Antologi Rasa by Ika Natassa | Book Review



Judul : Antologi Rasa
Penulis : Ika Natassa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2011
ISBN : 9789792274394
Jumlah Hlm : 328 hlm
*

Tiga sahabat. Satu pertanyaan. What if in the person that you love, you find a best friend instead of a lover?
K e a r a
Were both just people who worry about the breaths we take, not how we breathe.
How can we be so different and feel so much alike, Rul?
Dan malam ini, tiga tahun setelah malam yang membuatku jatuh cinta, my dear, dan aku di sini terbaring menatap bintang-bintang di langit pekat Singapura ini, aku masih cinta, Rul. Dan kamu mungkin tidak akan pernah tahu.
Three years of my wasted life loving you.
R u l y
Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah bahwa sampai sekarang gue merasa mungkin satu-satunya momen yang bisa mengalahkan senangnya dan leganya gue subuh itu adalah kalau suatu hari nanti gue masuk ke ruangan rumah sakit seperti ini dan Denise sedang menggendong bayi kami yang baru dia lahirkan. Yang tidak gue ceritakan ke Keara adalah rasa hangat yang terasa di dada gue waktu suster membangunkan gue subuh itu dan berkata, "Pak, istrinya sudah sadar," dan bahwa gue bahkan tidak sedikit pun berniat mengoreksi pernyataan itu. Mimpi aja terus, Rul.
H a r r i s
Senang definisi gue: elo tertawa lepas. Senang definisi elo? Mungkin gue nggak akan pernah tahu. Karena setiap gue mencoba melakukan hal-hal manis yang gue lakukan dengan perempuan-perempuan lain yang sepanjang sejarah tidak pernah gagal membuat mereka klepek-klepek, ucapan yang harus gue dengar hanya, "Harris darling, udah deh, nggak usah sok manis. Go back being the chauvinistic jerk that I love."
Thats probably as close as I can get to hearing that she loves me.

Kisah kosmopolis ini sesungguhnya mengangkat tema klasik: cinta saling-silang yang menanti titik temu. Dalam bukunya kali ini, dengan berani Ika Natassa "memerankan" setiap tokoh dan bercerita dari sudut pandang mereka masing-masing, membuat dinamika yang menarik, tajam, cerdas, sekaligus humoris sepanjang cerita. Untuk penggemar chicklit atau buku-buku bertema metropop, karya Ika Natassa ini tidak sepantasnya dilewatkan.
-- Dewi Lestari, penulis

Love this novel!
Dengan banyak karakter dan cerita yang disuguhkan, Ika memberikan cerita yang jujur, apa adanya, dan membumi. Novel ini berbeda dengan novel-novel sebelumnya tanpa kehilangan signature sang penulis. If only every book I read was this good.
-- Ninit Yunita, penulis

Sebagai pembaca sok pinter, berkali-kali saya berusaha menebak alur novel ini. Berkali-kali juga saya cengar-cengir karena twist yang muncul tak terduga mementahkan tebakan itu dan tanpa disadari saya sudah hanyut dalam cerita ini. Ikut frustrasi bersama Harris. Ikut sedih bareng Keara. Ikut jatuh cinta dengan Ruly. Novel ini wajib dibaca kalau kamu sudah bosan dibuai novel bertema sejenis dengan cerita yang too good to be true. Novel ini akan bikin kamu terharu, bahagia, sedih, sebal, dan akhirnya tersadar: cinta dan realita itu... ya kayak gini.
-- Jenny Jusuf penulis, blogger

Ika Natassa is one of my favorite writers dan Antologi Rasa benar-benar mengobati kerinduan untuk membaca tulisan Ika. Bahasanya witty, alur cerita mengalir lancar dan plot serta pilihan kata yang selalu bikin jleb after jleb after jleb in my heart. Kena banget! Love is a universal topic and Ika Natassa with her Antologi Rasa has bring it to the next level!
--Ollie, penulis, pemilik NulisBuku.com

Antologi Rasa mengobati rasa kangen saya pada lembaran kisah makhluk urban khas Ika yang ceplas ceplos dan menggigit. Bersiaplah untuk terombang-ambing di dalamnya karena rasa (di hati) tidak pernah berbohong.
-- Sitta Karina, novelis dan kontributor lepas

Antologi Rasa is a no-barrier urban novel. Ika Natassa menghadirkan karakter-karakter metropolis yang dibalik kesuksesan karir dan finansialnya mengalami krisis emosional yang dramatis tapi tidak cengeng. Kerapuhan internal pribadi-pribadi kosmopolitan berhasil dilukiskan dengan detil dan seksama. Novel ini penting dibaca oleh pria dan wanita karir agar saling mengerti. Referensi pop culture serta lokasi cerita yang kuat membuat Antologi Rasa jadi kaya, meriah, dan menyenangkan.
A page turner indeed!
-- Ve Handojo, penulis scenario

Brilliant! Membaca novel ini membuat saya teringat masa-masa single dulu, karena alur ceritanya yang terasa begitu dekat dengan realitas sehari-hari. Ika berhasil membuat saya tidak bisa berhenti membaca novel ini sebelum tamat.
-- Amalia Malik Purtanto, sahabat dan first reader

***

Antologi Rasa berkisah tentang 4 orang banker—Harris, Keara, Ruly, dan Denise—yang terjebak dalam kisah cinta yang rumit. Friendzone, seperti itulah yang biasa disebut. Keempat orang itu memiliki kisah cinta yang memutar. Harris yang mencintai Keara, Keara yang mencintai Ruly, Ruly yang mencintai Denise, dan berhenti di Denise yang telah menikahi orang lain.
Novel ini berfokus pada tiga sahabat, yaitu Harris, Keara, dan Ruly.
Harris adalah cowok yang jatuh cinta setengah mati pada Keara. Sayangnya persahabatannya dengan Keara hancur lebur setelah insiden minta dicium yang berakhir dengan ‘kecelakaan’. Walaupun Keara menganggap persahabatannya dengan Harris telah putus, Harris tetap gigih memperjuangkan cintanya pada Keara. Pria itu masih tetap mengharapkan persahabatannya kembali, bahkan mengharapkan sesuatu yang lebih di antara mereka.
Keara sendiri merupakan tipe wanita mandiri yang sedikit bitchy. Selain sifat bitchy (apalagi kalau udah ketemu sahabatnya), Keara juga memiliki hobi clubbing dan menenggak wine! Pencinta fotografi dan fans beratnya John Mayer. Dia diam-diam  memendam perasaan pada Ruly—cowok alim yang jelas-jelas membuat hatinya patah karena tak berbalas. Sifat bitchy-nya mengantarkannya pada seorang pelarian bernama Panji yang tak lain adalah adik ipar sahabatnya. Kehadiran Panji adalah untuk menghilangkan bayang-bayang Ruly sekaligus melupakan insiden di Singapura bersama Harris.
Ruly merupakan pria alim yang terjebak dengan perteman ‘sinting’ bersama Harris dan Keara yang jelas-jelas memang agak ‘gila’. Karena sifatnya yang udah baik banget tersebut, dia merupakan pria idaman untuk dijadikan suami, deh (sayangnya, dia perlahan jadi berengsek di akhir). Sayangnya, Ruly adalah sosok gila kerja yang diam-diam menyukai Denise. Sayangnya, cewek yang dikejarnya itu merupakan istri orang. Betapa perihnya menjadi Ruly ini.
Denise adalah ujung dari kisah cinta yang memutar ini. Selain karena Denise tak menyukai siapapun di persahabatan ini. Denise telah memiliki suami, sayangnya ... si suami ini sering meninggalkan Denise. Sehingga mau tak mau, Ruly selalu melancarkan aksi pedekate pada wanita ini.
Keempat orang ini terlibat hubungan yang rumit. Dengan keteguhan hati masing-masing sahabat, kisah ini menjadi benar-benar menarik.

“Karena kecanggungan tidak pernah ada di antara dua orang yang tidak ada apa-apanya. So maybe there is something between us.

“Doesn't it scare you sometimes how time flies and nothing changes?

“If you make a girl laugh, she likes you. But if you make her cry, she loves you.”

“Instead of being fascinated by the things around us, we now try so hard to fascinate others by the things on us.”
“You know, Key, in the end, you just gotta pick your happiness.”

I love how Ika Natassa writes!
Aku suka sekali dengan gaya bahasanya yang mencampuradukkan Inggris dan Indonesia. Ini adalah novel pertama Ika Natassa yang kubaca dan untuk first impression, novel ini tidak memberi pengalaman buruk. Hehehe. Gaya bahasanya yang ceplas-ceplos benar-benar unik, dan kadang membuat aku nyeletuk ‘eh’ dan ngakak nggak jelas. xD Gaya bahasa inilah yang membuat Ika Natassa berbeda dengan penulis-penulis lokal lain.
Profesi bankir yang disoroti di novel ini kurang lebih menjelaskan lah bagaimana pekerjaan seorang bankir itu. Membaca Antologi Rasa, menambah pengetahuan tentang dunia perbankan deh. (y)
Novel ini ditulis dengan banyak sudut pandang; Harris, Keara, Ruly, Panji. Dengan gaya bercerita seperti ini, pembaca akan dibiarkan menyelami karakter setiap tokoh-tokohnya. Aku benar-benar suka dengan bagian Harris yang sering nyeleneh. Satu tokoh yang membuatku sebal, yaitu ... Keara. Karakter Keara yang bitchy justru membuatku merasa sebal dengan sifatnya yang cenderung plin-plan dan seenaknya sendiri.
Oh ya, porsi Harris yang mendadak menjadi jarang pasca kepulangan dari Singapur itu kurang enak gimana gitu. Andai Harris tetap ditunjukkan, mungkin novel ini akan lebih menghibur.
Gaya hidup hedon yang ada di cerita ini nggak bagus banget untuk dicontoh, deh. Kurang suka dengan unsur buang-buang duit macam tokoh-tokoh di novel ini. Mungkin ada orang-orang yang seperti Keara dan harris ini, tapi... pembaca terkadang terlalu dibuat berkhayal dengan kehidupan hedon macam pergi ke Manila untuk nonton konser (bahkan ada yang bela-belain ninggal anak di novel ini).
Untuk alur ceritanya, aku sangat suka. Alur yang menyerupai benang kusut begini, benar-benar menarik untuk dibaca. Pembaca dibuat penasaran, bagaimana sih akhir dari kisah mereka ini. Two thumbs up, deh! Chemistry antar tokohnya sudah dapet banget. Paling suka chemistry antara Harris dan Keara, terutama pas mereka gila-gilaan bareng.
Ending? Duh, aku benar-benar suka dengan endingnya. Mungkin nggak banyak orang yang sependapat denganku. Tapi, dengan ending seperti itu, aku semakin mencintai akhir dari alur yang emang njlimet ini. Kalau endingnya yang seperti itu, menurutku akan terasa aneh. Jadi, ending seperti itu sudah cocok sekali.
Cover novel ini unik sekali ya. Gambar jantung dengan tulisan-tulisan perasaan-perasaan yang dapat dirasakan setiap orang. Kebetulan aku bacanya yang ilustrated cover. Kalau cover yang mirip bungkus obat itu ..., aku juga suka sih. Anti mainstream banget, tapi sayangnya covernya terkadang bikin salah kaprah. Kadang bisa dikira sebagai buku nonfiksi dengan kover bungkus obat itu.
So, overall, Antologi Rasa got 3.5 stars of 5 stars!

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon