cinderella Teeth!

XOXO
PutriPramaa


4 komentar:

  1. Congrats. Kamu pemenang Read at Your Own Risk bulan Mei. Kirim data diri ke raining.lin77@gmail.com
    Thank you.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah >_< Ini beneran? xD
      Segera meluncur deh data dirinya :D

      Hapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon