One Reason by Risma Yulia | Book Review



 
Judul : One Reason
Penulis : Risma Yulia
Penerbit : LovRinz Publishing
Tahun Terbit : 2015
ISBN : 9786020849744
Jumlah Hlm : 324 hlm
*

Anastasia Granger terpaksa dihadapkan pada penelitian konyol yang mempertemukan dirinya dengan Steven Garyson, seorang penulis muda yang akan menjadikannya objek riset selama beberapa minggu. Laki-laki yang selalu mengikutinya ke manapun dan berusaha mengusik kehidupan pribadinya itu, benar-benar membuatnya merasa terganggu. Ia sangat membenci saat laki-laki itu datang ke apartemennya, mengganggu kegiatan dan hal-hal menyenangkan yang seharusnya bisa ia nikmati sendirian. Hingga pada akhirnya membuatnya mau tidak mau terjebak dalam sebuah penelitian panjang. Awalnya, ia sempat berpikir kalau laki-laki itu orang paling menyebalkan dalam hidupnya. Tapi setelah melewati masa-masa bersama Steven, bagaimana bisa ia justru merasa laki-laki itu adalah elemen paling penting dalam hidupnya? Bersamaan dengan perasaannya yang mulai muncul, seseorang di masa lalu Steven kembali dan mencoba mengalihkan perhatian laki-laki itu. Apa yang akan dilakukannya saat seseorang di masa lalu Steven akhirnya kembali di saat ia mulai menyukai laki-laki itu?
Steven Garyson dan Anastasia Granger, seperti simbol angin dan maple, dua hal yang saling mempertahankan meskipun pada akhirnya akan terjatuh ke tanah. Dua hal yang menggambarkan pengorbanan dan kesetiaan, yang pada akhirnya akan kembali bertemu di musim yang sama dan bergelung mengikuti arah takdir. Kisah cinta musim gugur yang mengharu biru di bawah langit Amerika ini akan membawamu menuju petualangan hati yang manis, indah, sedih, haru, putus asa, dan warna lain yang bisa dirasakan.

*

Novel ini merupakan novel pertama Risma Yulia yang kubaca. Dari segi cerita, saya merasa bahwa kisah ini seperti penjelmaan fanfiction-fanfiction Korea kebanyakan. Ada rasa fanfiction-nya, meskipun novelnya sendiri memiliki tokoh-tokoh yang bukan public figure.
Kenapa saya mengatakan bahwa novel ini berasa fanfiction? Cara membangun konflik hingga cara menulisnya menyerupai fanfiction-fanfiction yang di-share di media online. Saya pembaca fanfiction yang memiliki tokoh Cho Kyuhyun, dan di sini saya merasa Steven ini menyerupai karakter Cho Kyuhyun versi badboy. Hm, mungkin ini hanya saya yang merasa, tapi begitulah yang kurasakan.
Sebenarnya, premis yang penulis berusaha angkat sangat menarik. Hal yang membuatku penasaran dengan novel ini adalah pekerjaan Steven yang merupakan seorang penulis. Dari blurbnya kita tahu bahwa Steven akan melakukan riset. Sayangnya, saya tidak merasakan ‘riset’ yang dilakukan oleh Steven tersebut. Saya kurang paham dengan tujuannya Steven meriset atau pun tidak meriset. Kedua background tokoh utamanya perlu dieksplor lagi agar ceritanya lebih sempurna.
Semula saya berharap novel ini akan sendu karena perumpamaan maple, musim gugurnya, dan kata 'mengharu biru' di blurbnya. Ternyata, ekspektasi saya dipatahkan begitu saja. Saya kurang paham dengan apa tujuan dari maple dan musim gugur ini, mungkin kurang tereksplor atau saya kurang merasakan feel-nya. Entahlah.
Novel ini masih dipenuhi typo. Ada banyak sekali typo dan kesalahan EYD yang menyebalkan. Bagiku, typo terkadang dapat merusak konsentrasi membaca, oleh karena itu typo perlu diminimalkan dalam suatu karya. Selain typo, saya juga sebal dengan bahasa Inggris yang penulis paksakan di kisah ini. Bahasa Inggrisku memang tidak bagus-bagus banget, tapi ada kalimat berbahasa Inggris yang salah. Contohnya di halaman 94, di novel tertulis: “It’s small thing but you too stupid to understand.” Saya rasa yang benar begini: “It’s small thing, but you are too stupid to understand.” (Koreksi saya jika salah, saya juga belajar)
Cover novel ini sebenarnya menarik. Saya suka melihat paduan warna merah muda dan kuning pada cover novel ini. Saya juga suka pilihan font untuk judul dan penulisnya. Namun, saya kurang suka dengan blurb yang tidak diatur dengan baik. Kesannya malah tidak jelas dan tidak menarik. Selain blurb tersebut, petikan yang diletakkan pada cover depan terasa kurang menarik. Terlebih warnanya yang sangat kontras dan di-shadow sehingga kesannya tidak menarik. Sekali ini, ini menurut pendapatku.
Oh ya, saya minta maaf karena tidak mencantumkan summary di review kali ini. Jujur saja, dari blurb saja kalian dapat memahami bagaimana cerita ini akan bergulir. Jadi, maaf, ya.
Overall, One Reason got 2 of 5 stars.

XOXO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon