French Pink by Prisca Primasari | Book Review



 
Judul : French Pink
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2014
ISBN : 9786022516873
Jumlah Hlm : 80 hlm
*

Di Distrik Jiyugaoka yang mungil, cantik, dan berwarna-warni, Hitomi tiba-tiba bertemu pria aneh yang mengungkit-ungkit tentang kematian.
Siapa sebenarnya pria itu? Dan... lho, lho, mengapa dia jadi menyuruh Hitomi mencarikan syal warna French Pink? Mana mungkin sih pria beraura gelap seperti itu menyukai warna pink? Dan untuk apa juga?
Ck. Sungguh. Pria itu benar-benar merepotkan Hitomi.

*

Hitomi adalah seorang pelayan di sebuah toko pita. Dia sering memberi saran tentang warna-warna pada pembeli sehingga banyak pembeli yang menyukainya. Pembawaannya ceria. Namun, itu semua hanyalah masa lalu. Hitomi yang sekarang bukanlah orang yang ceria, Hitomi yang sekarang seringkali murung. Hitomi ingin mati saja.
Suatu hari, Hitomi menemukan bulu burung gagak jatuh dari langit Tokyo bersamaan dengan munculnya seorang pria yang bertanya warna jerapah. Pria tersebut mengalami buta warna. Kehadiran pria tersebut sangat aneh, dia bahkan bisa menebak keinginan mati Hitomi. Pria tersebut bernama Hane.
Hitomi sangat ketakutan dan mengira bahwa yang ia temui adalah seorang Shinigami. Keesokan harinya, Hane muncul kembali, bersamaan dengan bulu burung gagak yang jatuh, meminta tolong pada Hitomi untuk menemukan pita berwarna English Lavender. Lalu berikutnya, pria itu memintanya untuk menemukan syal French Pink. Sebenarnya, siapa pria itu? Apakah dia benar-benar seorang malaikat kematian yang muncul bersama dengan gagak? Atau hanya orang iseng? Sangat aneh.
 
French Pink merupakan novel kedua Prisca Primasari yang kubaca setelah sebelumnya telah membaca Evergreen. Novel, ah mungkin lebih cocok untuk disebut novela, ini sangat unik. Dengan jumlah halaman yang sedikit, Prisca berhasil membawa nuansa distrik Jiyugaoka bersama kisah warna-warna. Gaya bahasa yang cenderung sederhana membuat saya benar-benar jatuh cinta pada French Pink ini.
Tokoh utamanya adalah seorang yang ingin bunuh diri, Hitomi. Semula, pembaca tidak diberi alasan yang jelas mengapa Hitomi ingin sekali untuk bunuh diri. Hitomi sungguh putus asa dan tak lagi menyukai kehidupannya. Hal itu direpresentasikan dari Hitomi yang tak lagi ceria dan lebih suka untuk merekomendasikan warna hitam. Setelah itu, hadirlah Hane. Sebagai pembaca, saya sungguh bertanya-tanya siapakah sebenarnya Hane ini dan apa motif dari orang tersebut.
Novel ini mengangkat tentang warna. Hal inilah yang saya sukai dari novel ini. Penulis mengungkapkan bahwa warna itu memiliki banyak jenis; English Lavender, Orange Aprikot, Tiffany Blue, dan French Pink—yang menjadi judul dari kisah ini. Semula saya tidak tahu jika warna memiliki banyak jenis, hal itu merupakan ilmu baru bagi saya.
Dalam hal plotting, novel ini memiliki twist yang menurutku sangat memukau. Tema misteri-fantasi yang penulis angkat benar-benar sukses. Saya dibuat penasaran dengan tujuan Hane yang sebenarnya, tentang keputusasaan Hitomi, hingga hal-hal kecil seperti warna apalagi yang akan dibahas selanjutnya. Saya menduga-duga akhirnya, tetapi gagal. Penulis berhasil memunculkan twist yang sangat menarik. Dua jempol untuk penulis!
Melalui unsur fantasi tersebut, pembaca tersadarkan bahwa kita tak boleh dengan mudahnya putus asa dengan apa yang telah terjadi dan harus bangkit dari keterpurukan. Penulis menyisipkan amanat sederhana yang seringkali luput dari perhatian kita.
Meskipun banyak orang berkata bahwa ksiah ini kurang panjang, saya justru merasa bahwa kisah ini telah ditulis dengan porsi yang pas. Tidak bertele-tele dan menarik.
Dengan desain sampul yang manis serta hardcover-nya, novela ini patut sekali untuk dikoleksi. Warnanya yang lembut dipadu dengan hiasan bulu-bulu yang ada membuat novel ini menjadi sangat cantik.
Overall, kisah Hitomi dan Hane ini membuat saya semakin menyukai tulisan Prisca Primasari. Saya berharap, saya dapat membaca karya-karya beliau yang lain. Sukses terus untuk penulisnya!
4 stars of 5 stars for Hitomi!


XOXO
PutriPramaa

2 komentar:

  1. Dari semua tulisannya mbak Prisca aku belum punya yang ini, kemarin nemu di iJak dan bisalah nanti dibaca :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bacanya via iJak nih, Mbak. Dulu udah penasaran, tapi kok ya tipis, jadi nunggu diskonan *mintadihajar*
      Eh, ternyata ada di iJak, yaudah nggk jadi cari diskonan xD

      Hapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon