#18th Giveaway - La Distances 1st Giveaway



Giveaway #18th

 
 Halo!

Ini adalah pertama kalinya aku mengadakan giveaway. Selama ini aku berperan sebagai peserta giveaway dan sekarang aku mencoba untuk menjadi bagian berbeda dari giveaway, yaitu ... penyelenggara giveaway.
Namun, aku ingin bercerita sedikit. Ada yang berkata bahwa 18 tahun adalah patokan kedewasaan. Sebagai seorang yang akan berusia 18 tahun, aku sering bertanya-tanya, akankah semuanya akan berjalan layaknya orang dewasa? Akankah aku menjadi sosok yang senantiasa berpikir dewasa? Aku tidak sepenuhnya yakin.
Bertambah usia membuatku seringkali merasa takut. Jika ditilik ke masa lalu, aku selalu merasa bahwa yang kulakukan di masa lalu selalu biasa saja. Karena hal itu, aku seringkali merasa takut bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya menjadi biasa saja. Nah, di usia 18 tahun dan selanjut-selanjutnya aku ingin menjadi orang extraordinary. Dan aku beraharap, aku berhasil dan mampu menjadi sosok yang extraordinary tersebut.
Lalu, ada pikiran nyeleneh yang menyelinap. 18 tahun, seperti inikah wujud wanita dewasaku? Apakah aku akan menjadi tua dengan postur dan tubuh seperti ini? Jika iya, berarti harapanku untuk menjadi orang tinggi perlahan juga pupus, hehehe. Selain itu, 18 tahun, berarti novel dengan rate G, T, PG, maupun M bias kubaca semua, kan? Menyebalkan kalau dibayangkan, hahaha.
Dalam rangka menyambut usia 18 tahunku, aku mengadakan syukuran kecil-kecilan. Akan ada 1 eks novel To All The Boys I’ve Loved Before, 1 eks So, I Married The Antifan, 1 eks 3600 detik, dan 1 eks Prelude, semuanya merupakan koleksi pribadiku, untuk dua orang yang beruntung. Dua dari empat novel tersebut akan difilmkan, yaitu To All The Boys I’ve Loved Before dan So, I Married The Antifan, sedangkan 3600 detik telah dibuat adaptasi filmnya. Oke, berikut ketentuan giveaway-nya:
1. Berdomisili di Indonesia
2. Follow blog ini melalui GFC (Google Friends Connect) atau via email.
3. Follow twitterku @putripramaa
4. Share info tentang giveaway ini akun media sosialmu, sertakan hashtag #18WillBeNice dan tag akun media sosialku juga, (+ tag teman juga boleh).
5. Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar, “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.” Jangan lupa untuk menyertakan nama, domisili, dan akun media sosial kalian.
6. Giveaway berlangsung selama 1 bulan, yaitu: 18 Maret hingga 18 April 2016. Pemenang diumumkan saat aku berusia 18 tahun 18 hari, yaitu 26 April 2016. Satu pemenang ditentukan berdasarkan kelengkapan persyaratan dan jawaban, jadi jawab semenarik mungkin dan satu pemenang lainnya dipilih secara acak.

Jadi, kutunggu partisipasi kalian! :)

XOXO
PutriPramaa

36 komentar:

  1. Nama : Arfina
    Domisili ; Serang
    twitter ; @ipinkaramel
    Well, Happy Sweet Eighteen! Wish you all the best ^^ Bacanya pas tanggal 8 april yea hehehe. Btw, saya 20 hari setelah kakak lho wkwkw.

    Saya kepingin sebelum umur 18 tahun sudah bisa terbitin novel yang mega best seller hoho. Ya walaupun ngga mega best seller juga ngga maslah yang terpenting sudah bisa nelurin karya. Syukur-syukur bisa. Saya juga kepengen dapet 10 besar paralel di sekolah sebelum saya 18 tahun (ketauan begoknya deh :3) dan ikut kejuaran ataupun lomba-lomba gitu. Soalnya kalau udah lewat 18 tahun biasanya bakal sibuk ngurusin kuliah dan masa depan, walau sekarang juga mikirin sih, tapi menurutku saat 18tahun, kita harus fokus dengan tujuan, meraih cita-cita, merdeka!

    BalasHapus
  2. Nama: Fitra Aulianty
    Domisili: Pekanbaru, Riau
    Twitter: @fira_yoopies

    "Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    Jawaban:
    18 tahun itu berarti 1,5 tahun yang lalu. Kelas 3 SMA. Jujur sejujur-jujurnya apa yang aku inginin waktu umur 18 tahun itu yang terkabul cuma lulus SMA. Kelanjutannya gak ada yang terkabul. Rada miris sih, tapi this life kok jadi biasa aja

    Pertama ngarep banget bisa tau lebih banyak tentang dunia, tentang komputer, tentang univ dan tentang working life. Pada akhirnya sampai sekarang juga belum ada yang terkabul. Belum loh ya, bukan tidak. Karena di umur yg nyaris kepala dua ini, ada beberapa hal yang terkabul secara gak terduga.

    1. Cita-cita dulu untuk jadi orang yang mandiri harus tertunda dulu. Tapi tau gak dapat apa gantinya? Di umur 18 aku secara gak sengaja nemu grup nulis dan alhamdulillah nemu passion yg sebenarnya
    2. Dari dulu berharap dicari atau dikangenin sama temen-temen lama, tapi ya tapi sampai sekarang mereka belum hadir juga. Gak masalah, karena ada hal lain yang lagi" aneh banget. Lucu sih, tapi dari dulu gak pernah ngarep pacar, taunya sekalinya pacaran udah daftar jadi calon suami aja, ngakak abis deh --' tapi dia perfect banget xD (semoga semua orang bisa nemu jodoh yg keren wkwk)
    3. Dari dulu gak pernah tau gimana cara beropini yang baik dan kalau ngomong ya belibet. Alhamdulillah sejak setahun ini, terus dilanjut ke blog buku akhirnya bisa beropini dengan baik

    Yang inget cuma segitu sih. Semua orang emang boleh berharap atau bercita-cita, tapi kalau suatu hari cita-cita berbanding terbalik dengan kenyataan jangan kecewa, karena kalau kamu ikhlas nerimanya, Insya Allah bakal dapat sesuatu yang jauuhh lebih baik dari ekspetasi kamu. Tapi walaupun gitu jangan nyerah dulu, kalau ngerasa itu passion ya lanjutin aja. Be yourself!

    Selamat 18 tahun ya^^
    Di umur itu siklus hidup yg rada berat sih, jadi jangan terlalu takut ya

    BalasHapus
  3. Nama: Olive Hateem
    Domisili: Tangerang Selatan
    Twitter: @olivehateem_

    Sekarang usiaku 15 tahun 10 bulan 5 hari. Kira-kira masih ada 2 tahun 1 bulan 25 hari lagi yang masih harus aku tempuh untuk mencapai angka 18 kali berevolusi bersama bumi di semesta ini.

     Di umur ke-18 nanti, ada banyak probabilitas yang mungkin terjadi. Mungkin aku sedang berada di penghujung semester kedua masa kuliah. Mungkin aku sudah punya usaha sendiri. Mungkin aku sama manjanya seperti aku yang sekarang. Mungkin aku masih bersama dengan orang yang aku sayang. Mungkin aku masih diperbudak oleh sistem. Mungkin aku sudah bebas.

    Dengan semua probabilitas yang tidak terhitung jumlahnya itu, harapan yang pling ingin kucapai adalah bahagia dan membahagiakan. Caranya tentu ada banyak, antara lain:

    1. Membaca dan menulis. Dua hal ini sepertinya hal yang paling fundamental dan menjadi rutinitas wajib sejak aku mulai mengenal huruf 11 tahun yang lalu. Melalui kata, aku bisa hidup. Tentunya di umur 18 nanti konsumsi bacaan dan produksi tulisanku harus jauh lebih banyak dari yang sekarang.

    2. Mengedukasi. Lewat edukasi, aku bisa bahagia sekaligus membahagiakan orang lain secara bersamaan. Bersama pasangan yang sekarang, kebetulan kami sama-sama suka menyebarkan edukasi ke teman-teman sekitar. Untuk 2018, nanti aku amat sangat berharap lingkup sosial kami sudah semakin meluas dan bisa jauh lebih maju dari sekarang. Mungkin masih berbasis dunia maya dengan jaringan yang lebih luas, mungkin juga sudah terjun langsung di dunia nyata. Who knows? :)

    3. Menemukan jauh lebih banyak hal baru. Aku mau mencari teman diskusi baru. Menemukan buku-buku baru. Pergi ke tempat yang baru. Merasakan pengalaman yang baru. Hidup terlalu singkat untuk melakukan hal yang itu-itu saja, 'kan? Apalagi di umur 18 tahun nanti berarti usia saya di dunia sudah berkurang 2 tahun 1 bulan 25 hari.

    Mungkin itu sudah lebih dari cukup. Untuk sekarang, yang pasti aku akan fokus ke hari ini dulu. Because the more you can accept the present, the less you expect from your future. You can plan all you want, and hope for the best, but there's nothing wrong with preparing for the worst. I'm beginning to settle with 'I'm okay' on the scale. "Man plans, but God laughs." jika mau mengutip dari Jim Shockey.

    Selamat hampir 18 tahun, Kak Putri. Banyak hal baru yang sudah menunggu untuk diraih di depan sana. Semoga selalu bahagia dan diberkati oleh semesta!

    BalasHapus
  4. Nama: Noer Anggadila
    Domisili: Probolinggo [kota kita tercintah]
    Twitter: @noeranggadila

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    18 tahun artinya aku udah masuk ke tahap tahun terakhir di SMA, dan sudah menjadi harapan semua pelajar di tingkat itu untuk bisa lulus dan mendapat PTN favorit, lebih-lebih bisa lulus dengan nilai memuaskan, amiiinnn. Di umur 18 nanti aku pingin lebih istiqomah dalam berhijrah, dan juga bisa benar-benar mengerti jati diriku yang bagaimana. Di umur 18 juga aku pingin lebih fokus sama sekolah/pelajaran untuk persiapan UN tentunya dan juga banyak-banyak berdoa untuk bisa ikut dan lulus SNMPTN, amiiinnnn. Karena harus fokus sama UN, otomatis aku pingin bisa menghabiskan waktuku di rumah, lebih-lebih sama keluarga, dan terutama bantu ibu ngurus rumah, karena selama ini, jujur aku hanya jadi 'anak kost' di rumah, kurang banget kepekaanku sama rumah, sering pergi ke luar rumah dengan waktu yang gak sebentar, sering menghabiskan jam ku di luar rumah karena kepentingan sekolah dan organisasi maupun ekstra, tapi juga kadang aku sendiri yang buat diriku terlalu sibuk dengan dunia luar sampai aku lupa kalau di rumah ada orang yang juga butuh aku, butuh aku sebagai teman, butuh aku sebagai anak, butuh aku seutuhnya [asiihh] aku berharap juga di umur 18 nanti bisa lebih dewasa lagi menghadapi masalah, tidak 'gopo', semoga dengan masalah dan cobaan yang telah kualami sblm umur 18 bisa menjadi pelajaran yang bermakna yang dapat membuatku bijak dalam menyikapi masalah/cobaan/ujian yang akan datang, amiiinnn. Lalu, aku juga kepingin bisa mengatur urusan finansalku dengan baik biar gak habis sebelum waktunya, biar bisa nabung lagi kayak dulu waktu SD, dan ndak nyusahin orang tua tentang masalah keuangan. Selain itu, aku kepingin banget bisa jadi host giveaway, apalagi blogtour, biar bisa lebih aktif lagi jadi bloggernya. Dan di umur 18, semoga aku udah bisa nyetir mobil, hehe, kepingin banget bisa tapi belum keturutan yang satu ini ><

    Untuk Putri yang akan segera berumur 18 tahun, semoga umurnya barakah, tambah semangat belajar dan berkarya, dan semoga bisa ngadain giveaway-giveaway lainnya, amiiinnnn

    BalasHapus
  5. Nama : Nyi Penengah Dewanti
    twitt : @nyipenengah
    domisili : Kaliwungu, Kendal
    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”
    Jawab: saya sudah terbang ke negara Hongkong, menjadi tenaga kerja Indonesia waktu itu, karena kebutuhan yang mendesak untuk menyekolahkan adikku. Harapanku, siapa pun dan dimana pun kalian. Berjuanglah selagi muda, berusahalah menjadi orang yang berguna dan belajar mandiri. Agar ke depannya, bekal untuk berkehidupan sudah kalian kantongi. Kurangi mengeluh dan selalu bersyukur dengan apa yang Tuhan kasih ke kita.

    Selamat ulang tahun ya, adek manis. Tetap rendah hati selalu ya and respect others.

    BalasHapus
  6. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    Karangasem, Bali.

    Fase baru dalam hidupku, dimulai pada usia 18 tahun. Aku merasa benar-benar mendapat pelajaran hidup yang berharga dan menjelma sebagai diriku yang 'baru'. Setelah lulus SMA, aku diterima di sebuah PTN yang ada di luar pulau. Sebelum memutuskan, banyak sekali pertimbangan yang membuatku dilema. Dan akhirnya mengambil kesempatan itu adalah keputusan terbesar yang pernah ku buat. Aku yang tidak pernah tinggal jauh dengan keluarga, sekarang memilih untuk tidak pulang dulu dalam waktu yang cukup lama. Aku yang ketergantungan, mulai belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih mandiri dan bertanggungjawab. Aku jadi mengerti, apa arti perjuangan. Aku memahami makna rindu yang sebenarnya. Aku sangat bersyukur, jika aku tidak pernah mengambil keputusan ini pasti aku tidak akan bisa menjadi seperti sekarang. Semoga kesempatan ini bisa ku manfaatkan dengan baik, agar di masa depan tidak pernah ada penyesalan.

    Selamat ulang tahun ya, Putri Prama. Segala doa terbaik untukmu. Semoga semakin banyak pelajaran hidup yang kamu dapat sehingga membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  7. Neneng Lestari
    @ntarienovrizal

    18 tahun?

    Tunggu ...

    lagi ingat-ingat soalnya itu sudah 8 tahun yang lalu ...

    Yaaa 8 tahun lalu dan aku kaget saat mengetahui bahwa aku sudah melawatkan usia 18 tahun begitu laaammmaaa ...

    dan coba aku pikir, apa yang aku lakukan saat itu. Aku kelas 3 SMA dimana sedang mempersiapkan Ujian Nasional. Dan sepertinya tidak ada waktu yang tidak aku gunakan untuk belajar.

    Tau gak?

    Tahun ajaran 2007-2008 itu adalah tahun PERTAMA KALI standar nilai ujian nasional, tidak tanggung-tanggung nilai kelulusan adalah 7. Itu jadi beban berat, jangankan para siswa, para guru (terutama di kota kecil seperti kotaku) sempat protes. Masa iya sekolah-sekolah di kota kecil nilainya disamakan dengan tingkat nasional.

    sekarang, misalnya aku boleh berandai, aku pengen menghabiskan usia 18 tahun itu dengan kegiatan apapun selain belajar dan belajar. Rasanya tidak banyak kenangan masa remajaku, selain dengan belajar, karena tuntutan nasional yang mengancam tidak meluluskan. Ngeri, ngeri banget. Dan setelah waktu berselang, ujian nasional di tahun-tahun sekarang malah gak terasa menakutkan.

    aku jadi orang yang super serius menghadapi ujian. Sampai lupa caranya bersantai dan ngumpul bareng teman. Dan sekarang (pas baca giveway ini) aku baru sadar bahwa waktu aku dan sahabat-sahabat sangat singkat. Dan gak nyangka, kalau aku bakal merindukan mereka sebesar ini, bahkan orang yang paling tidak aku sukai dulu pun bisa bikin kangen.

    dan buat Putri Prama yang berulang tahun ke-18, semoga Putri bisa menghargai usia muda ini. Boleh-boleh aja punya obsesi dan impian, tapi jangan sampai lupa bahwa ada orang lain di belakang Putri yang menaruh harapan setinggi langit.

    dan hargai juga usia muda ini dengan berteman, karena satu atau dua tahun kemudian, Putri pasti akan pisah dengan mereka dan Putri akan sangat-sangat-sangat merindukan mereka (pengalaman pribadi ^^)

    BalasHapus
  8. Happy Birthday (early wish) to PUTRI PRAMA ANANTA that’s charming, talented and witty, and reminds me a lot of myself.. ^_^

    Nama: Arie E. Pradianita
    Domisili: Sukabumi (Jawa Barat)
    Twitter: @APradianita

    Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.

    Pengalaman saya ketika berusia 18 tahun (sekarang sudah tua.. :P ):

    Saya masih ingat jelas, waktu itu pengalaman yang paling berkesan adalah Tamasya Ke Pantai Kamboja. Sehabis lulus SMA dan sebelum melanjutkan ke Universitas, ada baiknya bertamasya ria terlebih dahulu. Bagi Kak Putri Prama Ananta dan teman-teman yang sedang bersiap-siap membaca pengalaman saya di bawah ini, selain mata yang tajam dan awas hendaklah mempersiapkan DAYA IMAJINASI kamu untuk membayangkan keadaan di Pantai Kamboja waktu itu.. ^_^

    TEMPAT tujuan saya dan keluarga adalah Pantai Kamboja, atau yang juga dikenal dengan nama Jembatan Biru. Nama pantai ini di dapat karena lokasinya dekat dengan pekuburan umum yang dipenuhi pohon kamboja. Letaknya di Weref, dekat dengan pelabuhan Jayapura, juga bersebelahan dengan pulau Kayu Pulau (baca: Pulo). Sebenarnya, ga benar-benar ada pantai di sini, hanya tepi laut yang dibangun jembatan. Waktu itu, saya sering sekali berenang di sini. Selain nyobain kacamata renang baru, sekalian uji keberanian karena lumayan dalam lautnya. Jembatan ini dibangun untuk menunjang akses penduduk di pulau seberang menuju keramaian kota, walaupun jembatan ini ga benar-benar tersambung dengan pulau melainkan berujung dermaga perahu.

    Setelah membayar ongkos, kami pun menyeberang jalan dan langsung berjalan melewati kampung Weref yang padat. Jalan kecil itu meliuk-liuk, hingga berujung pada semacam dermaga kecil lainnya untuk angkutan perahu. Kami pun melangkah menelusuri jembatan yang berwarna biru cerah. Rumah-rumah penduduk di sini ga lagi berdiri di atas tanah, melainkan rumah panggung di atas tepi laut. Menarik sekali. Beberapa bagian jembatan sedikit reyot, tapi masih bisa menopang bobot. Terus kami berjalan hingga melewati rumah paling ujung, dan sampai lah kami di Pantai Kamboja.

    Jembatan yang bercabang-cabang terlihat bagus sekali. Bongkahan bebatuan yang membatasi laut dan daratan pun tampak indah digelayuti daun-daun pepohonan. Terumbu karang yang sehat terlihat sangat jelas dari jembatan. Bintang laut warna-warni tampak kontras dilatari rumput laut kehijauan. Sinar mentari sore pun menciptakan kilau-kilau keperakan di permukaan laut.

    Sudah ada beberapa rumah yang dibangun di sekitaran jembatan. Beberapa penduduk lokal yang sedang duduk-duduk santai di depan rumah mereka menyapa kami. Sebentuk karakter masyarakat Papua yang ramah. Pulau di seberang laut tampak makin besar saat kami melangkah mendekati dermaga. Seorang wanita dan beberapa anak kecil sedang mengayuh perahu, membuat angkutan kecil itu terlihat sangat penuh dan sempit.

    Melihat kehidupan di Kayu Pulau yang sederhana dibandingkan dengan ingar-bingarnya Jayapura, saya jadi mempertimbangkan definisi “hidup bahagia”. Rumah-rumah penduduk lokal yang sangat sederhana, sesederhana kehidupan mereka, menciptakan konsep hidup yang simpel dan bahagia, tanpa neko-neko, serta jauh dari rasa haus akan kepuasan. Seakan-akan hidup seperti ini sudah cukup bagi mereka. Dan mereka bahagia akan hal itu.

    Setelah puas foto-foto dan menikmati kuningnya sinar mentari yang mulai terbenam. Kami pun berjalan kembali menjejaki jalur awal. Beberapa anak kecil mencegat kami untuk difoto. Haha. Mereka pikir kami adalah wartawan dari salah satu koran lokal. Sungguh sore yang menyenangkan dan penuh kejutan.. ^_^

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_
    Kota domisili : Bintuhan (Kaur Selatan, Bengkulu)
    Link share : https://twitter.com/Inokari_/status/712456114441302017

    Haii Putri. Wahh, kamu masih muda banget. Selamat menyambut ulang tahun ke-18 ya sayang. Titik awal menuju kedewasaan.

    Aku berusia 18 tahun, 4 tahun lalu. Waktu itu aku udah masuk penghujung semester 2 di dunia perkuliahan.

    Apa yang udah aku lakuin saat itu?

    Jadi ceritanya, boleh dibilang aku agak telat nyadar senyadar-nyadarnya apa passion aku sebenernya. Aku kuliah di jurusan Pendidikan Fisika. Pilihan yang nggak banget karena harusnya aku sadar, semasa SMP dan SMA aku menghabiskan waktu dengan lomba debat, pidato, scrabble, LCC dan sejenisnya. See, apa ada sangkut pautnya sama Fisika? Haha. Tapii ya karena waktu tamat SMA aku masih labil dan bingungan, pas orangtua nyaranin agar masuk Pendidikan Fisika aja, aku pun manut.

    Tau ga apa alasan orangtua?

    Yang minat sama Fisika itu dikiiit, jadi nanti persaingan jadi PNSnya (guru Fisika) bakal sedikit longgar *okay fix, kuliah demi ngejar PNS :v

    Aku pikir aku bakal baik-baik aja masuk Fisika, karena toh selama SD, SMP, SMA, rangkingku selalu bagus. Meski ga minat banget sama Fisika ya ndak bisa dibilang oon juga sih.

    Tapi nyatanyaaaa..

    Aku nyaris muntah di hari-hari pertama kuliah. Gilaaaaa bikin pusing! huhu

    Sempat pengen berhenti kuliah loh Put. Pengen pindah ke kampus swasta aja gitu, terus ngambil Pendidikan Bahasa Inggris ato ngambil Ilmu Komunikasi. Tapi ga dibolehin sama ortu.

    Aku pun ‘melarikan diri’ dari materi-materi kuliah yang menjemukan ke hal lain yang menyenangkan, tapi tetap positif. Aku jadi pemburu lomba yang diselenggarakan kampus. Pidato, debat kritis mahasiswa, lomba baca berita, dll. Pelarian diri ini juga yang akhirnya ngebawa langkah kaki aku ke radio kampus. Jadi penyiar. Sesuatu yang ga pernah aku cita-citakan saat bocah.

    Oh ya, karena di radio wifinya kenceeeeng dan gratis, aku juga nyoba-nyoba ikutan kuis di sosmed (waktu itu lagi booming kuis di facebook). Dapat hadiah sekali, lalu nyandu. Lama kelamaan akhirnya jadi blogger (sampai sekarang).

    Jadi di usia 18 ituu, aku udah mencoba banyak hal dan menemukan the real passion : blogging & broadcasting.

    Aku udah ngerasain kerja dari zaman usia 18 tahun, dengan gaji 70ribu sebulan (8 kali siaran). Sampai akhirnya dapet kerja di radio milik pemerintah 2 tahun kemudian, terus bisa bayar kost dan bertahan hidup pake gaji sendiri. Di saat temen-temen kebingungan nyari kerja seusai kuliah, aku udah diangkat jadi pegawai tetap RRI saat duduk di semester 7. FYI, kuliah aku selesai juga haha. meski harus 4,4 tahun, dengan IP diatas 3 dikiiit. Hehe.

    Panjang ya Put? Wkwk

    Pokoknya, 18 tahun itu masih mudaaa banget. Fresh. Waktunya buat ngabisin energi dengan hal-hal baru dan positif. Ga ada salahnya nyoba banyak hal. Semoga dari sekian banyak percobaan, kita bakal lebih cepat nemuin real passion. :)

    BalasHapus
  11. Nama : Lois Ninawati
    Domisili : Situbondo
    Twitter : @_loisninawati

    Pada umur 18 tahun, harapanku aku lebih beriman lagi (sesuai dgn kepercayaan yg kupeluk) aku udah bisa berpenghasailan sendiri, dan tentunya sudah bisa membantu ortuku dalam hal bekerja, menyelesaikan SMA (meskipun nilai gak selalu bagus) 😊😀😁

    BalasHapus
  12. Ananda Nur Fitriani
    Bogor
    @anandanf07

    Hai, kak Putri ^^ aku baru pertama kali kesini nih, salam kenal ya :) selamat ulang tahun yang ke-18! Semoga umurnya berkah, menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, dan apa yang dicita-citakan tercapai ya :D aamiin.

    Aku mau ikutan giveaway-nya ya. Sudah follow via GFC (Ananda Nur Fitriani), email (anandanftrn(at)gmail(dot)com), dan juga twitter. Sudah share info juga ^^

    Bulan juli nanti, umurku memasuki 16 tahun, sekaligus kenaikan kelas (dari 10 ke 11). Berarti, saat umurku 18 tahun, pas banget aku baru lulus SMA. Harapanku saat berumur 18 tahun, diantaranya sebagai berikut;
    1. Lebih taat dalam beragama dan beribadah kepada-Nya.
    2. Membahagiakan orangtua dengan caraku sendiri dan yang pasti tidak mengecewakan mereka.
    3. Menjadi sosok yang lebih dewasa, lebih bijaksana dalam menghadapi masalah dan menentukan pilihan.
    4. Mendapat hasil UN yang memuaskan.
    5. Sukses di bidang yang kusukai (sastra); dapat beasiswa kuliah di Oxford University jurusan sastra Inggris. Selama kuliah itu bisa sambil nyicil nulis naskah novel (karena selama SMA ini gak pernah ada waktu). Lebih banyak baca karya-karya tulis. Jadi blogger aktif (niat lama yang masih belum bisa terwujudkan sekarang). Habis lulus, bisa kerja sebagai penulis, editor, ataupun penerjemah buku.
    6. Selama kuliah punya pekerjaan sampingan supaya punya penghasilan, gak nyusahin orangtua. Apapun pekerjaannya, sekalian cari pengalaman ^^
    7. Selalu dekat dengan keluarga. Ini harapan sederhana yang berlaku seumur hidup, gak cuma saat berumur 18 tahun saja.
    Intinya, aku ingin bisa menikmati hidupku, bahagia akan hidup itu sendiri. Gak apa apa ada masalah, asal dapat menanganinya dengan baik.

    Kak Putri juga begitu ya, enjoy your life! Percayalah, apapun yang terjadi di dalam kehidupan (baik atau buruk, sesuai keinginan atau tidak) itu merupakan jalan terbaik yang diberikan oleh-Nya. Kita hanya harus terus berdoa, berusaha, dan bersyukur. Gak usah takut dengan apa yang akan terjadi di masa depan, yakinkan dalam hati bahwa semuanya akan baik-baik saja, bahkan lebih baik dari sebelumnya. Loh kok malah kaya aku yang lebih tua... Engga kok, ini ngasih semangat! :D Makasih banyak atas giveaway-nya! Btw kok itu So, I Married The Anti-Fan sama 3600 Detik-nya menggoda banget >.< (kode)

    Salam,
    Ananda NF

    BalasHapus
  13. Nama : dera devalina
    Domisili ; Belinyu Bangka
    twitter ; @deradevalina

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.

    Pengalaman diumur 18 tahun waktu itu aku hampir selesai sekolah SMK tapi aku tetap ingin ikut lomba TARI FL2SN (antar sekolah) tingkat SMK dan itu sangat sulit tapi Alhamdulillah aku bisa melewatinya dan kami pun dapat juara 1 dan juara tiga tingkat umum, menari di berbagai even dan acara seperti pernikahan acara seni dan budaya dll, menurutku hal itulah yang paling membanggakan waktu itu, aku memang sedang menggeluti seni tari daerah pas masih dukuk di bangku SMK dan waktu itu juga aku pernah merancang kostum tari untuk senior mengikuti lomba seni tari di luar daerah, aku ingin menjadi perancang busana dan keinginan itu terjawab walaupun masih dalam taraf pembelajaran tapi aku merasa senang sekali bisa mewujudkan keinginan itu dan harapanku semoga aku bisa mewujudkan cita – cita yang aku dambakan agar bisa sukses dan membahagiakan orang tuaku.

    BalasHapus
  14. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  15. Nama : Humaira
    Domisili : Purwakarta, Jawa Barat
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/712819673331412992?p=v

    Follow via e-mail : humairabalfas5@gmail.com

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    Pertama aku ucapin selamat ulang tahun buat Putri Pramaa, barakallah fii umrik. Semoga sehat dan bahagia selalu, diberikan umur yang panjang dan berkah, juga rizki yang melimpah. Semoga mimpi, cita-cita dan harapannya dapat terwujud dan dikabulkan oleh Allah, aamiin :) :)

    Buat pertanyaannya, aduh jadi nostalgia.....
    18 tahun itu berarti 6 tahun yang lalu ya, berasa tua deh jadinya :D :D
    Harus sambil nyetel lagu "Sheila On 7 - Kisah Klasik" biar lebih berasa.

    Usia 18. Saat itu aku lagi belajar giat-giatnya, setiap hari yang aku kerjain cuma belajar abis-abisan. Mengulang semua soal-soal snmptn, yang aku dapat saat tes, yang tahun-tahun sebelumnya, dan soal bayangan untuk snmptn selanjutnya. Itu adalah makanan sehari-hari aku waktu itu. Bahkan sekarang aku baru kepikiran, selama setahun itu gak lewat sehari pun buat gak ngerjain soal. Apa aku ga muntah ya?, hehehe :D :D
    Sebenernya saat itu aku udah lulus, cuma gagal tes masuk PTN pas di tahun tersebut, jadi aku belajar segiat-giatnya untuk snmptn tahun berikutnya.

    Yang udah aku lakuin saat itu, bisa masuk SMA favorit di kotaku dan masuk jurusan impian. Lulus SMA dengan hasil memuaskan #menurutku. Meski ga bisa jadi yang paling bagus di sekolah, tapi bisa jadi yang paling bagus dikelas. Dapet beasiswa di PTN Jakarta, meski aku gagal lulus seleksinya. Menurutku, aku cuma bisa membahagiakan orang tuaku hanya sampai situ aja.

    Usia 18 tahun menurutku, usia dimana seseorang lagi egois-egoisnya. Ingin selalu benar, dan semua keinginan tercapai. 18 itu usia pendewasaan, saat seseorang berada dimasa peralihan menuju dewasa. Masa dimana masih plin-plan untuk mengambil keputusan.
    Seperti anak ayam yang dilepaskan dari kandang. Saat dimana dunia luar yang asing dan sebenarnya baru dimulai. Keadaan yang dan akan kita hadapi berbeda seperti keadaan di masa SMA, masalahnya pun lebih berat.
    Usia 18 itu usia yang masih bingung untuk menentukan pilihan kuliah dan cita-cita, tapi semangatnya, semangat 45, bener-bener menggebu.

    Masa-masa SMA itu yang paling susah dilupain. Pas SMA berpikir, enak kuliah ya, lebih ini lah, lebih itu lah. Tapi begitu lulus, semua berubah. Masih inget waktu ribut di kelas klo ga ada guru, pas perpisahan formal dan informal, semuanya masih kebayang, susah dilupain.

    Jadi ini kesempatan Putri Pramaa untuk benar-benar ga menyia-nyiakan masa SMA yang memorable banget, masih ada kelonggaran sedikit sebelum masuk ke kehidupan yang benar-benar menyibukan selanjutnya. Karena selanjutnya, kamu cuma bisa bilang "Goodbye SMA"
    Dan sewaktu kamu tua, jika ada yang bertanya "kapan masa-masa paling indah?" Aku yakin, kamu pasti bakalan jawab masa-masa di SMA. -dengerin lagu obie mesakh yang kisah kasih di sekolah- pasti cocok :D :D :D

    BalasHapus
  16. Tri
    @tewtri
    Ciamis

    Saat usia 18 tahun? Sebenarnya belum terlalu lama meninggalkan angka itu tapi kok yah kayak yang sudah lapuk. Ingatan saya bahkan sudah pada runtuh entah kemana dan dimakan apa. Oke, 18 tahun sepertinya itu tidak begitu 'woah' buat saya pribadi. Dulu, hal yang saya lakukan di usia segitu adalah maraton menulis cerpen 😁 bahkan belajar untuk ujian masih kalah eksis pesonanya dibanding duduk depan laptop.
    So boring? Tidak juga sih, sebab bermodalkan itu saya menutup masa abege saya dengan cukup berani dalam versi saya. Delapan belas tahun, untuk pertama kalinya setelah ulang tahun saya tepatnya, saya memutuskan untuk melepaskan cinta pertama saya yang sudah bertahan sejak awal-awal masuk SMP. So clasic? Entahlah. Menurut saya,
    tindakan itu merupakan masa kebangkitan buat saya yang baru. Kadang, saat berlari ada hal-hal yang tidak kuasa kita angkut hingga akhir. Melepaskan seseorang yang berarti, curhat melalui cerpen, masuk usia 20-an dan, hai world. Terima kasih untuk usia 18 tahun, sebab hari itu ternyata apa yang saya putuskan adalah benar.

    Happy birthday untuk @putripramaa semoga 18 tahunnya lebih berkesan yah 😁 harapannya adalah yang terbaik dan makin baik lagi di tahun-tahun berikutnya 😁 😄
    PS : Bacanya kalau udah pas tanggalnya aja yah 😗 😆 sukses...

    BalasHapus
  17. Eni Lestari | @dust_pain | Malang

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    wah, pertanyaannya bikin aku teringat masa lalu, hehehe. waktu umurku segitu, aku sedang getol2nya pengin mewujudkan impianku menjadi penulis. aku banyak kirim karyaku di media dan nyaris semuanya gak ada kabarnya. cuma sedikit yang dimuat. waktu itu media sosial belum serame sekarang di mana gampang punya temen penulis yang punya visi misi sama. waktu itu, aku belajar sendiri secara otodidak dengan mengandalkan gugel. walau merasa berjuang sendiri, entah kenapa terasa menyenangkan :)

    intinya sih, punya passion itu penting. karena itu sesuatu yang kita suka, meski berkali2 gagal, kitanya malah makin semangat. buat Putri, kalo udah nemu passion-nya, terus aja kejar, di bidang apapun itu. percayalah, kerja keras gak akan berkhianat sama kita. pasti ada hasilnya.

    oh ya, happy birthday ya. semoga Putri jadi pribadi yang lebih baik, selalu sehat, dan bahagia selalu :)

    BalasHapus
  18. Nama: Novi Andriyani
    Domisili: Bandung
    Twitter: @nvandryn

    Aku lagi menjalankan usia 18 tahun nih, harapannya tentu aja pengen lebih baik lagi dari sebelumnya, merubah sikap, menghilangkan sifat kekanak2an karena di usia 18 tahun itu kita sudah memasuki masa dewasa awal tentu saja harus merubah pola pikir, bisa nanganin masalah sendiri, dan ga selalu nyusahin orang tua.
    Kejujuran, ini yang lebih penting. Jujur bukan hanya dari ucapan tapi juga perbuatan. Sekolah juga harus jujur. Makin bertambahnya usia itu berat, cobaanya juga banyak, dan segala harus bisa sendiri.
    Aku kadang pengen balik lagi ke masa anak2 yang kerjaanya suka main dan ga ada beban. Diusia yang bertambah jujur aja, aku ngerasa kayak banyak bgt beban. Contohnya aja dengan tugas2 kuliah yang selalu ada, dan itu bikin stressor meningkat.
    Tapi harus gimana lagi, jalani dan hadapi aja masa2 diusia 18 tahun ini. Aku juga kadang merasa kalo diriku ini gini2 aja, dan selalu nanya ke diri sendiri "ada ga sih sifat atau perilaku yang berubah dari diriku?"

    Intinya harus mulai belajar buat bisa mandiri dan ga selalu harus "disuapi".
    Diusia segitu kan emang lagi masa2nya labil juga, jadi pengenya merubah sikap yang negatif, intropeksi diri juga, udah gede dan kelakuan jangan lagi seperti anak kecil.

    Selamat bertambah usia ya, semoga di usia yang 18 tahun nanti menjadi berkah buat kamu :-----)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Lidya Marselina // @litanovianty // Jakarta Barat

    18 tahun? Belum genap satu minggu aku menginjak usia itu. Masih terukir jelas dalam ingatanku, permohonan apa yang menggelayuti pikiranku, meraung meminta kepada hatiku untuk mengucapkannya sembari memejamkan mata sebelum meniup lilin-lilin yang bertengger diatas kue itu. Ah. Aku terlalu banyak memohon. Supaya yang jauh disana tak juga jauh dihati. Aku sedang dirundung rindu. Jadi, harapan pertamaku adalah bertemu dengan seseorang yang kurindukan. Sudah lama, bukan?
    Sebelum meniup nyala api dililin itu, masih kulantunkan doa-doa lain. Kucoba merapalkan doa yang tak pernah sekalipun kulupakan dalam sehari, untuk yang disana-dua orang yang sedang jauh disana. Aku tersadar, semakin besar angka usiaku, semakin besar pula angka usia mereka. Bayangan itu membuatku menjadi takut kehilangan sosok mereka. Takut merasakan kehilangan dua orang yang paling kusayangi dihidupku.
    Lagi, aku masih belum mau meniup lilin itu, kupererat genggaman tanganku, kembali merapalkan doa. Kali ini berbeda. Kusebutkan nama-Nya, sebelum kusebut suatu nama dalam doaku. Ya, kau tahu. Doa yang tak pernah luput dari setiap orang diusianya ke-18. Cinta.
    Seakan masih belum puas mencurahkan semua permintaan, masih saja kuminta Dia untuk mengabulkan satu lagi permintaanku, meminta-Nya membuat usiaku ini menjadikan aku pribadi yang lebih baik, meminta-Nya supaya tak sia-sia satu tahun kedepan ini kujalani, supaya tak ada air mata karena bersedih, tetapi air mata bahagia karena menapaki usia ini dengan penuh kebanggaan, entah buatku sendiri, pun buat dua orang disana.
    Semoga, apa yang kuharapkan, menjadi kenyataan. Cause i believe there's nothing impossible. Aku tahu, setiap perjuangan punya hasil, entah baik entah buruk, terima apa adanya. You can't see a rainbow without a rain, jangan mengeluh dan syukuri apa yang ada. Semoga usia delapan belas-ku tak kalah luar biasa dari delapan belas kalian!

    BalasHapus
  21. Oh iya, satu lagi. Aku rasa, aku punya quotes buat kamu put! "An age doesn't mean an abilty, it's mean that everything is going to be more and more. So, make your day more beautiful and memorable! Jangan sia-siakan kesempatan yang Tuhan berikan, ya." :) Selamat 18 tahun ya #bacapashariulangtahun

    BalasHapus
  22. “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa
    menceritakan pengalaman maupun harapan kalian"

    Sebenarnya aku punya banyak hal yang dapat dilakukan, selagi masih
    muda. diantara semua hal itu, yang pernah ku lakukan adalah menjadi si
    penurut pada orang tua, menjadi seperti yang di impikan kedua orang
    tua, apapun itu demi membahagiakan orang tua kenapa tidak ku kerjakan
    selagi hal-hal itu buat kebaikan dan berdampak positif. Seperti
    mendapat Prestasi disekolah dan Menjadi anak baik, dalam arti tak
    pernah membuat malu keluarga. dan masih banyak hal lainnya. Yang pasti
    semua yang aku lakukan masih bertitle keinginan orang tua. Dan hal
    yang menurut keinginanku sendiri masih tertunda. Hal tersebut adalah,
    aku ingin sekali saja ketika usiaku sudah 18 tahun yaitu tepat di
    bulan juni nanti, bisa pergi mendaki di Mahameru. Sekali saja kalo
    bisa. Tapi selalu terus saja dilarang, katanya anak perempuan nggak
    baik buat naik gununglah, hah alasan klasik dan bosen banget
    dengerinnya. Mungkin suatu saat, entah kapan. Aku bisa mewujudkan
    impianku buat mendaki gunung yang pertama bersama pasanganku seumur
    hidup. semoga bisa tercapai, itulah keinginanku.

    Nama : Mega Widyawati
    Domisili : Nganjuk, Jawa Timur.
    Akun Twitter : @widy4_w

    BalasHapus
  23. nama: Famia Kamilia
    Domisli: Bangkalan, Madura
    twitter: @amifamia

    jawaban:

    Waktu umur 18tahun dulu saya sangat ingin pergi ke tanah suci untuk umroh atau haji..... entah mengapa, sejak saya mendengar kisah kisah Nabi Muhammad dari seorang guru waktu kursus, bangkitlah keinginan itu.... Keinginan yang menggebu-gebu untuk segera ziaroh ke makam beliau. walau tidak tahu kapan itu terjadi, tapi saya yakin dengan pasti bahwa itu akan diijabahi oleh Allah. Aamiin.

    BalasHapus
  24. Hi girls!
    Haloooo aku Celina Faramitha (@sampanbiru).
    Domisili: Tangsel

    Eh giiils, aku udah 20 tahun nih. Gak tuwir-tuwir amat kok, sebaya kitaaa, wkwk. Share aja yaaah yang sudah kulakuin sebelum dan sesudah ulang tahunku yang ke 18.

    YANG UDAH KULAKUIN WAKTU 18 TAHUN:
    1. Ikut banyak lomba
    Jujur, dibilang pinter banget juga enggak tapi aku PD. Jadi aku dari kecil udah punya prinsip harus ninggalin sesuatu di tempat aku sekolah. Jadi juara gak juara tetep kudu ikut lomba. Challenges make me exist.

    2. Kenal banyak orang.
    Book is good. Tapi society juga aku gak lupa. Gimana caranya aku bisa dapet juara pembaca buku perpustakaan terbanyak tapi tetep aktif di OSIS, sama ekskul yang aku ikutin.

    3. Exercise
    Olahraga teratur. Apa banget sih geje kan, tapi ada gunanya. Serius deh.

    4. JUJUR SELALU
    Aku nyaris ga pernah bohong dulu. Terutama di sekolah ga pernah nyontek sedikitpun, nilai UAN Fisikaku 4.75 bego ga sih? Embeeer. Nyaris ga lulus. Tapi kejujuran itu berbuah manis, sekarang aku masuk smt akhir dan mau lulus *yeay di salah satu sekolah kedinasan terkenal di Bintaro(ga niat pamer). Ga nyangka. Caya deh, jujur=mujur itu bener adanya.

    5. Speak Up
    Sebodoh atau seaneh apapun pemikiranmu, KELUARIN! Mulai dari sekarang. Pendapatmu yang membuat kamu ADA. Ada kalanya orang butuh masukanmu dan ada saatnya pemikiranmu itu terasah lewat pendapatmu.

    6. Pacaran
    Ahi, penting. Pacaran itu bukan belajar cocok dengan lawan jenis. Tapi belajar berkompromi dengan manusia lain. Banyak hal yang bisa dipelajari dalam pacaran(kecuali hal-hal tidak senonoh).

    YANG PENGEN AKU LAKUIN TAPI BELOM(cetek dan simple tapi seru):
    1. NGELIHAT SETAN
    Aku kira setelah 18 tahun mata batin itu bisa kebuka sendiri(bego). Ternyata enggak. Enggak pernah ngelihat wujud setan*jangan pernah, untung Tuhan ga ngabulin.

    2. Nonton semua film Top 250 IMDb
    Gaperlu penjelasan, setelah nonton sepuluh besar. Aku jadi ngerti betapa ceteknya film-film Indonesia kebanyakan. MUST DO BEFORE DIE!

    3. Baca buku sastra Indonesia dan Dunia
    Pram, Tohari, Tolstoy, Orwell, Kafka. HARUS! YOU ARE WHAT YOU READ, babe. Iya, aku emang gak baca buku Fisika waktu SMA dulu makanya 4,75 di ijazah. Buku yang kamu baca menentukan cara pandangmu pada dunia. Boleh kamu suka romance tapi sekali-kali otak membutuhkan nutrisi, dan sayangnya otakku sampai sekarang masih kekurangan nutrisi.

    4. MENEMUKAN JATI DIRI
    Jangan dikira umur 18 adalah umur kedewasaan. Di umur 18 nanti, kamu akan merasakan segala hal yang biasa kamu lakukan berubah jadi rancu. Penilaianmu akan bagus dan engga bagus pada suatu hal jadi samar. Di usia inilah kamu "lost". Tapi jangan khawatir karena di umurku yang 20 ini aku mulai masuk ke track awal lagi. 2 tahun broooh prosesnya, bahkan ada yg lebih lama, tergantung lingkungan. Dan sekali lagi kalau lingkungan gak mendukung, bacaan memegang peranan penting.

    5. Alim
    Entahlah sampai detik ini belum tertampar hidayah-Nya. Semoga cepet tobat.

    6. Ke Eropa/Jepang/Rusia
    Ke luar negeri adalah mimpi kanak-kanak yang belum terwujud juga.
    Doain ya dulu aku gak ikutan AFS, harapan ke depan sih bisa kuliah bachelor/master/short course di musim salju wkwkwk.

    Nice to know you yaaa ;)

    BalasHapus
  25. Anyway, I can't say happy birthday to you. It just too soon.
    Happy on the way on 18th birthday ya sisteeeer ;) with love yaaa arek Jatim <3 luvluv today is April Mop lho *geje lagi

    BalasHapus
  26. “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    Sebelumnya Happy Birthday buat kak Putri Pramaa :) Wish you all the best.


    Berhubung saya belum umur 18 tahun, jadi saya ingin lebih membahagiakan ortu, baik dengan bekerja ataupun kuliah nantinya. Aamiin
    eh satu lagi kak, kalau sebelumnya aku ga pernah main jauh, semoga setelah umur 18, aku bisa keliling menikmati indahnya alam Idonesia, ah setidaknya keliling Jawa Timur lah:D

    Nama: Cici Wulan Ramadhani
    Domisili: Sidoarjo
    Twitter: @Cici_stia

    BalasHapus
  27. Bintang Permata Alam / @Bintang_Ach / Ngawi, Jawa Timur

    Aku baru berusia 18 tahun bulan Oktober nanti. Oiya, anw selamat ulang tahun ya Put, tua’an kamu dikit ternyata, hahaha.

    Dan… apa yang ingin aku lakukan di usia 18 tahun nanti?

    1. Jadi blogger buku professional.
    Hahahaha, ini impian aku dari dulu sih. Meski sebenarnya sekarang aku juga udah gabung BBI, tapi rasanya masih kurang professional aja. Pengin seperti kak Luckty, Atria, atau pun kak Sulis. Waahh semoga aku bisa konsisten nge blog deh, aamiin.

    2. Interview dengan penulis-penulis terkenal Indonesia.
    Seperti Bernard Batubara, Tuwi Meita atau Moammar Emka. Whhaaaa aku pengin banget bincang-bincang sama mereka. Semoga bisa terwujud di usiaku yang ke 18 yak, hehe.

    3. Menangin lomba cerpen.
    Seumur-umur, aku nggak pernah menang di kompetisi menulis cerpen. Semoga dengan bertambahnya usia, kemampuan menulisku makin berkembang dan bisa—setidaknya menempatkan diri di jajaran penulis pemula yang diperhitungkan (weleehhh, hahaha) Tapi amin-in aja dahh ya

    4. Hadir di IRF.
    Ini adalah event yang sangat aku impikan. Aku pengin sekali hadir dan berwisata di Indonesian Reader Festival. Ya, berwisata. Soalnya, melihat pameran-pameran buku berkualitas adalah sebuah wisata bagiku. Tidak melulu ke gunung, pantai, tempat hiburan. Even besar seperi IRF pun bisa dianggap wisata. Ayoo put ntar ke IRF bareng, hahaha.

    5. Hadir di KPP GagasMedia Grup.
    Sudah tau belum kalau setiap akhir tahun, GagasMedia group (Gagas, Bukune, Pandamedia, dan Entermedia) selalu mengadakan acara KPP—Kumpul Pembaca dan Penulis? Hadir di acara ini juga menjadi salah satu impianku, dan semoga bisa terwujud di usiaku yang ke 18 tahun nanti. Mengingat, aku juga penggemar berat buku dan para penulis gagas, bukan tidak mungkin aku ngarep banget untuk ikut acara rutin tahunan ini. Pengin ketemu Kak Benzbara, Mbak Ruwi Meita, Mas Emka, Mezty Mez, Kevin Anggara, dan.. emmm banyak lagi dehh, hehe.

    6. Dapet banyak tawaran blogtour.
    Hwwaaa… selama jadi blogger buku belum pernah sekali pun mendapat tawaran untuk menjadi host blogtour sebuah buku. Aku pengin banget jadi host. Dear penerbit… lirik blogku dong… Biar tambah rame juga, hehe. Semoga saat usia 18 tahun nanti, banyak tawaran blogtour berdatangan untuk Ach;s Book Forum. Aamiin

    7. Punya rak buku.
    Buku uda bertumpuk-tumpuk, tapi belum juga punya rak juga. Yahh moga aja di usia 18 tahun nanti ada yang ngado aku rak buku (halaahh ngarep). Biar tambah cakep gitu, gak tega liat anak-anakku pada kleleran di meja kamar  .

    8. Buka perpustakaan mini di rumah.
    Yapp, aku pengin banget buka perpustakaan di rumah. Entah itu koleksi novel-novelku, atau sumbangan dari orang lain, intinya aku ingin membuka perpus mini. Tujuannya untuk meningkatkan daya baca remaja dan anak-anak. Oh iya, mau tidak mau aku juga harus sediain buku anak ya? Tapi.. gapapalah, yang penting di usia 18 keinginanku untuk membuka perpus mini bisa kesampean. Entah itu untuk remaja atau anak-anak, yang penting banyak orang yang tertarik membaca, aamiin. Hehe

    BalasHapus

  28. Nama : Daivara Rezuki Wijaya
    Akun Twitter : @dairezuki
    Domisili : Cirebon

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    Sebelumnya ingin ku ucapkan "Selamat ulang tahun, barakallah fii umrik. Semoga menjadi sosok yang lebih baik daripada sebelumnya dan semakin dewasa, baik secara pikiran, perkataan dan perbuatan." Kalau bisa di bacanya pas 8 april ae yeeuu ✌🏻️

    18 tahun yaa? 17 hari lagi aku berusia 18 tahun. Intinya, ulang tahun kita hanya berbeda 12 hari namun dalam bulan dan tahun yang sama.

    Sebelumnya aku mau curhat sedikit-_- aku bukan seseorang yang rajin atau senang di beri suatu pekerjaan. Aku merupakan sosok yang sangat MAGER. Aku lebih senang melakukan semuanya di kasur, singgasanaku. Mulai dari makan hingga belajar, aku lakukan semua itu di tempat tidur. Sampai ketika aku memasuki perkuliahan, di mana aku tak bisa bermalas-malasan. Aku juga merupakan anak kost yang setiap hari harus mencari makan dan membersihkan segala sesuatu sendiri. Sudah 8 bulan aku menjadi anak kost dan selama itu pula aku sudah mengurangi sifat magerku itu.

    Di kampus aku memiliki dua teman yang sangat dekat, selain jurusan yang sama, kami juga kost di tempat yang sama. Teman-temanku itu mengajak aku untuk mendaki gunung dan awalnya aku menolak. Faktornya, selain mager, aku juga takut. Aku takut karena banyak peristiwa-peristiwa menakutkan jika mendaki gunung, entah itu tersesat, hewan buas, hyportemia ataupun karena jatuh di kawah gunung-_- Tapi setelah bujuk rayu teman-teman seperjuangan aku itu. Akhirnya aku menuruti kemauan mereka. Dan sekarang aku bertekad mendaki 4 gunung di Indonesia sebelum berumur 18 tahun. 4 gunung itu melambangkan bulan pada saat ulang tahunku, April. Dan aku sudah berhasil mendaki 3 gunung di daerah jawa barat. Pada 20 April, tepat ulang tahunku. Aku akan mendaki gunung Ciremai. Salah satu gunung yang berada di Kabupaten Kuningan, mendaki bersama teman-temanku sekaligus para pecinta alam di yang ada di kampusku.

    Sebenarnya, aku memiliki tujuan untuk mendaki gunung. Pertama menghilangkan rasa magerku, menghilangkan rasa takutku akan ketinggian, menambah banyak teman, melihat indahnya alam Indonesiaku ini, menjadi sosok yang mandiri dan bertanggung jawab.

    Aku juga sudah menyelesaikan naskah novelku dan beberapa bulan yang lalu aku sudah mengirimnya ke salah satu penerbit di Indonesia. Bukan penerbit mayor sih tapi jika naskahku di terima, menurutku itu kado yang sangat spesial. Sebelum umurku 18 tahun, aku juga ingin naskahku menjadi sebuah novel yang utuh. Aku ingin menjadi seorang penulis yang bisa menerbitkan novelnya dan mampu membuat orang tuaku bangga terhadapku.

    Kalau harapan, tentu aku ingin menjadi sosok yang lebih dewasa lagi, menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya, menjadi anak yang berbakti terhadap kedua orang tua, menjadi anak yang bisa di banggakan, dan menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab. Aku ingin melangkah lebih jauh bahkan berlari, mengejar teman-temanku yang sudah lebih jauh meninggalkanku. Sempat ada rasa penyesalan di diriku, apalagi aku merupakan anak yang jarang bergaul. Dan aku ingin menghabiskan tahun-tahun di kampusku untuk bersosialisasi dengan yang lainnya, travelling ke seluruh penjuru indonesia bahkan eropa, dan aku ingin pergi ke Raja Ampat lalu scuba diving uwuwuwu.


    Sekian, terima kasih:)

    BalasHapus
  29. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Domisili: Palembang

    1). Di usia 18 tahun, dulu aku sudah menginjak bangku kuliah di semester 2. Ya, ini karena aku lulus SMA saat masih sweet seventeen gara-gara sejak awal masuk TK & SD memang kecepetan setahun ehehehe~

    2). Di usia segitu, aku sudah pernah merasakan pahitnya 'di-bully' dosen. Bukan salah mereka sih, hanya saja sepertinya karena memang akunya yang lemot. Dosen kan sukanya dengan mahasiswa yang cekatan dan tanggap juga pintar. Aku dulu masih jauh dari kriteria tersebut.

    3). Di usia segitu, aku sudah punya 2 orang keponakan. Kalau orang lain kebanyakan side job mereka adalah kerja part time di samping kesibukan kuliah, tapi part time-ku malah ikut ngurusin ponakanku yang masih kecil-kecil.

    4). Keinginan untuk bisa mengendarai motor akhirnya tercapai, walau cuma naik motor matic. Disodorin motor gigi, malah langsung mati gaya... :(

    5). Di usia segitu, pertama kalinya aku punya teman akrab di kampus yang bisa disebut gank. Pertama kalinya pula punya gank yang isinya sampe 7 orang. It was quite a lot, wasn't it? Isi 6 orang aja udah terasa kebanyakan menurutku. Aku baru dapat teman akrab di kampus saat menginjak usia 18. Selama 1 semester sebelumnya aku memang hampir selalu sendirian karena sifatku yang sangat tertutup. Jaman sekolah dulu aku mikirnya "apa sih enaknya punya gank? toh nggak ngaruh banyak ke kehidupan sosial di sekolah atau prestasi." Tapi begitu masuk ke dunia kampus, oh believe me, kalau nggak punya gank rasanya kayak anak ayam hilang induk (bagi orang kayak aku yang lemot). Nggak punya gank malah serba ketinggalan info jarkom, susah cari teman kelompok pas bikin tugas karena ujung-ujungnya dilempar ke kelompok 'buangan' alias gabung sama anak-anak cowok pemalas yang rata-rata cuma mau terima jadi aja kalau bikin tugas.

    Pesanku, menginjak bangku kuliah sebaiknya carilah teman yang memang 'sejalan', tulus peduli, dan cocok dijadikan rombongan. Kalau pun memang mau punya teman akrab, gabungnya bukan karena kita yang asal ikut-ikutan aja masuk di gank itu. Nggak punya gank pun nggak apa-apa, asal punya 1 teman yang memang bisa diandalkan. Terutama untuk tugas dan segala macam urusan kampus. Susah kalau semua harus serba sendiri. Pengalaman sih... :(

    Udah itu aja deh. Kehidupanku nggak ada yang terlalu spesial sih hehehe. Cuma mau berbagi pengalaman. Semoga berkenan and happy birthday to you!! :)

    BalasHapus
  30. Nama : Pida Alandrian
    Domisili : Aceh
    Akun Twitter : @PidaAlandrian92

    Sebelumnya selamat hari lahir ke 18 , semoga di tahun ini kamu bisa menjadi lebih baik lagi dr sebelum2nya. Bisa mencapai impian dan cita2mu. (bacanya di waktu tanggal kamu lahir aja yaa)

    1. Chek
    2. Done (via GFC)
    3. Done
    4. Done

    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    Jawaban >
    Ketika aku berumur 18 tahun, itu awal-awal aku menjadi mahasiswi di perguruan tinggi.
    Apa yang udah aku lakuin pada saat itu?

    Pada saat umurku 18 tahun, hal yg aku lakuin yg sangat berkesan dalam hidupku adalah lulus masuk kuliah melalui jalur undangan tanpa tes. Aku sangat bersyukur pada saat itu aku lulus ke universitas yg udah menjadi impianku utk lanjutin pendidikan melalui undangan. Alhamdulillah banget, di saat orang lain harus belajar mati2an untuk bs lulus tes, aku bisa lulus tanpa harus mengikuti tes. Suatu keberkahan ly luar biasa yang aku dapat ketika umurku beranjak 18 tahun. Tentu aja untuk mendapatkan undangan universitas langsung tidak semudah membalikkan telapak tangan, aku harus belajar semua materi yg berhubungan dengan tes tersebut. Dan berkat semua kerja keras ku aku mendapatkan hasil yg sangat memuaskan.

    Pesanku, jika kamu ingin mencapai sesuatu yang kamu inginkan, teruslah berjuang, jangan pernah berhenti sebelum kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan tersebut . Karena tiap kerja keras/kegigihan seseorang itu akan mendapatkan hasil yg setimpal dengan apa yg sudah kita lakukan.

    Salam kenal Pida Alandrian

    BalasHapus
  31. Nama: Ari
    Domisili: Lampung
    Twitter: @tiarizee

    Pertanyaan GA ini mengingatkanku pada target yang aku ingin capai, pada tanggal 13 maret kemarin dimana aku berulang tahun ke-17. Pada saat berumur 16 tahun( dimana tahun berikutnya aku akan berulang tahun ke-17), aku sudah memasang target untuk menghafal semua tenses bahasa inggris dan bagaimana cara menerapkannya pada percakapan sehari-hari, serta menambah(menghafal) 2000 kosa kata baru dalam bahasa inggris. Sama seperti aku mencintai bahasa indonesia, aku pun mencintai bahasa inggris. Aku ingin membaca karya penulis luar negeri secara langsung, tanpa harus diterjemahkan terlebih dahulu ke bahasa indonesia.
    Pada ulang tahun ke-17 kemarin aku baru menyadari bahwa target itu tidak berhasil. Atau lebih tepatnya hampir berhasil jika aku berusaha lebih keras lagi.

    Secara garis besar, jika aku ditanya 'ingin melakukan apa saat berusia 18 tahun' jawabanku adalah; Aku ingin menjadi lebih baik lagi dan dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat pula bagi orang lain

    Berkaca dari tahun sebelumnya, saat aku berusia 18 tahun aku ingin menuntaskan target-targetku ini, yaitu:

    -Karir: tahun depan, aku akan menghadapi Ujian Nasional. Aku ingin belajar lebih keras lagi agar nilai yang kudapatkan pada UN bisa membawaku ke universitas negeri yang aku inginkan sekaligus membanggakan orang tuaku. Karena jujur, aku bukan merupakan anak yang pintar dan banyak memiliki prestasi untuk membuat orang tuaku bangga. Walaupun mereka mungkin berkata bahwa itu bukan masalah besar, namun siapa sih anak yang tidak ingin membanggakan orang tua nya? Begitu pun denganku. Dan nanti, aku ingin memilih jurusan yang dari dulu aku inginkan, yaitu ilmu Perpustakaan. Kutipan 'do what you love, and love what you do' membuatku memilih jurusan ini. Aku mencintai dunia membaca dan aku tidak ingin menghabiskan waktu dalam hidupku dengan melakukan pekerjaan yang tidak kusukai.

    -Hobi: Pada saat berumur 18 tahun, aku ingin sudah memiliki 200 buku dan membelinya dengan uangku sendiri. Karena hobiku adalah tanggung jawabku. Lalu pada saat kelulusan nanti, aku ingin menyumbangkan beberapa buku yang kumiliki pada perpustakaan sekolah. Karena bisa dibilang perpustakaan sekolahku itu mati. Bersih, rapih, nyaman, tapi sama sekali tak ada penghuninya kecuali pengurusnya. Buku yang tersedia pun menurutku buku itu-itu saja yang sangat membosankan. Aku tidak berharap perpustakaan itu akan langsung ramai dengan sumbangan bukuku yang tidak berarti banyak tersebut. Tapi lewat buku-buku tersebut setidaknya aku ingin memberikan sedikit upayaku dan harapanku untuk memajukan serta meningkatkan lagi minat baca murid-muridnya.
    Lalu, aku ingin membentuk komunitas membaca kecil-kecilan di tempatku tinggal. Ah, menyenangkan sekali pasti rasanya, dapat berkumpul dengan orang yang memiliki minat yang sama dengan kita. Anyway, rencanaku ini sedikit mulai terealisasikan dari tahun ini karena aku dan teman-teman sudah memiliki tempat(seperti markas, mungkin) untuk berkumpul dua kali seminggu, sekadar untuk menggosipkan buku apa saja yang sedang jadi bahan pembicaraan maupun saling bertukar buku bacaan. Kedepannya aku ingin perkumpulan ini benar-benar membuat komunitas yang solid, khusus bagi mereka yang suka dengan dunia membaca. Untuk yang belum tertarik dengan dunia membaca? Ya nanti ada saatnya kami rekrut dan kami terjunkan mereka ke asiknya dunia membaca wkwk.

    -Diri sendiri: untuk diriku sendiri, pada umur 18 tahun yang sudah cukup dikatakan dewasa, aku ingin lebih mandiri dalam menjalani hidup. Dewasa dalam mengambil keputusan. Berkepala dingin saat dilanda amarah. Sopan dalam berperilaku. Lebih jujur pada diriku sendiri. Dan belajar mencintai diriku sendiri diatas semua kekurangan serta ketidaksempurnaan yang kumiliki. Karena semua kekurangan tersebut membuatku menjadi 'aku'.

    BalasHapus
  32. Happy Fabulous 18th Birthday, Putri! Semoga makin sukses dalam segala hal. Semoga cita-cita & harapanmu segera terwujud di usia yg semakin matang dan dewasa ini ;)

    Hmmm... berhubung usia 18 tahunku udah lewat (ya iyalah!^^") Jadi aku mau share apa yang sudah kulakukan saat usiaku menginjak 18 tahun:

    Kebetulan ulang tahunku jatuh pada bulan Mei. Dan ketika menginjak usia 18 tahun, aku sdg duduk di kelas III SMU & bahkan sudah menyelesaikan Ujian Akhir kelulusan. Hal itu kurasakan sgt melegakan, meskipun memang hasilnya belum keluar, tapi aku cukup optimis kalau aku dapat lulus dari SMU dengan nilai yg gak malu2in amat lah! Hehehe.

    Dan benar saja, ketika pengumuman kelulusan tiba, aku dgn bangga maju ke atas panggung utk menerima gelar "Juara Umum" & "Siswa Berprestasi" di angkatanku. WOW!!! Rasanya gak nyangka banget! Meskipun aku yakin bakal lulus, tapi tetap aja gak nyangka klo bakal dpt 2 gelar keren itu. Hahaha. Oh well, setidaknya aku sdh meninggalkan jejak yg cukup membanggakan di sekolah yg sdh menempaku selama 3 tahun itu.

    Tantangan selanjutnya adalah mengikuti UMPTN (iya, jamanku dulu namanya masih UMPTN!^^) untuk berburu kursi di PTN incaran. Sebenarnya aku pernah tembus SPMB di sebuah PTN, namun sayang orang tuaku tak mengijinkanku kuliah di luar kota. Maklum, aku anak perempuan mereka satu-satunya. Oh well, untuk urusan yg satu ini aku memang lbh banyak mengalah & menuruti kata2 mereka. Gak pengen jadi anak durhaka :)

    Setelah perjuangan yg cukup mendebarkan, ternyata aku doaku dikabulkan Yang Maha Kuasa! Yeayyy!!! Senangnya bukan main saat tau kalau aku berhasil diterima di sebuah PTN di daerah di Depok.

    Sebenernya saat ikut UMPTN itu aku udah pasrah banget! Kalau keterima ya sukur, kalau enggak ya aku mau coba lagi tahun depan. Loh kenapa gak nyoba PTS? Ya, waktu itu papaku habis kena serangan stroke jadi tidak dapat kembali bekerja sehingga finansial keluarga kami sangat mengkhawatirkan. Jadi aku mencoba untuk lebih tau diri. Apalagi aku masih punya 2 adik cowo yang masih sekolah.

    Begitu tau lulus UMPTN, dilema yang kuhadapi adalah terancam tidak dapat kuliah karena ketiadaan biaya. Tapi aku gak mau menyerah begitu saja, aku mencoba mengurus keringanan & beasiswa. Dan syukurlah keduanya berhasil kudapatkan, meski tidak membebaskanku 100% dari biaya kuliah. Sisanya kudapat dari tanteku yang memang cukup berada.

    (bersambung ke komentar berikutnya^^)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun pertama kuliah disaat usiaku 18 tahun itu adalah masa-masa yang cukup berat bagiku. Memang sih, ada excitement yang kurasakan saat sudah melewati masa ospek dan akhirnya mengenakan jaket kuning kebanggaan kampusku, namun aku juga harus berjuang dengan kesulitan studi karena aku mengambil bahasa asing yang benar-benar aku tak punya dasarnya sama sekali! Belum lagi tantangan finansial yang luar biasa: ongkos PP rumah-kampus, buku-buku impor, biaya pengerjaan tugas, makalah, dll, biaya semester ke-2 sampai uang sekolah adik-adikku!

      Untuk menutupi semua biaya itu, aku pun mengajar private dan harus membiasakan diri berpuasa selama 3 hari dalam seminggu. Lumayan irit jadinya ^^. Kalau ada event aku juga sering mengajukan diri jadi panitia atau volunteer. Lumayan deh dapet uang lelah buat nambah-nambah pemasukan. Untungnya pengajuan keringanan biaya kuliahku berikutnya mendapat persetujuan & aku pun kembali berhasil mendapatkan beberapa beasiswa sehingga mampu menutupi kewajiban pembayaran uang kuliahku dan uang sekolah adik-adikku. Thanks God!

      Berat memang, tapi kalau mengingat itu sekarang aku merasa bersyukur karena pernah mengalami dan melewati semua kesulitan itu. Karena hal itu membuatku menjadi pribadi yang lebih tangguh, tidak gampang menyerah, dan selalu percaya bahwa segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya asalkan kita mau berserah padaNya dan berusaha sampai titik penghabisan kita.

      Once again, Happy Fabulous 18th Birthday, Putri! Semoga kamu menjadi pribadi yang luar bisa diberkati Tuhan sehingga juga menjadi berkat bagi sesama di sekitarmu. Tuhan memberkati!

      Kitty | @womomfey | Jakarta
      https://twitter.com/WoMomFey/status/721841342905606145

      Hapus



  33. Nama : Daisy S
    Domisili : Semarang
    Akun twitter : @Daisy_skys
    Link share :
    https://twitter.com/Daisy_skys/status/722065142746259456


    “Ketika berusia 18 tahun kalian ingin/sudah melakukan apa? Kalian bisa menceritakan pengalaman maupun harapan kalian.”

    18 tahunku desember 2016 mendatang .Sederhana saja sih keinginanku .takutnya kalau muluk - muluk nanti malah banyak an kecewanya.

    1. Jadi Blogger buku
    Hal sederhana yang belum sempat kulakukan .Aku kadang malas banget nulis review buku yang habis dibaca padahal aku pengen banget jadi blogger buku kaya kak Putri misalnya .Nggak harus langsung sekeren kak Sulis ,Kak Rizky ,kak Luckty dan lain -lain asal bisa seperti kak Putri aja mungkin aku udah seneng .Nanti berkembangnya ya pelan - pelan dan bertahap sampai bisa disamain dengan blog buku kondang indonesia .

    2.Ikut klub buku
    Apapun deh terutama BBI . Kadang aku berpikir kapan ya aku bisa berkumpul dengan orang - orang yang sama2 menyukai buku ,saling pinjam meminjam ,berdiskusi tentang buku yang baru terbit . Apalagi aku juga nggak punya temen yang hobbynya sama ,jadi kalau udah ngomongin tentang novel mereka kurang paham .

    3.Punya kamar sendiri
    Tau nggak betapa menyebalkannya ketika harus berbagi kamar .Aku harus tidur bersama sepupuku yang super menyebalkan .Dia yang suka berantakin buku- bukuku ,pinjam alat tulis tapi nggak dikembaliin ,bahkan kalau tidur ngorok .Aku nggak tahan lagi .Aku pengen tidur di kamarku sendirian tidak dengan siapapun .Lagi pula kamarku terlalu kecil untuk dua gadis remaja .Jadi tolong banget kamu tidurnya pindah ,kalau bisa tidur dirumahmu sendiri ,masa udah gede nggak berani tidur dirumah sendiri . (Orang tua Sepupuku merantau ,jadi dia dirumah sendirian dan nginep dirumahku )

    4. Tempat belajar baru
    Saat aku berusia 18 aku akan berada pada titik puncak sebagai seorang siswa sma .Apalagi kalau bukan UN yang berasa meneror .Jadi aku butuh kenyamanan dalam belajar .Lagipula novel novelku sudah tidak cukup tempat dimeja belajar yang lama ,masa aku harus berdesak - desakan dengan novel2 itu diatas meja dengan lembaran soal dimana mana .Pasti nggak nyaman banget .Jadi tolonglah Ibu ayah bersedia beli furnitur yang bisa buat rak buku dan tempat belajar terus kursinya yang bisa muter muter ,kursi lamaku kan nggak bisa .Biar nggak penuh sesak lagi kamarku ,terus belajarnya nyaman .

    5.Lulus dengan membuat kenangan
    Ketika aku 18 tahun ,hal yang paling kuinginkan adalah Lulus dengan kenangan .Betapa tenaga terkuras habis dengan dril soal UN tetapi juga ada teman - teman seperjuangan yang membantu kita sedikit terhibur .Lulus UN dengan nilai memuaskan dan membuat kenangan Indah diakhir masa SMA adalah hal yang selalu kupikirkan .Dan ini adalah final dari semua keinginanku .


    Kak putri HBD ya maaf telat .selamat 18 tahun 18 hari .Semoga makin dewasa :)


    BalasHapus

 
La Distances Blog Design by Ipietoon