[Book Review] Awaiting You by Nadya Prayudhi


[Book Review] Awaiting You by Nadya Prayudhi


Judul                   : Awaiting You
Pengarang           : Nadya Prayudhi
Editor                  : Herlina P. Dewi
Penerbit               : Stiletto Book
ISBN                   : 978-602-7572-40-9
Edisi                     : Cetakan I, Juni 2015
Jumlah Hlm           : 257 hlm
How I Get            : Giveaway listed by the author on Goodreads
***
“Karena orang yang sempurna itu tidak pernah ada. Tapi pria yang pas segala-galanya itu ada. Sayangnya, pria ini sekarang menghilang entah ke mana.” (Hlm. 40)
Novel ini dibuka dengan perkenalan kehidupan Amora—tokoh utama wanita di kisah ini, meliputi kehidupannya bersama anak-anaknya yang sering bertengkar karena hal yang sepele. Pada pembuka novel ini, pembaca langsung ditunjukkan hadirnya sosok baru di kehidupan Amora, yaitu Lody—pria berwajah oriental yang terasa familiar bagi Amora.
Amora adalah wanita yang bekerja sebagai chief-editor di sebuah majalah wanita, Fashionette. Kehidupannya hampir sempurna; cantik, karir sukses, memiliki dua anak yang lucu. Sayangnya, suaminya—Sam—menghilang, entah ke mana.
“Sam. Anak-anak merindukanmu. Aku merindukanmu. Pulanglah.” (Hlm. 12)
Hilangnya Sam, justru membuat banyak pria di masa lalu Amora hadir kembali. Ada Gavin—sahabat Sam, Juan—si playboy,  dan Beamy—sahabat Amora yang kini tinggal di Singapura. Salah satu anak buah Amora yang bernama Lody pun tidak malu-malu menunjukkan ketertarikannya pada Amora, bahkan seringkali membuat Amora tidak habis pikir dengan pria yang lebih muda dengannya itu. Hal-hal tersebut terkadang membuat Amora tergoda untuk melupakan Sam—melupakan statusnya sebagai istri dari seorang pria. Namun, Amora bertahan untuk menunggu. Amora berusaha mencari Sam.
“Jadi, untuk sementara, ia hanya pasrah menunggu. Dengan menunggu, ia merasa harapan itu masih ada.” (Hlm. 39)
Terlalu banyak misteri tentang kepergian Sam. Tidak ada yang mengetahuinya, namun, Amora selalu berusaha dengan menelepon Sam, mengirim email, bahkan mengecek facebook Sam untuk mengetahui keberadaan. Namun, Sam hanya menunjukkan teka-teki yang tak bisa dipecahkan siapa pun.
Hingga pada suatu masa, Amora merasa lelah untuk menunggu. Amora pun harus memutuskan, apakah ia akan tetap bertahan atau justru melepaskan Sam begitu saja? Apakah ia harus mengubur dalam-dalam harapan-harapannya bersama pria Australia tersebut?
***
Membaca novel ini begitu mengasyikkan dan menguras emosi. Cerita bergulir dengan lembut tanpa paksaan. Secara perlahan, rangkaian kehidupan Amora diungkap tanpa tergesa-gesa; masa lalunya, pekerjaannya, dan kehidupannya sekarang. Namun, sayangnya, kehadiran tokoh yang “setengah-setengah” justru terasa tidak nyaman karena menurutku tidak terjadi kekonsistenan tokoh utama pria di sini. Setidaknya, tokoh-tokoh yang muncul pada seberapa bagian cerita tidak hanya muncul, lalu menghilang begitu saja dan tidak diungkit sama sekali di akhir cerita.
Tema utama yang penulis angkat di novel ini adalah penantian dan kepercayaan. Seberapa sulitnya untuk tetap percaya di antara ketidakpastian yang ada. Novel ini menunjukkan bahwa kehidupan yang sempurna tidak selalu ada, ada begitu banyak godaan di sana-sini. Membawa kehidupan pernikahan, penulis lumayan sukses untuk menunjukkan betapa uring-uringannya seorang wanita yang ditinggal dengan ketidakpastian.
“Kadang, apa yang sudah tidak bisa kita miliki, adalah hal terbaik bagi kita. Memang susah menerimanya.” (Hlm. 198)
Tokoh di novel ini lumayan banyak. Sosok Amora di novel ini adalah sosok wanita idaman setiap pria, cantik, mempesona, serta karir yang sukses. Ada begitu banyak tokoh pria yang dibawa di novel ini; Sam—suami Amora yang menghilang dan penuh teka-teki, Lody—pria muda yang gigih mengejar Amora, Gavin—sahabat Sam yang muncul di bagian awal cerita, dan Beamy—sosok “raksasa” sahabat Amora yang benar-benar peduli pada Amora. Kemudian, ada Ingrid—mertua Amora yang sebenarnya keras kepala, Fini—asisten yang sok Inggris nan lucu, Bu Irene, Pak Bambang, dll. Sebagian besar tokoh novel ini bukan orang Indonesia asli, ada begitu banyak tokoh yang keturunan asing. Tokoh-tokoh tersebut ada yang membuat tertawa terbahak-bahak, bahkan ada yang ngeselin setengah mati, complete sekali!
Bahasa yang digunakan di novel ini tidak sepenuhnya baku. Terdapat banyak bahasa santai yang menjelaskan kehidupan sehari-hari Amora tanpa Sam. Tentu saja, ada banyak kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang digunakan di novel ini, seperti yang kukatakan sebelumnya, ada banyak tokoh-tokoh blasteran di novel ini, jadi wajar terkadang menggunakan bahasa Inggris.
Plot Twist. Untuk bagian ini, penulis berhasil menyimpan semua misterinya hingga akhir dan dengan tidak terburu-buru, diungkaplah banyak misteri-misteri itu; ke mana Sam menghilang, alasan Sam menghilang, Lody yang familier, Beamy, dan banyak lagi. Ada beberapa yang tidak tertebak olehku, benar-benar sukses mengecoh pembaca!
Endingnya... tipikal yang bisa dipastikan, namun juga mengundang banyak pertanyaan. Benar-benar menarik! Menarik bagaimana? Nah, silakan baca sendiri novelnya.
Kavernya menurutku kurang merepresentasikan isi dari novel itu sendiri. Aku kurang mengerti dengan maksud pot dan tumbuhan hijau di dekat jendela itu. Mungkin, bila pada kavernya ditampilkan gambaran tentang pekerjaan Amora akan lebih menggambarkan kehidupan Amora. Font yang digunakan pada blurb terlalu kaku dan kurang menarik mata.
Ketika membaca novel ini, di otakku ada orang yang menjadi visualisasinya. Ini visualisasi versiku, so no offense :3


Amora Dixon [Raline Shah, really love her]
“Kamu tahu kan, kalau persahabatan antarlelaki, sang sahabat pasti menutupi apa pun kesalahan temannya.” (Hlm. 126)
Sometimes good things fall apart, so better things can fall together.” (Hlm. 192)
 “Kata orang bijak, life ia a funny thing. How much you enjoy it depends on how humorous you are.” (Hlm. 227)
“Bahwa cinta yang telah pergi bisa saja tergantikan. Bahwa cinta bisa datang dari mana saja. Dari siapa saja. Kapan saja. Pria ini mengajarkan, kesepian itu takkan pernah lama singgah jika kita percaya pada cinta.” (Hlm. 229)
Novel ini kurekomendasikan bagi orang-orang yang menunggu seseorang di kehidupannya, terutama bagi mereka yang ditinggalkan tanpa suatu kepastian. Menarik untuk dibaca! Read it, Guys!
Awaiting You got 3 of 5 stars!


Cheers,
Putri Pramaa

0 komentar:

Posting Komentar

 
La Distances Blog Design by Ipietoon