You Are Invited by Kezia Evi Wiadji | Book Review



 
Judul : You Are Invited
Penulis : Kezia Evi Wiadji
Penerbit : Grasindo
Tahun terbit : 2014
ISBN : 9786022514930
Jumlah Hlm : 212 hlm
*

Stacy Tanu dan John Edward, berencana melangsungkan pesta pernikahan. Selain mengundang 400 tamu, juga enam orang yang mempunyai hubungan spesial dengan kedua calon mempelai. Mereka adalah Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo dan James.
Beberapa minggu menjelang pesta pernikahan itu, masalah demi masalah silih berganti menghampiri mereka.
Dapatkah mereka bergabung dengan tamu undangan lain untuk merayakan pesta pernikahan Stacy dan John?

*



Edited by me. But the picture is not mine
Aku pengin pernikahan kita sempurna. Aku pengin teman-teman dan seluruh kerabat hadir. Ini pernikahan satu kali seumur hidup." Hlm. 6

John dan Stacy berniat untuk melangsungkan pernikahannya. Mereka beredua mengundang teman serta kerabat mereka ke acara sakral tersebut. Kedua orang tersebut dipertemukan di sebuah pesawat menuju bali dengan impresi yang sangat buruk, yaitu: Stacy yang tertidur dengan air liur di pundak John. Sejak saat itulah mereka berkenalan dan hingga akhirnya berniat untuk melangsungkan pernikahannya.
Orang-orang yang hendak diundang berjumlah ratusan, namun terdapat beberapa orang yang memiliki benang merah dengan kelangsungan pernikahan tersebut, yaitu: Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo, serta James. Merekalah yang perlahan membawa kisah ini menuju akhirnya.
Pertama, Dina adalah mantan kekasih John, yang menyesal karena telah mengkhianati pria tersebut. Pada bagian kisah Dina, dikisahkan bahwa sebelum Dina bertemu John, gadis itu memiliki hubungan dengan seorang pelukis yang sangat pandai mengobrak-abrik perasaan wanita. Karena pria itulah, hubungan Dina dan John berakhir dengan tidak etis di Bali. Dan karena kejadian tidak etis tersebutlah, Dina enggan untuk menghadiri pernikahan John. Akankah Dina menghadiri pernikahan John dan Stacy?
Kedua, Ben adalah mantan kekasih Stacy, yang putus dengan baik-baik. Karena kesukaan Ben akan petualangan, Stacy tak mampu menjadi pendamping Ben. Saat Stacy menelepon untuk memberitahukan pernikahan, Ben berada di Pekanbaru dan siapa singka jika ia bertemu dengan seseorang yang menawan hatinya tersebut. Namun, upaya untuk mendekati perempuan tersebut tidak mudah, Ben harus berusaha lebih untuk meyakinkannya karena perempuan tersebut sangat ‘spesial’. Apakah Ben berhasil mendapatkan hati perempuan tersebut? Dan, apakah Ben akan menghadiri pernikahan John dan Stacy?
Ketiga, Lyla, sahabat Stacy. Menjelang perhelatan pernikahan John dan Stacy, Lyla memutuskan untuk mendaki gunung. Sayangnya, ada musibah menimpanya, dan dapat membuatnya tidak bisa hadiri di pernikahan John dan Stacy. Selain itu, dengan mendaki gunung tersebut, Lyla menemukan cinta di sana, akankah dia mendapatkan cintanya? Dan, akankah Lyla menghadiri pernikahan John dan Stacy?
Keempat, Sonia, adik John. Dia tengah dilanda kegalauan karena suaminya sedang berada dalam keadaaan kritis. Keadaan suaminya tersebut membuat Sonia uring-uringan. Dia kembali diingatkan akan kejadian-kejadian di masa lalunya, bagaimana ia menikah, dan lain-lainnya. Ketika semua orang menyerah dengan keadaan suaminya tersebut, apakah Sonia mampu bertahan? Dan, akankah Sonia mampu menghadiri acara bahagia kakaknya saat dirinya tengah murung?
Kelimat, Edo, sahabat John. Dia orang yang sangat rajin dan teguh untuk mencapai cita-citanya. Dia bercita-cita menjadi dokter, tetapi di tengah kesibukannya tersebut ia masih sempat untuk bergaul dengan teman-temannya. Dia sangat menyukai Astronomi dan karena hal itulah ia mendapatkan cintanya. Namun, dia harus bertugas di pedalaman untuk mencapai cita-citanya, dan sayangnya dia harus meninggalkan orang yang dicintainya. Akankah dia berhasil mendapatkan cintanya? Dan, apakah dia dapat menghadiri pernikahan John dan Stacy?
Keenam, James, pria yang merasa bersalah kepada seseorang di masa lalunya. Kemudian, dia bertemu dengan seorang wanita yang mampu membuat perasaan bersalahnya melumer. Sayangnya, hal itu justru membawanya menghadapi peristiwa yang membahayakan nyawanya. Jika begitu, akankah dia menghadiri pernikahan John dan Stacy?

"Hidup itu berawal dari huruf B dan berakhir di huruf D. Huruf B artinya Birth dan D artinya Death. Tapi di antara huruf B dan D ada huruf C, yang artinya Choice. Artinya, hidup selalu mewarkan pilihan." Hlm. 198

"Cowok berengsek seperti itu, ngapain juga lo pikirin, Din. Kayak nggak ada cowok lain aja." Hlm. 31

"Namun, cinta kadang berlabuh di tempat yang salah, sementara aku sendiri tidak kuasa menolaknya." Hlm. 42

"Aku tidak boleh mengekang Sonia dengan ikatan sementara aku tidak ada di dekatnya. Sementara aku belum menjadi 'orang' di depan matanya." Hlm. 156

You Are Invited adalah novel kedua Kezia Evi Wadji yang kubaca. Saat membaca novel ini, aku tidak menyangka bahwa maksud dari judul You Are Invited adalah kisah orang-orang yang diundang di pernikahan John dan Stacy.
Novel ini merupakan salah satu naskah pilihan dalam event PSA 2 yang bercitarasa Indonesia. Dengan citarasa Indonesia, novel ini membawakan kisah yang membahas berbagai kota di Indonesia. Hal tersebut dapat kita lihat dalam latar belakang kisah setiap tokohnya, misalnya Dina di Bali, Ben di Pekanbaru, dll. Selain itu, ada banyak informasi-informasi tentang kuliner-kuliner lho di novel ini. Menarik banget.
Namun, sejak awal aku sudah sangat menyukai konsep cerita You Are Invited. Semua tokoh utamanya memiliki benang merah yaitu pernikahan John dan Stacy. Novel ini memiliki rasa seperti kumpulan cerpen karena bila kita baca masing-masing babnya secara acak pun tidak terlalu berpengaruh. Setiap bab sebenarnya dapat berdiri sendiri, namun setiap bab itu memiliki benang merah, seperti yang kusebutkan tadi.
Karena terdiri dari banyak cerita itulah, You Are Invited tergolong novel yang dapat memutar balikkan perasaan yang sedang membacanya. You Are Invited akan membuat pembaca merasa sedih, senang, kecewa, dan galau sekaligus. Setiap bab yang mengangkat persoalan yang berbeda-beda membuat novel ini kompleks sekali, namun tetap diceritakan dengan gaya bahasa yang ringan sehingga pembaca sangat nyaman membacanya.
Di antara semua kisah para tokoh utama, aku paling suka kisah Edo. Selain karena aku dan Edo memiliki passion yang kurang lebih sama, kisah Edo ini hampir mirip dengan yang terjadi di kenyataan. Faktanya, apa yang terjadi pada Edo seringkali terjadi pada orang-orang. Prinsip memantapkan diri terlebih dahulu terkadang menjadi boomerang bagi orang yang menerapkannya.
Sayangnya, di novel ini, masih ada banyak kesalahan ketik. Hal tersebut terkadang merusak konsentrasi membaca, jadi bila ada kesempatan untuk mengedit, mungkin akan lebih baik lagi bila typo-nya dihilangkan.
Selain itu, kisah cinta masing-masing tokoh seringkali didominasi oleh kisah yang terkesan terburu-buru. Kenapa bisa terburu-buru? Hal itu dikarenakan cinta dadakan yang lumayan banyak. Oleh karena itu, kisah cintanya cenderung tidak realistis. Atau mungkin aku yang terburu-buru dalam membacanya? Mungkin diperlukan penunjuk waktu yang lebih jelas agar para pembaca tidak merasakan kesan cinta dadakan macam ini.
Membaca novel ini mengajarkan kita banyak hal, seperti kita harus bertekad untuk mewujudkan mimpi, kita tidak boleh mengkhianati orang lain karena karma masih berlaku, para perempuan yang harus selalu menjaga diri, dan lain-lain. Banyak sekali amanat-amanat yang disampaikan oleh novel ini. Sungguh bacaan yang menyenangkan.
Overall, novel ini merupakan novel yang seru sekali untuk dibaca. Meskipun tipis, namun novel ini benar-benar bermaksa. Recommended!
So, 3,5 stars of 5 stars untuk novel ini! ^_^


XOXO
PutriPramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon