[Book Review] Perfect Scenario by Kezia Evi Wiadji


Judul                    : Perfect Scenario
Pengarang            : Kezia Evi Wiadji
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
ISBN                   : 978-602-03-2088-5
Jumlah Hlm          : 280 hlm
How I Get           : Giveaway by @Lovaren_
***
     Perfect Scenario—sesuai dengan judulnya—menceritakan kisah antara Farel dan Finda yang sedang melancarkan skenario mereka untuk menghalang-halangi pernikahan orangtua mereka. Dua orang tersebut adalah musuh bebuyutan sejak kecil dan berlanjut hingga SMA. Dengan alasan yang dimiliki oleh masing-masing, akhirnya mereka berdua ‘berpacaran’ di depan orangtua mereka masing.
     Sebenarnya, Farel telah memiliki pacar, tapi demi menghalang-halangi pernikahan ayahnya dengan ibu Finda, dia break sementara dengan pacarnya, Novi. Begitu pula dengan Finda, saking sebelnya dengan musuh bebuyutan yang terang-terangan nyakitin hatinya dengan berkata bahwa Farel nggak mau saudaraan dengan Finda, akhirnya Finda setuju dengan ide gila Farel.
     Kisah Farel dan Finda benar-benar jauh dari kata ‘pacaran’ yang sesungguhnya. Mereka keluar bersama saat malam minggun hanya untuk ‘setor muka’, terutama Farel (dia rutin setor muka di depan Mama Mira). Namun, ketidakjujuran di antara mereka akhirnya membuat mereka saling berkhianat. Finda yang memang memiliki rasa dengan Niko akhirnya lebih dekat dengan Niko. Begitu pula dengan Farel, dia juga sering melanggar perjanjian yang telah mereka sepakati. 
     Akan tetapi, semenjak penerimaan rapor di akhir tahun semuanya perlahan terungkap. Kebenaran-kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh masing-masing tokoh mulai jelas. Jalan yang sebenarnya untuk Farel dan Finda pun terungkap. Apa? Silakan baca novel Perfect Scenario! ^_^
***
     Novel ini sempat kuletakkan begitu saja di atas meja belajar karena kesibukan akhir-akhir ini. Selain itu, aku juga sedang malas membaca novel teenlit pasca membaca novel To All The Boys I’ve Loved Before yang membuatku kepincut dengan novel young-adult dan melupakan lini lain. Lalu, akhirnya kuputuskan untuk membaca saat aku absen sekolah sehari. Aku merasa beruntung membaca novel ini, meskipun pada awalnya aku merasa desperate banget karena novel ini hampir 300 halaman padahal hanya teenlit yang ceritanya ringan-ringan saja.
     Perfect Scenario adalah novel remaja yang benar-benar ringan dan terasa sekali sense remajanya. Pada bagian awal, pembaca diseguhkan dengan rasa ‘musuh bebuyutan’ antara kedua tokohnya. Lalu, kedua tokoh tersebut memutuskan menjalan skenario bersama dengan alasan yang berbeda-beda.
     Tema yang diangkat di novel ini sebenarnya umum sekali, yaitu benci jadi cinta. Namun, penulis berhasil menyulap 280 halaman novel ini menjadi bagian yang menarik dengan kisah antara Farel dan Finda tersebut. Feelnya pun benar-benar terasa (sampai rasanya aku ingin bejek-bejek tokohnya saking gemesnya).
     Latar ceritanya di Jakarta, lalu ada bagian di Lembang. Untuk penjelasan tentang latar tempatnya memang tidak terlalu detail, tapi, memang seperti itulah maksud dari novel ini. Perfect Scenario mendalami perkembangan tokohnya, tak terlalu membahas detail-detail tempat. Yang aku suka, di novel ini aku diperkenalkan dengan food truck (aku lupa), maklumlah aku bukan anak ibukota jadi lumayanlah, ini info baru. xD
    Penokohannya, aku acungi jempol. Aku suka dengan karakter dari setiap tokohnya beserta perkembanganya hingga akhir cerita. Semuanya benar-benar remaja. Seperti yang aku katakan sebelumnya, novel ini lebih fokus pada perkembangan tokohnya menjadi lebih dewasa. Namun, sayangnya, aku kurang suka dengan penggambaran bahwa anak SMA bisa membawa mobilio atau Livina. Mungkin di sini ada sedikit unsur hedonisme ya? Atau memang seperti kehidupan remaja di ibukota? Aku kurang tahu, tapi kalau di kotaku, hal tersebut tergolong hedonisme. Namun, setidaknya ini masih masuk di akal karena tokohnya nggak selalu bawa mobil di usia seperti itu. *ditabok*





     
     Bahasanya ringan, remaja sekali. Dengan sudut pandang orang ketiga, penulis semakin luwes menjelaskan apa yang terjadi di cerita.
     Alurnya campuran, namun lebih banyak terfokus pada alur maju untuk menyokong cerita. Sebenarnya, alur ceritanya mudah ditebak, bahkan endingnya pun menurutku mudah ditebak. Namun, ada yang membuat ketagihan dari kisah Farel dan Finda ini, jadi pembaca tetap dibuat menikmati alurnya tanpa diganggu dengan bayang-bayang alur yang mudah tertebak tersebut.
     Kavernya ... keren sekaliiii! Eye-catching sekali! Yaah, meskipun sebenarnya warna rambutnya di tokoh kurang sesuai dengan rambut orang Indonesia kebanyakan. Orkha Creative sukses bikin kavernya!
    Oke, berikutnya ini emang tidak terlalu penting. Aku hanya menunjukkan bagaimana kurang lebih aku memvisualkan tokoh-tokoh di Perfect Scenario ini. Abaikan visualisasi yang kadang-kadang aneh, atau memang selalu aneh? By the way, aku search-nya random dari google dan yang kurasa cocok kutaruh di sini. Si Niko rambutnya lucu xD
Finda
Farel
Niko

Overall, novel ini sukses kututup dengan perasaan puas. Novel ini kurekomendasikan bagi kalian yang haus akan novel remaja yang menyegarkan. Novel yang manis ini cocok sekali untuk menghilangkan perasaan badmood yang melanda.
            Perfect Scenario got  4 of 5 stars



 Cheers,
Putri Pramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon