Runaway by Kezia Evi Wiadji | Book Review



 
Judul : Runaway
Penulis : Kezia Evi Wiadji
Penerbit : Grasindo
Tahun Terbit : 2014
ISBN : 9786022517764
Jumlah Hlm : 145 hlm
*

Amy dan adiknya, hidup bersama orang tua yang tidak lagi saling mencintai. Keberadaan sang ayah telah digantikan oleh materi, sementara sang ibu selalu menyakiti dirinya sendiri. Bertahun-tahun Amy merasa tidak bahagia. Gedung gereja dan kesibukannya sebagai panitia Natal selalu menjadi pelariannya.
Suatu hari, sepulang sekolah, Amy menemukan rumah dalam keadaan kosong. Hanya terdapat jejak darah di lantai dan di kamar ibunya. Sesuatu yang mengerikan telah terjadi dengan ibunya!
Karena tak mampu lagi bertahan, Amy melarikan diri. Lari dari keluarga yang tak lagi memberinya rasa aman, kebahagiaan, juga kasih sayang.
Tetapi ...
Seorang cowok menyebalkan, memergoki pelariannya itu!

*


"Tapi kalau kenyataannya tidak bisa, apakah aku akan terus berkubang dalam kegetiran dan kesedihan sepanjang hidupku?" Hlm. 118

Hidup di sebuah keluarga yang pecah memang tak pernah mudah. Amy hidup bersama Ibu, adiknya—Tasya, dan seorang pembantu, tanpa seorang ayah. Dulu, keluarganya tak sedingin ini; ibunya sering mengurung diri di kamar, Tasya lebih sering berkumpul dengan temannya, dan ayahnya hampir tak pernah pulang ke rumah. Bila ayahnya ke rumah, hal yang terjadi adalah pertengkaran antara orang tuanya tersebut. Hal tersebut membuat Amy muak. Keadaan keluarganya tersebut membuat Amy kesepian. Dia sering menghabiskan waktu dengan berdiam di depan piano di gereja. Hanya diam.
Pelarian yang dilakukan Amy tersebut mempertemukannya dengan Reno—seorang cowok yang iseng dan kepo yang menuduhnya tidak-tidak. Hal tersebut membuat Amy jengkel dan ia berharap untuk tak bertemu dengan Reno lagi. Namun, siapa sangka bila ternyata Reno juga bergabung dengan kepanitiaan natal yang juga Amy ikuti. Terlebih, mereka ternyata berada di seksi yang sama, yaitu seksi dekorasi.
Anggota seksi dekorasi yang terdiri dari sepasang kekasih, Amy dan Reno membuat mereka berdua kian dekat. Bersamaan dengan hal itu, perlahan-lahan semua rahasia di sekelilingnya terkuak; tentang keluarganya maupun Reno. Berkat kenyataan tersebutlah Amy kian kuat menjalani kehidupannya.

"Mungkin begitulah hidup orang dewasa, banyak hal dan masalah yang tidak bisa kita pahami. Terlalu kompleks." Hlm. 118

Runaway merupakan novel yang mengangkat tema natal. Hal tersebut bisa kita lihat dari kavernya yang menampilkan hiasan-hiasan natal. Tema natal tak membuat novel ini hanya bisa dibaca bagi umat yang melaksanakan natal saja. Runaway juga menyajikan kisah yang sarat makna tentang anak broken home, sehingga semua orang bisa membacanya.
 
Dengan penceritaan dari sudut pandang Amy, pembaca akan lebih memahami seberapa sulitnya kehidupan Amy, bagaimana ia menjalani kehidupan sehari-harinya yang sangat sulit dan kebiasaannya untuk menjadi tuli setiap kali mendengar orang tuanya bertengkar.  Saya menyukai bagaimana Amy mengekspresikan perasaannya di novel ini, terkesan natural dan meresap ke hati. Meskipun pada awalnya saya agak jengkel dengan Amy yang sok tegar sih, tapi saya akhirnya bisa mengerti mengapa Amy bertindak seperti itu.
Karakter para tokoh di novel Runaway ini ada yang menyebalkan dan ada yang membuat simpatik pembaca. Amy yang merupakan tokoh sentral di novel ini menggambarkan bagaimana kehidupan anak yang kurang kasih sayang dari orang tua. Hal itu bisa dilihat dari prestasinya menurun, dll. Reno representasi dari seorang anak yang tegar menghadapi cobaan dan mampu menyembunyikannya dengan selalu berlaku ceria. Mama yang sangat menye dan egois sehingga tak memikirkan kehidupan anaknya dengan mengurung diri di kamar. Papa yang meninggalkan keluarga dan berlaku seolah yang dilakukannya adalah benar.
Jika ditanya tentang tokoh yang disukai, maka aku akan menjawab Amy sebagai tokoh favoritku. Lalu, untuk tokoh yang paling kubenci, maka dengan lantang akan kujawab Mama. Sebagai orang tua, Mama benar-benar egois. Dia menyiksa diri dan tak memperhatikan kehidupan anak-anaknya, bahkan sering menyiksa diri. Sebagai pembaca yang merupakan seorang remaja berusia 17 tahun, saya ingin sekali marah pada Mama ini. Bagaimana bisa Mama bertindak seperti itu dan membuat anaknya kesepian. Aku tak bersimpati pada Mama sama sekali. Selain Mama, entah kenapa aku juga tak menaruh simpati pada Reno. Aku kurang menyukai tipe remaja seperti Reno yang annoying—yang ternyata berhati lembut. Hingga novel ini berakhir pun, aku tak bersimpati pada Reno.
Sebagai novel ketiga Kezia Evi Wiadji yang kubaca, novel ini masih sama dengan novel-novelnya yang sebelumnya kubaca, masih meninggalkan kesan mendalam. Dari novel ini, pembaca akan belajar banyak hal, contohnya yang tercantum di cuplikan di bawah ini:

"Orangtua kita adalah manusia bukan Tuhan. Pasti tidak luput dari kesalahan." Hlm. 119

"Amy, tetap ada sesuatu yang baik dari peristiwa terburuk sekalipun." Hlm. 119

Overall, Runaway merupakan novel remaja sarat makna yang patut sekali untuk dibaca semua kalangan.

"Kebahagiaan selalu ada, hanya kita mau meraihnya atau tidak." Hlm. 119

3 of 5 stars untuk Runaway!


XOXO,
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon